Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Lima Puluh


__ADS_3

"Saya sudah menemukan keberadaan ayahnya." ucap Detektif Al kepada Dilan, dia telah menemukan keberadaan ayahnya Nathalie, orang yang selama ini Nathalie cari.


Dilan tak berani membuka berkas-berkas tentang ayahnya Nathalie, karena itu semua bukanlah urusannya, jadi dia hanya akan mengambil berkas tersebut dan akan memberikannya kepada Nathalie. "Biar saya yang bawa berkas ini, nanti saya berikan pada Nathalie."


Walaupun Dilan penasaran, mengapa Nathalie mencari keberadaan ayahnya? Apakah mungkin ayahnya dulu meninggalkannya?


Ternyata di balik sikapnya yang ceria, Nathalie adalah gadis yang malang.


Detektif Al menganggukan kepala. "Ya sudah, tolong berikan berkas itu kepadanya."


Kemudian Detektif Al memberikan kepada Dilan berkas-berkas mengenai penyelidikan yang telah dia lakukan terhadap kecelakaan yang hampir saja menewaskan Dilan.


"Saya telah menduga bahwa kecelakaan di jurang itu telah di manipulasi, padahal Nona Nathalie bilang Anda datang ke kota D menuju ke Villa Permata, akan tetapi mengapa mobil Anda berada di jurang yang arah jalannya berlawanan?" Detektif Al menjelaskan apa saja yang telah berhasil dia selidiki.


Dilan membenarkan apa yang telah diselidiki oleh Detektif Al. "Iya, memang kenyataannya begitu, aku diserang saat berada di jembatan, yang terakhir aku ingat adalah saat aku berkelahi dengan seseorang yang wajahnya ditutupi masker hitam, dia mendorongku ke sungai. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi."


Dilan terdiam sejenak, mengapa Nathalie tahu malam itu bahwa dia akan pergi ke Villa Permata? Apakah mungkin Nathalie tahu dari Pengacara Kenzi?


"Sudah jelas ini adalah pembunuhan berencana, apa Anda tahu ciri-ciri orang yang menyerang Anda saat itu?" tanya Detektif Al kembali.


Dilan terdiam, dia mencoba mengingat ciri-ciri orang yang menyerangnya, dia sangat susah sekali untuk mengenali wajahnya, karena wajahnya ditutupi oleh masker.


Hendrik memang pintar, dia memilih lokasi untuk menyerang ataupun membunuh korban di tempat yang tidak ada CCTV, sehingga siapapun akan kesulitan untuk mencari identitas pembunuh bayaran itu.


"Postur tubuhnya cukup tinggi mungkin sekitar 185 cm, dia memiliki badan yang besar, matanya sedikit sipit." Dilan mencoba membayangkan kembali bagaimana ciri-ciri orang yang menyerangnya itu. "Emm... kulitnya sawo matang."


Dilan tak bisa menemukan ciri khas dari Hendrik, hanya itu yang dia ingat, tentu saja Detektif Al nampak kesulitan mencari seorang pria yang hanya memiliki ciri-ciri seperti itu.


"Hm, saya rasa dia adalah seorang pembunuh bayaran ahli, dia membunuh tanpa menghilangkan jejak. Walaupun dia cukup lalai dengan idenya yang membunuh orang lain lagi untuk dijadikan mayat agar dikira mayat Anda. Dan menjadikan jurang sebagai seolah-olah menjadi lokasi kecelakaan, padahal itu sangat berlawanan arah."

__ADS_1


Detektif Al ingin memberikan pertanyaan lagi kepada Dilan. "Siapa saja yang tahu Anda akan pergi ke Villa Permata malam itu?"


"Hanya istriku dan pengacaraku." jawab Dilan. Dilan memang memberitahu Justin dia akan ke Villa Pertama, tapi dia tidak sempat memberitahu tahu Justin bahwa dia akan pergi ke Villa Permata pada jam berapa, sehingga dia sama sekali tidak mencurigai Justin.


Dilan masih berbicara panjang lebar, "Saya rasa istri saya terlibat dalam kasus ini, karena dia sangat mengharapkan harta saya, bahkan dia telah berselingkuh. Sementara pengacara saya, dia lah orang yang telah menyelamatkan saya."


Detektif Al menganggukan kepala, "Baiklah, kalau begitu saya akan menyelidiki istri Anda dan mencari tahu siapa selingkuhan istri Anda."


"Iya, aku yakin dia dan selingkuhannya adalah tersangka utama dalam percobaan pembunuhan terhadap saya."


