
"Bahkan aku tahu apapun yang kamu sukai dan kamu takutkan, karena kamu sendiri yang memberitahuku saat kamu masih menjadi hantu." Nathalie ingin mencoba meyakinkan Dilan bahwa apa yang dia katakan itu benar bahwa Dilan pernah menjadi hantu.
Dilan menyeringai, karena tidak sembarangan orang tahu tentang dirinya, bahkan Selena pun tidak banyak mengetahui tentang dirinya. "Tau apa kamu tentang aku?"
"Kamu menyukai warna putih, kamu alergi dengan udang, makanan favoritmu adalah spageti, kamu sangat menyukai film horor, idolamu Steven Gerrard, dan kamu menyukai musik rock. Oh iya ada lagi, kamu sangat takut pada ulat." Nathalie berkata dengan penuh rasa percaya diri sambil tersenyum. "Benar kan?'
Dilan terperangah mendengarnya, "Dari mana kamu semua tentang aku?"
"Sudahku bilang kamu yang memberitahu aku ketika kamu menjadi hantu."
Dilan merasa kesal dengan jawaban Nathalie yang tak masuk akal itu, walaupun dia tak paham dari mana Nathalie tahu semua tentangnya.
...****************...
Setelah Nathalie pergi, Dilan ditemani Pengacara Kenzi kembali, di rumah sakit.
Dilan sedang duduk di kursi sofa bersama Pengacara Kenzi, dia nampak terdiam memikirkan Nathalie, mengapa gadis itu tau semua tentangnya dan bersikukuh mengatakan bahwa dia pernah menjadi hantu selama Dilan sedang dalam keadaan koma.
"Sangat tidak masuk akal." gumam Dilan, kemudian dia memegang dadanya, dia tak paham mengapa jantungnya berdebar-debar ketika bertemu dengan Nathalie tadi.
"Apanya yang tidak masuk akal, Tuan?" tanya Pengacara Kenzi kepada Dilan.
Dilan menatap tajam kepada Pengacara Kenzi, "Saya sangat tahu bagaimana hebatnya pekerjaan Anda, tapi kenapa Anda ceroboh menjadikan mantan cleaning servis menjadi CEO?"
Pengacara Kenzi tak langsung menjawab, dia terdiam sejenak, kemudian mulai menjawab pertanyaan dari Dilan. "Karena saya melihat ketulusan dari sorot matanya, bahkan dia menolak semua kemewahan yang saya tawarkan untuk fasilitas sebagai CEO di Niroga, dia bilang dia hanya ingin menjadi CEO untuk sementara, untuk membantu Anda."
"Selena pasti sangat terluka karena seakan aku lebih mempercayai wanita lain dibandingkan dengan istriku sendiri." Dilan sangat memikirkan perasaan Selena. Walaupun dia tak paham, hatinya sama sekali tidak bergetar ketika menyebutkan nama Selena.
Dilan melanjutkan perkataannya lagi. "Aku ingin bertemu dengannya."
Namun, Pengacara Kenzi tidak bisa mengabulkan permintaan dari Dilan yang ingin bertemu dengan Selena. "Maaf Tuan, hanya saja saya tidak bisa mempercayai istri Anda, mungkin saja dia adalah salah satu orang yang merencanakan pembunuhan atas Anda."
Dilan tidak terima Pengacara Kenzi menuduh Selena seperti itu. "Tidak mungkin Selena pelakunya."
__ADS_1
"Nona Selena menyuruh saya mengurus dengan cepat masalah ahli waris di Niroga, dia bilang dia sedang mengandung anak Anda, apakah itu benar?"
Dilan terkejut mendengarnya, bagaimana mungkin Selena mengandung anaknya, dia dan Selena belum pernah melakukan ritual malam pertama.
Pengacara Kenzi memperlihatkan surat keterangan hamil yang diberikan oleh Selena kepadanya, dia memperlihatkan surat itu kepada Dilan.
Mata Dilan membulat membaca surat tersebut, sangat membuatnya kecewa dan marah, seorang istri yang belum pernah dia sentuh sama sekali, bagaimana bisa Selena mengandung anaknya?
"Bagaimana bisa dia mengandung anakku, kami belum pernah tidur bersama."
Dilan mere-mas surat tersebut, mungkin kah ini alasan dia mencabut niatnya untuk memberikan seluruh hartanya dan juga jabatannya kepada Selena? Tapi kapan dia menulis surat itu? Tidak mungkin saat dia menjadi seorang hantu.
Sebenarnya apa yang terjadi selama aku koma?_ Dilan menjadi penasaran.
