
Jari nakal Dilan mulai bermain di dalamnya, membuat milik Nathalie semakin terasa bergairah dan mulai basah karena perbuatannya.
Tubuh Nathalie terus menggeliat merasakan rangsangan akibat pergerakan jarinya Dilan dibawah sana. Sementara mulutnya Dilan masih sibuk memanjakan buah melonnya Nathalie yang masih padat dan kencang, ukuran tidak terlalu besar, tapi terlihat sangat menggoda, membuat mulut Dilan begitu betah menghisap dan menjilat secara bergantian bagian kanan dan kiri.
Kini lidah Dilan turun dan menjelajahi setiap inci kulit tubuh indahnya Nathalie tanpa terlewatkan sedikit pun. Dari dada, ke perut, lalu ke paha sambil membuka rok yang dipakai oleh Nathalie, hanya tersisa kan ce-lana dalamnya saja.
Wajah Nathalie nampak memerah ketika Dilan mulai menurunkan ce-lana dalamnya, sehingga tubuhnya benar-benar telah telan-jang, rasanya sangat malu sekali, tapi dia sadar bahwa dia adalah seorang istri, memang harus memberikan hak dan kewajibannya untuk sang suami, apalagi sebenarnya dia juga sangat menikmati di setiap sentuhan yang Dilan lakukan terhadap tubuhnya.
Dilan kembali menciumi paha Nathalie yang putih dan mulus tersebut, sehingga kini mulutnya telah sampai ke area inti Nathalie.
Nathalie nampak menganga, ketika merasakan dinginnya lidah Dilan bergerak masuk menyentuh area sensitif dibawah sana, membuat Nathalie tak bisa untuk mendes-ah, lidah Dilan sangat lihai bermain di dalam sana.
"Oh, Dilan!" Nathalie tidak tahan untuk meracau.
"Teruslah sebut namaku, sayang." Suara des-ahan Nathalie membuat Dilan semakin menggebu, dia semakin gencar bermain di miliknya Nathalie.
Nathalie membuka lebar-lebar matanya menatap langit-langit kamar pengantin yang terdapat di hotel tersebut, dan mulutnya menganga serasa menikmati hangatnya lidah Dilan, bahkan tubuh Nathalie menggeliat ke atas, merasakan sensasi luar biasa kenikmatan yang telah Dilan lakukan terhadapnya.
"Oh... ahh... Dilan." Nathalie menekan kepala Dilan seakan memberikan akses kepada Dilan untuk memasukkan lidahnya lebih dalam lagi.
Nathalie benar-benar dibuat melayang oleh sentuhan Dilan.
"Ahhh... aku mau keluar, Dilan." Tubuh Nathalie bergetar merasakan nikmat, sehingga akhirnya dia telah mencapai pelepasannya yang pertama, membuatnya tak berdaya.
__ADS_1
Dilan segera membuka seluruh pakaiannya, dia sudah tak tahan ingin melepaskan statusnya sebagai seorang perjaka. Kini dia mengarahkan senjatanya yang sudah menegang.
Awalnya Nathalie menjerit kesakitan, mungkin karena ini adalah pertama kali untuknya juga, Dilan telah berhasil membuatnya tidak perawan lagi dalam sekali hentakan, sehingga senjata Dilan telah memenuhi di dalam miliknya Nathalie.
"Ahhh..."
"Ahhh..."
Keduanya mendes-ah saat mendapatkan kenikmatan masing-masing, Dilan terus menghujam milik Nathalie dengan batangnya.
Dilan mendes-ah, dia baru tahu ternyata seperti ini nikmatnya bercinta, ia merasakan senjatanya semakin dalam masuk ke dalam miliknya Nathalie.
Kini mulutnya Dilan mulai bermain dengan dadanya Nathalie, dia semakin bergerak liar diatas Nathalie.
Malam ini mereka telah habiskan untuk terus menuntaskan rasa rindu mereka, tidak bertemu dalam satu tahun, pasti sangat menyiksa. Sehingga mereka melakukannya dengan banyak ronde dan berbagai macam gaya mereka coba. (Entah gaya apa saja, othornya keburu panas dingin nulisnya.)
Paginya...
Dilan telah selesai membersihkan diri, dia tersenyum melihat Nathalie yang masih tertidur pulas, mungkin karena kelelahan, Dilan menghajarnya terus menerus.
"Hei bangun sayang, bukankah hari ini kita mau honeymoon ke Prancis?" ucap Dilan dengan lembut.
Perlahan Nathalie membuka matanya, dia tersenyum lebar ketika melihat Dilan yang sedang berada di sampingnya, dia pikir semalam hanyalah sebuah mimpi untuknya, ternyata dia memang telah resmi menjadi istrinya seorang Dilan Niroga.
__ADS_1
Dilan memeluk Nathalie, dia ingin mencium bibir Nathalie, tapi Nathalie menutup mulutnya sendiri dengan tangan, "Aku belum gosok gigi."
Dilan terkekeh, "Gak apa-apa, aku suka." Dilan membuka tangan yang menutup mulut Nathalie, lalu mengecup bibirnya.
"Maafkan aku, mulai sekarang aku janji aku tidak akan pernah pergi meninggalkan kamu lagi, aku akan selalu ada untukmu, aku akan selalu melindungimu, aku ingin menjadi suami yang baik untukmu, dan menjadi ayah yang baik untuk anak-anak kita nanti."
Nathalie merasa terharu mendengarnya, dia memeluk Dilan dengan erat, "Aku mencintaimu."
"Aku lebih mencintaimu."
"Kamu ingin punya anak berapa?"
Dilan berpikir sejenak. "Emm... kita buat yang banyak aja, biar tokcer kata orang harus dilakukan dengan banyak gaya."
Nathalie mempercayai ucapan Dilan. "Oh gitu, memang gaya apa saja?"
"Emm...." Dilan lupa lagi, dia segera mengecek ponselnya untuk mencari jawaban di google, google adalah jalan ninja terbaik dalam mencari jawaban.
Dan akhirnya sepasang suami-istri itu pun telah hidup bahagia. Dengan Dilan pernah menjadi hantu, akhirnya Dilan telah menemukan cinta sejatinya, dan juga telah mengungkapkan misteri yang belum terpecahkan tentang kematian orangtuanya, dan juga bisa menyelamatkan Pak Arga dari hukuman mati.
...Tamat...
...****************...
__ADS_1
Terimakasih untuk yang setia baca novel saya dari awal hingga akhir, dan juga masih setia pada novel-novel saya. Semoga kita berjumpa lagi di novel berikutnya 🙏