Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Lima Puluh Satu


__ADS_3

Nathalie terpaksa harus menerima tawaran makan malam bersama Justin, mungkin karena dia mencurigai bahwa Justin dan Selena ada hubungan spesial, Nathalie ingin mengorek informasi yang mungkin saja dia dapatkan dari Justin, walaupun sebenarnya dia berharap Justin adalah orang yang baik, Nathalie tak bisa membayangkan betapa hancurnya Dilan jika seandainya Justin adalah orang yang ingin berbuat jahat kepadanya.


Malam ini di salah satu sudut cafe yang ada di ibukota terlihat Nathalie yang sedang makan malam bersama Justin, Nathalie pura-pura menikmati menu makanan yang tersedia disana. Sementara Justin, dia tak bisa berhenti memandangi wajah cantiknya Nathalie, membuat Justin merasa aneh dengan dirinya sendiri.


Nathalie merasa tidak nyaman ketika menyadari bahwa sedari tadi Justin terus saja memandangi wajah cantiknya.


Nathalie berdehem. "Ehm."


Deheman Nathalie membuat Justin salah tingkah, jangan sampai Nathalie tahu bahwa dia dari tadi memperhatikan Nathalie.


"Emm... saya dengar kamu dekat sekali dengan Dilan?" Nathalie hanya ingin tahu bagaimana kedekatan Justin dan Dilan. Nathalie berbicara informal dengan Justin atas permintaan dari Justin, selama berada di luar kantor, padahal usia mereka lumayan jauh, terpaut 10 tahun.


Justin pandai memasang wajah sedih, sampai matanya terlihat berkaca-kaca. "Ya, dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Dulu orang tuanya Dilan mengadopsi aku ketika aku masih kecil. Dari kecil aku selalu melindunginya, tapi sekarang aku telah gagal melindunginya."


Mungkin karena Justin pandai berekting sehingga Nathalie tidak bisa membedakan Justin itu sedang berkata jujur atau tidak.

__ADS_1


"Dilan pasti sangat beruntung memiliki seorang kakak sepertimu." Nathalie harus pandai memuji Justin.


Justin tersenyum lebar mendengar pujian dari Nathalie, padahal sebenarnya dia sama sekali tidak merasa sedih atas kematian Dilan, malah dia sangat bahagia, tinggal menunggu keputusan dari Pengacara Kenzi untuk mewariskan seluruh harta yang Dilan miliki.


"Sepertinya Selena sangat mencintai Dilan, aku sering melihatnya di layar televisi, menceritakan bagaimana besarnya cinta Selena untuk Dilan." Nathalie rasa jika seandainya Justin adalah pacarnya Selena, Justin pasti akan terlihat kesal dan cemburu jika mendengar perkataan Nathalie tentang Selena.


Tapi ternyata Perkataan Nathalie sama sekali tidak membuat Justin cemburu, dia memang sudah tidak mencintai Selena lagi, karena itu Justin tidak bereaksi apa-apa ketika Nathalie berbicara tentang Selena dan Dilan.


Justin rasa ini saatnya dia membuat Nathalie jatuh hati kepadanya, agar dia bisa memanfaatkan Nathalie , seperti apa yang dia lakukan kepada Selena.


...****************...


Sementara itu, di apartemen, terlihat Dilan yang sedang berjalan mondar mandir di ruangan tengah, dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan Nathalie.


"Kemana perginya gadis itu? Padahal sudah jam 9 malam, kenapa belum pulang juga." gerutu Dilan.

__ADS_1


Bahkan dia lupa tidak meminta nomor ponsel kepada Nathalie.


Dilan ingin meraih ponselnya yang berada di atas meja, tapi tangannya tidak sengaja mengenai berkas milik Nathalie, sehingga berkas itupun terjatuh ke lantai.


Brakk...


Terlihat beberapa lembar kertas keluar sedikit dari display book.


"Hhh..." Dilan hanya bisa mendengus dengan kesal, dia segera membungkuk merapikan berkas tersebut.


Namun, Dilan tak sengaja melihat ada foto Pak Arga terpampang sangat jelas di berkas tersebut, orang yang kini menjadi tersangka pembunuhan terhadap kedua orangtuanya Dilan.


Dilan segera membacanya, dengan suara nafas yang begitu berat, mungkin karena rasa benci itu sampai kapanpun tidak akan hilang terhadap orang yang telah membunuh kedua orangtuanya.


Dilan terperangah, dia sama sekali tidak menyangka bahwa Nathalie adalah anaknya Pak Arga, sampai tangan Dilan bergetar. "Tidak mungkin, bagaimana mungkin dia adalah anak dari pembunuh itu."

__ADS_1


__ADS_2