"Karena itulah saya tidak bisa mempercayai siapapun saat ini, saya dan Dokter Roberto menyembunyikan Anda disini, Tuan."
"Bagaimana dengan Justin?" Dilan rasa Pengacara Kenzi melupakan nama itu, orang yang sangat dia percaya.
Pengacara Kenzi menundukkan kepalanya. "Maafkan saya, untuk saat ini hanya Nona Nathalie yang saya percaya. Saya rasa tidak boleh ada yang tahu Anda masih hidup, Tuan. Karena itu saya sudah menyediakan tempat tinggal untuk Anda."
"Kalau begitu saya akan menugaskan beberapa orang bodyguard untuk menjaga Anda, Tuan."
"Tidak perlu, jangan ada yang tahu aku masih hidup, aku harus tau siapa saja orang yang terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadapku."
...****************...
Malam itu Dilan pergi ke apartemen secara diam-diam, walaupun kondisinya belum sepenuhnya sehat, tapi dia lebih memilih tinggal di apartemen dari pada rumah sakit.
Dilan masuk ke dalam apartemen tersebut, dia memperhatikan suasana di apartemen tersebut, semuanya terlihat rapi dan bersih padahal sudah lama tidak dia tempati.
"Baguslah kalau rapi dan bersih seperti ini."
Di sana terdapat dua kamar, Dilan memilih masuk ke dalam kamarnya, dia tersenyum memperhatikan keadaan kamarnya yang rapi, kemudian dia rebahan di atas kasur.
__ADS_1
"Setidaknya disini lebih baik dari pada tinggal di rumah sakit."
Dilan teringat dengan surat keterangan hamil yang menyatakan bahwa Selena tengah mengandung satu bulan, "Kenapa dia tega berselingkuh dibelakang aku? Dengan siapa dia berselingkuh?"
Dilan harus memikirkan bagaimana caranya agar bisa menemukan siapa saja orang yang terlibat dalam percobaan pembunuhan atas dirinya. Dia tidak akan memaafkan mereka. Untuk sementara, biarkan saja mereka mengira bahwa dirinya sudah mati.
Dilan menjadi teringat dengan perkataan Nathalie, Nathalie bilang bahwa dia menjadi CEO sementara untuk membantunya.
"Sejauh mana dia tahu permasalahan yang ada di Niroga?" gumam Dilan, tapi rasanya dia ingin tertawa ketika Nathalie bilang kalau dirinya pernah menjadi hantu.
"Gadis yang aneh, tidak mungkin ada hantu di dunia ini."
Dilan tak paham setiap mengingat Nathalie, dia merasakan jantungnya berdebar-debar.
Dilan mendengar suara seseorang seperti sedang mandi di kamar mandi yang terdapat di kamarnya. Membuatnya merinding, "Siapa yang mandi malam-malam begini?"
Apa mungkin ada hantu yang mendengar perkataannya ketika dia bilang sama sekali tidak mempercayai ada hantu di dunia ini sehingga hantu itu kini ingin menampakkan diri.
Dilan segera bangkit, dia berjalan dengan hati-hati seakan sedang uji nyali mendekati kamar mandi sambil mulutnya komat-kamit membaca do'a yang dia bisa, tidak ada satu orangpun yang tahu tentang apartemennya, karena itu dia tidak mengira ada manusia yang tinggal disana. Mungkin karena Nathalie tidak bilang pada Pengacara Kenzi bahwa apartemen yang dia tempati adalah apartemen miliknya Dilan.
Dilan tidak tahu bahwa di kamar mand itu ada Nathalie yang sedang mandi. Selama satu minggu ini Nathalie memang tidur di kamarnya Dilan, untuk mengobati rasa rindunya kepada pria itu.
Nathalie melilitkan handuk ke tubuhnya, dia tak peduli berpenampilan sangat seksi, toh hanya tinggal sendirian di apartemen.
"Hhh... sifatnya benar-benar menyebalkan. Padahal aku sudah tau dari dulu dia memang sangat menyebalkan, kenapa bisa aku jatuh cinta padanya?" Nathalie mendengus dengan kesal, jika dia bisa memilih, dia juga tidak ingin jatuh cinta padanya. Tapi urusan masalah hati tidak bisa dia atur sesuai dengan keinginannya.
Nathalie segera keluar dari kamar mandi.
Ceklek!
Nathalie terlonjak. Betapa terkejutnya dia saat melihat Dilan yang sedang berada di depan pintu kamar mandi, begitu juga Dilan, mungkin karena dua-duanya kaget, sehingga mereka berdua berteriak sekencang mungkin.
"Huaaaaa!"
__ADS_1
Sampai handuk yang dikenakan Nathalie melorot ke bawah, saking kagetnya.