"Bagaimana dengan Nona Nathalie? Mengapa dia tahu bahwa malam itu Anda akan pergi ke Villa Pertama?" Detektif Al merasa sepertinya Dilan lupa, selain Selena dan Pengacara Kenzi, Nathalie juga mengetahui tentang kepergian Dilan ke Villa Permata malam itu, karena Nathalie yang bilang sendiri pada Detektif Al saat meminta Detektif Al untuk menyelidiki kecelakaan yang menimpa Dilan.


"Mungkin saja dia tahu dari Pengacara Kenzi." jawab Dilan. Dilan sama sekali tidak ingat padahal dialah yang memberitahu Nathalie ketika dia masih menjadi hantu gentayangan.


...****************...


Setelah bertemu dengan Detektif Al, Dilan memutuskan untuk pulang ke apartemen, dia tidak ingin siapapun tahu bahwa dia masih hidup. Biarkan istri dan selingkuhannya bersenang-senang sebelum mereka mendapatkan ganjaran atas apa yang mereka perbuat, sayangnya dia belum memiliki bukti, karena itulah dia menugaskan Detektif Al untuk mencari bukti tersebut.


Dilan saat ini sedang mengendarai mobilnya, mobilnya telah melewati sebuah halte bus, tiba-tiba saja terlintas bayangan ketika dia dan Nathalie sedang bercanda di halte bus tersebut.


Dilan merasakan kepalanya pusing, dia menepikan mobilnya sebentar, dia meringis sambil mencengkram rambutnya.


Dilan buru-buru mengambil obat yang telah dia siapkan di dalam dasboard mobil, lalu segera meminumnya, tak lama kemudian rasa pusing itu telah menghilang sedikit demi sedikit.


Dilan menarik nafas dalam-dalam, dia merasa lega akhirnya rasa pusing itu sudah mulai membaik.


Kemudian Dilan turun dari mobil, dia duduk di halte bis tersebut, kebetulan suasana disana begitu sepi dan wajahnya memakai masker, sehingga dia merasa aman.


"Kenangan apa ini? Kapan aku dan Nathalie pernah duduk disini?"

__ADS_1


Padahal sebelum Dilan kecelakaan, dia dan Nathalie tidak pernah dekat, bahkan dulu dia tidak mengetahui nama Nathalie ketika memecatnya karena tak pernah memperhatikan karyawan rendahan seperti Nathalie.


"Apa mungkin aku pernah memimpikannya?"


Dilan tertawa, "Astaga, bagaimana mungkin aku memimpikan mantan cleaning servis itu?"


Tapi tak dapat dipungkiri Nathalie memang sangat cantik dan menarik, dia juga terlihat lucu dan menggemaskan. Bahkan dia seorang gadis yang selalu terlihat ceria.


Dilan memegang dadanya yang berdebar-debar, setiap memikirkan Nathalie mengapa jantungnya selalu berdebar-debar seperti ini?


"Ada apa dengan jantungku? Apa karena efek kecelakaan itu sampai jantungku bermasalah?"


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Ponsel Dilan bergetar, ada panggilan telepon dari Pengacara Kenzi. Dilan menggunakan ponsel dan nomor baru, tentu saja telah disediakan oleh Pengacara Kenzi.


Dilan segera menerima panggilan telepon dari Pengacara Kenzi. "Hallo."


"Tuan, Anda sedang berada dimana? Dokter Roberto bilang keadaan Anda belum sepenuhnya pulih, karena itulah Dokter Roberto akan sering memeriksa kesehatan Anda."


"Saya baru bertemu dengan Detektif Al, nanti saya ceritakan jika saya bertemu dengan Anda." jawab Dilan, Dilan menjadi teringat sesuatu. "Oh iya, Pengacara Kenzi, apakah Anda yang memberitahu Nathalie bahwa malam itu aku pergi ke Villa Permata?"


"Tidak, dia sendiri yang cerita kepada saya bahwa dia tahu malam itu Anda datang ke Villa Permata untuk menemui istri Anda. Bahkan dia sangat tahu semuanya tentang Anda. Nona Nathalie bilang Anda lah yang telah memberitahunya."


Dilan mengerutkan keningnya, Nathalie memang pernah bilang pada Dilan bahwa dia tahu semua tentang Dilan karena Dilan sendiri yang memberitahunya ketika Dilan masih menjadi hantu.

__ADS_1


Tidak mungkin, bagaimana bisa aku menjadi hantu? Tapi bagaimana kalau apa yang semua dia katakan itu benar adanya?


__ADS_2