Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Empat Puluh Enam


__ADS_3

Nathalie mematung, dia berdiri menatap Dilan yang sedang mengamatinya, pria itu sedang duduk di kursi sofa memperhatikan Nathalie, dia menyilangkan tangan di dada dan menumpangkan kaki, menatap Nathalie dengan tatapan dingin.


Mata Nathalie berkaca-kaca menatap Dilan, dia merasa bahagia, sungguh rasanya seakan dirinya sedang bermimpi, ternyata Dilan masih hidup, bahkan sekarang pria itu terlihat baik-baik saja. Ingin sekali rasanya Nathalie memeluk pria itu.


"Jadi kamu CEO baru di Niroga?" tanya Dilan dengan sikapnya yang angkuh.


Nathalie nampak menganga, dari cara Dilan bertanya kepadanya dan melihat sikapnya, apakah mungkin Dilan telah melupakan semua kenangan yang dia lalui bersama Nathalie ketika Dilan menjadi arwah?


Dilan terlihat sedang frustasi, dia membaca surat yang ditunjukkan oleh Pengacara Kenzi kepadanya, tulisannya memang mirip sekali dengan dirinya, bahkan tanda tangannya pun juga sama. Padahal tanda tangannya itu sangat sulit untuk ditiru.


Yang membuatnya bingung, kapan dia menulis surat itu? Mengapa dia mempercayakan jabatan CEO kepada Nathalie meski untuk sementara? Mengapa disurat itu menyatakan bahwa Dilan mencabut keinginannya untuk menyerahkan seluruh hartanya dan jabatannya untuk Selena jika dia mati? Padahal waktu itu dia sudah mantap dengan keputusannya.

__ADS_1


Dan yang lebih aneh, ketika Dilan terbangun dari koma, mengapa orang yang pertama kali Dilan ingat adalah Nathalie, bukan Selena? Terbayang begitu jelas ketika Nathalie menangis memanggil namanya, seakan bayangan itu sangat nyata.


Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Dia sama sekali tidak paham, mengapa hatinya sangat merindukan gadis itu, rasanya tak masuk akal jika dia merindukan seorang gadis dari kalangan rendahan seperti Nathalie. Padahal dia telah memiliki seorang istri.


Dilan merasakan dirinya aneh, saat menatap Nathalie jantungnya berdebar-debar seakan dia telah jatuh cinta pada gadis itu.


Sungguh tak masuk akal, bagaimana bisa dia jatuh cinta pada seorang mantan cleaning servis?


Nathalie lebih baik berkata jujur saja bahwa Dilan yang menulisnya ketika menjadi hantu. "Tentu saja kamu yang menulisnya."


"Kapan?" Dilan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ketika kamu menjadi hantu." jawab Nathalie dengan tenang, dia masih berdiri di hadapan Dilan.


Dilan malah tertawa, sampai sakit perut, jawaban Nathalie sungguh tak masuk akal. "Hantu? Kebohongan macam apa ini?"


"Karena faktanya memang begitu, saat kamu dalam keadaan koma, arwahmu selalu mengikuti aku, kamu meminta bantuanku untuk menjadi CEO sementara, agar jabatan itu tidak jatuh ke tangan istrimu."


Dilan tertawa kembali, "Kamu pikir aku mempercayainya? Kenapa tidak bilang saja kamu merekayasa surat itu agar bisa menjadi CEO di Niroga? Ternyata mimpimu terlalu tinggi, seorang cleaning servis ingin menjadi CEO di Niroga?"


Nathalie akan memahami posisi Dilan saat ini, Dilan tidak mungkin bisa secara langsung mengingat semua kenangan yang mereka lalui selama Dilan masih menjadi hantu, karena itu dia tak akan mengambil hati ketika Dilan berkata seperti itu. Dia yakin cepat atau lambat Dilan pasti akan mengingat semua kenangan itu.


Nathalie menjawabnya dengan tenang. "Aku menjadi CEO sementara hanya untuk membantumu, bahkan jika kamu ingin mengambil alih posisi itu, aku akan melepaskannya, dari awal aku tidak berminat menduduki posisi itu. Semuanya aku lakukan hanya demi kamu."

__ADS_1


Dilan terdiam, sepertinya Nathalie sungguh-sungguh berkata seperti itu. Lama sekali dia memandangi wajah Nathalie, dia tak paham dengan apa yang dia rasakan sekarang pada gadis itu, mengapa hatinya berdebar-debar ketika memandangi wajahnya. Dilan segera membuang muka, mengalihkan pandangannya ke arah lain.


__ADS_2