
"Dilan!" Untuk sekian kalinya Nathalie memanggil nama Dilan sambil menangis, karena tak bisa menolong Dilan yang terlihat sedang kesakitan.
Nathalie tidak tahu harus berbuat apa, bahkan menyentuhnya pun dia tidak bisa, kenyataan ini sungguh membuatnya sangat menyakitkan.
"Arrgghhh!" Dilan meringis memegang dadanya, dia terlihat sangat kesakitan sekali. Hanya bisa bersimpuh di aspal sana.
"Dilan, bertahanlah aku mohon!" Nathalie memohon dengan sangat, dia tidak ingin kehilangan Dilan.
Jika seandainya Dilan memang sudah mati, Nathalie rela diikuti terus oleh hantu tampan tersebut, berharap Dilan tak akan pernah menghilang di dunia ini.
Dengan sisa tenaga yang Dilan miliki, Dilan berusaha untuk bangkit, dia berjalan ke arah Nathalie, walaupun kakinya terasa berat untuk melangkah. Dia tertatih-tatih.
Dilan berusaha untuk menyentuh wajah Nathalie, akhirnya dia bisa menyentuhnya lagi, menghapus air mata yang membahasi pipi Nathalie.
"Maafkan aku, Nathalie." lirih Dilan.
Nathalie tak bisa berhenti menangis, dia menatap Dilan dengan tatapannya yang teramat mendalam. Wanita itu sangat terlihat sedih karena tak ingin kehilangan Dilan.
"Maafkan aku, karena aku telah menempatkan mu ke dalam bahaya. Seharusnya aku berpikir matang sebelum melibatkan kamu masuk ke dalam masalahku." Dilan sadari dari dulu dia sangat angkuh dan egois, hanya mementingkan dirinya sendiri. Tapi sekarang dia sadar setelah dia banyak melewati hari-hari bersama Nathalie, dia telah jatuh cinta pada gadis itu. Dilan tidak ingin Nathalie terluka.
__ADS_1
Nathalie menggelengkan kepala, "Jangan merasa bersalah padaku, aku senang bisa membantu kamu. Aku akan membantu kamu mencari tahu siapa orang yang telah membunuh kamu."
"Tidak, lebih baik kita hentikan saja kerjasama kita." Dilan merasakan ada yang aneh pada tubuhnya, dia takut dia akan segera menghilang di dunia ini, tak bisa melindungi Nathalie lagi. Dilan tak ingin Nathalie terluka.
"Kenapa? Padahal kita sudah terlanjur melangkah lebih jauh?" Nathalie tak paham mengapa Dilan tiba-tiba menyuruhnya untuk berhenti terlibat lagi ke dalam masalahnya Dilan.
Dilan mengatakannya dengan berat hati, "Aku... aku rasa sepertinya aku akan segera pergi."
Nathalie nampak mematung mendengar perkataan Dilan, perkataan Dilan bagaikan sembilu yang telah menggores hatinya. Sampai dia terasa sulit untuk berucap, kata apa yang harus dia katakan setelah mendengar kata-kata Dilan yang menyakitkan, hantu itu akan segera pergi meninggalkannya.
Dilan memegang wajah Nathalie, "Uang yang aku berikan padamu gunakanlah untuk biaya kuliah kamu di luar negeri dan biaya hidup kamu. Kamu bicarakan baik-baik dengan Pengacara Kenzi, dia pasti akan paham dengan keputusanmu ini. Lupakan tentang semua apa yang kamu ketahui yang ada di Niroga, karena seharusnya dari awal kamu tidak boleh terlibat. Mereka tidak akan mengincar kamu lagi jika kamu berhenti."
Dilan menghapus kembali air mata Nathalie, dia juga sebenarnya sangat sedih karena petualangannya sebagai hantu hanya cukup sampai disini. Terlebih dia sangat berat untuk meninggalkan Nathalie, hari-hari yang dia lalui bersama Nathalie sungguh sangat bermakna.
"Terimakasih untuk semuanya, Nathalie." Dilan mengatakannya dengan suara yang parau, menahan semua rasa kesedihannya.
"Tak bisakah kamu tetap disini? Aku tidak keberatan jika seumur hidup kamu terus mengikutiku?" Susah payah kalimat tersebut keluar dari bibir Nathalie sambil terisak.
Dilan juga sebenarnya ingin seperti itu, dia tak ingin pergi meninggalkan Nathalie, tapi dia merasakan tubuhnya terasa melemah dan jantungnya terasa sakit, seakan dia akan segera pergi meninggalkan Nathalie.
__ADS_1
Dengan perlahan Dilan mencondongkan wajahnya, meriah tengkuk Nathalie, mencium bibirnya.
Nathalie memejamkan matanya, bibirnya menyambut ketika Dilan memagut bibirnya dengan sangat lembut. Sebuah ciuman perpisahan mereka terasa begitu menyesakkan.
Dilan melepaskan ciumannya, dia memandangi Nathalie. "Aku mencintaimu, Nathalie. Aku tidak ingin menyesal jika tidak mengatakannya padamu. Karena itu jika seandainya aku ditakdirkan untuk bisa hidup kembali, aku harap perasaan ini akan tetap ada dihatiku, dan aku akan mencarimu. Tapi jika seandainya aku ditakdirkan sudah mati, aku akan membawa perasaan ini dihatiku."
Nathalie terisak kembali, kini dia sadar bagaimana perasaannya pada Dilan, dia juga jatuh cinta kepada hantu itu. "Aku juga mencintaimu, Dilan. Sangat mencintaimu."
Dilan memaksakan diri untuk tersenyum, dia berjalan mundur empat langkah menjauhkan jaraknya dari Nathalie.
"Dilan!" Nathalie terkejut ketika melihat tubuh Dilan dengan perlahan-lahan menghilang bagaikan buih-buih berwarna putih, sehingga tubuh Dilan kini tak nampak lagi. Dilan telah menghilang, meninggalkannya.
Suara tangisan Nathalie pecah, dia belum siap ditinggalkan oleh Dilan, sungguh menyesakkan.
"Dilaaan!"
Nathalie terduduk pasrah di jalanan yang begitu sepi, akhirnya dia harus ditinggalkan lagi disaat dia sudah mulai merasakan bahagia setelah bertemu Dilan.
"Arrgghhh... Dilan!"
__ADS_1