Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Dua Puluh Sembilan


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Pengacara Kenzi, Selena pergi ke rumahnya Justin, ternyata tidak bertemu beberapa hari dengannya rasanya sangat menyiksa, mungkin karena Selena sudah cinta mati kepada Justin, sehingga begitu sangat merindukannya.


Justin kaget saat melihat Selena yang sedang berdiri di depan pintu, setelah dia membuka pintu tersebut karena mendengar bunyi suara bel.


"Selena, kenapa kamu datang kesini? Bukankah aku sudah bilang padamu kalau kita jangan bertemu dulu?" protes Justin.


Tapi Selena main masuk ke dalam rumah begitu saja, dia tak peduli dengan protes dari Justin, dia memeluk tubuh Justin dengan manja. "Habisnya aku kangen banget sama kamu, setidaknya kamu harus semangati aku, besok adalah penyambutan untuk CEO baru, tolong berikan aku vitamin."


Selena sudah sangat yakin kalau besok dialah yang akan menjadi CEO di Niroga.


Tangan Selena nakal, tubuhnya menggerayangi bagian-bagian sensitif di tubuh Justin, sehingga Justin mana bisa tahan jika dia harus dipancing seperti itu, dan akhirnya merekapun berciuman, lalu lanjut ke tahap inti di kamar, hingga terdengar suara raungan penuh kenikmatan di dalam kamar sana.


Setelah melakukan lebih dari tiga kali, Justin memutuskan untuk berhenti, dia memakai pakaiannya yang berserakan di lantai, sementara Selena masih tiduran diatas kasur. Akhirnya Selena telah mendapatkan vitamin yang dia mau dari Justin.


"Lebih baik kamu memakai pakaianmu kembali, Selena. Aku aku ingin setelah ini kita berjaga jarak dulu, sebelum kita memastikan bahwa seluruh harta Dilan menjadi milikmu dan juga kamu menjadi CEO di Niroga."


Selena sangat malas sekali untuk bangun, "Nanti saja, aku masih ingin bersama kamu, apa kamu gak kangen sama aku?"


"Tentu saja aku kangen, tapi ada hal yang lebih penting yang harus kita urus." Bagi Justin, harta dan tahta adalah yang paling penting untuknya.


Selena terdiam sejenak, kemudian dia mulai berbicara. "Sebenarnya aku tadi habis bertemu dengan Pengacara Kenzi."

__ADS_1


"Untuk apa kalian bertemu?"


"Entahlah, dia hanya ingin bertanya hal-hal yang gak penting." Selena mulai bangkit, dia segera meriah pakaian yang berserakan di lantai, lalu memakainya satu persatu. "Menanyakan tentang suamiku yang bodoh itu."


Justin tidak mengerti untuk apa Pengacara Kenzi bertanya seperti itu, tapi dia rasa dia tak perlu memikirkan hal yang tak penting, sebelum Dilan kecelakaan, Dilan sudah bilang padanya bahwa surat kuasa dan ahli waris sedang diurus oleh Pengacara Kenzi. Justin tidak tahu bahwa Dilan belum menandatanganinya.


Justin tahu betul bahwa Dilan selain dekat dengannya, dia juga dekat dengan Pengacara Kenzi. Dan Pengacara Kenzi memang sangat loyal dan patuh sekali kepada atasannya, dia telah mendedikasikan hidupnya untuk Niroga, sebagai pengacara perusahaan itu.


...****************...


Andai saja Selena masih berada di sana, pasti Dilan akan melihat secara langsung bagaimana panasnya adegan ranjang antara Justin dan Selena, sayang sekali Dilan harus datang ke rumah Justin setelah Selena pergi satu jam yang lalu.


Saat ini Justin sedang berada di ruang kerjanya, dia terlihat sangat sibuk sekali, mungkin karena dia memiliki ambisi yang tinggi untuk memiliki Niroga, sehingga dia begitu bekerja keras dalam pekerjaannya.


"Seharusnya kamu beristirahat, ini sudah larut malam, tapi kamu masih saja bekerja. Bagaimana bisa kamu mendapatkan jodoh kalau kamu terus seperti ini?" celoteh Dilan, dia sangat mengkhawatirkan Justin sebagai seorang adik kepada kakaknya dan juga sebagai seorang sahabat.


"Maafkan aku, seharusnya kamu yang lebih pantas menjadi pengganti aku, tapi jujur saja aku saat ini aku sangat bimbang, sampai aku tak bisa mempercayai siapapun yang ada di Niroga." Dilan merasa bersalah karena tak bisa mempercayai Justin, padahal Justin adalah orang kepercayaannya. Untuk saat ini dia hanya bisa mempercayai Pengacara Kenzi, karena Dilan mengenal Pengacara Kenzi dari saat Dilan masih kecil dan menjadi kepercayaan ayahnya dari dulu.


Dan hanya Nathalie satu-satunya orang yang bisa membantu dan juga bekerjasama dengan Dilan, karena itu dia yakin dengan keputusannya bahwa Nathalie lah yang harus menggantikannya untuk sementara, berharap dia sebenarnya masih hidup, dan bisa menjadi manusia seperti dulu lagi.


Dilan tak bisa berlama-lama di rumah Justin, sekarang dia pergi ke kuburannya sendiri, walaupun dia masih tak yakin bahwa di dalam kuburan tersebut adalah jasadnya.

__ADS_1


Dilan menatap batu nisan yang tertera sangat jelas atas namanya sendiri, matanya berkaca-kaca, jika seandainya memang dia sudah mati, dia berharap sebelum dia pergi untuk selamanya, dia bisa menemukan siapa selingkuhan Selena, dan menjebloskan mereka ke dalam penjara.


...****************...


Besoknya, malam ini telah diadakan pesta yang begitu meriah di salah satu gedung mewah milik Niroga, tentu saja untuk menyambut CEO baru di sana.


Selena terlihat sangat gugup sekali, sampai dia terus membaca ulang teks yang akan dia ucapkan pada pidato nanti.


"Astaga, aku deg-degan sekali." Selena memegang dadanya yang berdebar-debar. "Oke, rilex Selena, malam ini kamu akan resmi menjadi CEO di Niroga dan juga semua harta kekayaan Dilan akan menjadi milikmu." Selena menyemangati dirinya sendiri.


Selena tidak menyadari bahwa di sampingnya ada Dilan, Dilan menatap Selena dengan tatapan menusuk, sayang sekali Dilan tak bisa melakukan apa-apa pada Selena, karena tak bisa menyentuhnya.


Terdengar suara moderator mulai ingin memperkenalkan siapa CEO Niroga yang baru, "Sekarang telah tiba ke puncak acara, mari kita sambut CEO baru di Niroga..."


Belum juga pengumuman selesai, Selena sudah naik ke atas panggung.


"Maaf mbak Selena, anda mau ngapain kesini?" bisik sang moderator kepada Selena.


"Lho tentu saja aku mau..."


Moderator tersebut tak memiliki banyak waktu untuk berbicara dengan Selena, dia mulai meneruskan perkataannya. "Nathalie Anastasya."

__ADS_1


Selena nampak terkejut ketika mendengar nama orang lain yang disebut oleh moderator tersebut, begitu pun juga Justin, dia tercengang, mengapa bukan Selena yang menjadi CEO baru.


"Nathalie Anastasya?" Tentu saja Justin sangat tahu betul dengan nama itu. Nama dari seorang anak dari orang yang telah dia kambinghitamkan.


__ADS_2