Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Lima Puluh Tujuh


__ADS_3

Selena sangat marah ketika bertemu dengan ketua preman yang telah dia sewa karena telah gagal melakukan apa yang telah dia suruh.


"Aku sudah membayar kamu dan anak buahmu mahal lho, tapi untuk membunuh satu cewek aja kalian gak becus?" bentak Selena kepada ketua preman suruhannya.


"Ada seorang pria datang menolongnya, dia sangat kuat sekali. Sayangnya kami gak bisa melihat dengan jelas wajahnya, hanya saja si Nathalie itu memanggilnya Dilan." lapor sang ketua preman kepada Selena, saat ini Selena sedang berada di sebuah cafe bertemu ketua preman itu, tadinya dia berharap mendapatkan kabar baik, tapi ternyata malah mendapatkan kabar yang mengecewakan, ketiga preman suruhannya malah gagal mencelakai Nathalie.


Selena terdiam, apakah mungkin Dilan masih hidup? Kemudian Selena tertawa, sudah jelas bahwa Dilan sudah mati, kuburannya pun ada, bagaimana mungkin Dilan hidup lagi. "Di dunia ini yang namanya Dilan gak cuma satu, gak mungkin suamiku masih hidup."


"Ya, saya hanya melaporkan saja, siapa tahu suamimu masih hidup." ucap ketua preman itu lagi.


Selena terdiam kembali, bagaimana kalau ternyata ucapan preman itu benar bagaimana kalau seandainya Dilan masih hidup? Bahkan Justin pernah bilang kepadanya bahwa Hendrik berkelahi dengan hantu Dilan. Mereka waktu itu tidak mempercayai ucapan Hendrik, tidak percaya akan adanya hantu.


Selena menggelengkan kepalanya. "Gak mungkin, Dilan pasti sudah mati."


Tapi bagaimana kalau Dilan masih hidup? Selena harus bertemu dengan Justin, dia harus membicarakan hal penting ini.


Saat berada di parkiran mobil, Selena tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria.


"Maaf mbak gak sengaja." ucap pria berusia 28 tahun itu.


Selena malah terlihat emosi. "Kalau jalan pakai mata dong!"


"Pakai kakilah mbak, masa jalan pakai mata."


Selena tak menghiraukan pria itu, dia segera masuk ke dalam mobil.


...****************...


Justin sudah berada di rumahnya, malam ini dia terlihat emosi sekali, sampai memukul-mukul dinding dengan tangan kosong.


Bugh...


Bugh...


"Brengsek!"

__ADS_1


"Seorang mantan cleaning servis itu berani sekali menolak aku? Dia pikir dia itu siapa heuh!" Justin merasa harga dirinya runtuh karena Nathalie telah menolak cintanya.


Justin sama sekali tidak peduli dengan tangannya yang terluka, yang penting dia telah melampiaskan kekesalannya.


Justin kemudian tertawa, "Oke, sekarang kamu boleh menolak aku, tapi nanti setelah kamu berhasil aku miliki, kamu akan tergila-gila padaku, Nathalie."


Mungkin maksud Justin, dia akan membuat Nathalie seperti Selena, yang rela melakukan apa saja demi dirinya.


Ting-Tong...


Terdengar suara bel rumah berbunyi, hal itu membuat Justin sangat kesal.


"Siapa malam-malam datang kesini?" gerutu Justin, dia terpaksa harus membuka pintu.


Ternyata orang yang datang ke rumahnya adalah tamu yang tak diharapkan.


"Selena? Untuk apa kamu datang kesini?" Justin terlihat tidak suka dengan kedatangan Selena ke rumahnya.


Selena tak menghiraukan pertanyaan dari Justin, dia malah memeluk pria itu, "Tentu saja aku kangen banget sama kamu, sayang."


Justin melepaskan pelukan Selena, "Aku gak apa-apa, ada kepentingan apa kamu datang kesini?"


Sebelum menjawab pertanyaan dari Justin, Selena masuk ke dalam rumahnya Justin tanpa permisi, kemudian dia duduk di ruang tamu. "Ada berita penting yang ingin aku katakan padamu."


Justin terpaksa duduk disamping Selena, "Berita penting apa?"


"Aku menyuruh seseorang untuk mencelakai Nathalie."


Justin terkejut mendengarnya. "Kamu gila ya? Untuk apa kamu mencelakainya?"


Selena tidak mengerti mengapa Justin harus semarah itu padanya, "Lho kok marah sih? Bukankah sebelumnya kamu pernah menyuruh Hendrik untuk membunuh Nathalie? Kenapa sekarang kamu marah? Gak mungkin kan kamu jatuh cinta padanya?"


Justin masih menyangkal dengan perasaannya terhadap Nathalie. "Gak mungkin lah, mana mungkin aku jatuh cinta pada mantan cleaning servis itu. Hanya saja aku gak ingin kamu bertindak gegabah yang nantinya akan merugikan kita."


"Tapi ada satu hal yang yang harus kamu tahu, Justin. Ketiga preman suruhan aku gagal mencelakai Nathalie karena ada seorang pria yang menolongnya, Nathalie memanggil pria itu Dilan. Bagaimana kalau ternyata Dilan masih hidup dan ternyata Hendrik telah membohongi kita?"

__ADS_1


Justin sangat mempercayai Hendrik, "Tidak mungkin Hendrik bertindak gegabah seperti itu."


"Kalau gak percaya, aku akan menelpon preman suruhan aku, aku akan menyuruh dia datang kesini menjelaskannya padamu."


Selena meronggoh tasnya untuk membawa ponselnya, dia nampak terkejut ketika menyadari ponselnya tidak ada disana, sampai dia mengeluarkan semua yang ada di dalam tasnya.


"Astaga, ponsel aku hilang."


...****************...


Malam ini Dilan memandangi Nathalie yang sudah tidur terlelap disampingnya, tidur bersama tapi tak melakukan apapun pasti sangat menyiksa, karena bagaimanapun dia adalah pria yang normal.


Tapi Dilan harus membuktikan cintanya kepada Nathalie begitu tulus, dia tidak ingin merusak masa depan Nathalie karena naf-sunya. (Reader: Tumben novelmu bener. Othor: lagi mode polos 😅)


Dilan belum bisa memberitahu Nathalie tentang ayahnya, dia yakin jika Nathalie mengetahui tentang ayahnya, Nathalie pasti akan menghindarinya, merasa tak pantas karena ayahnya telah menjadi tersangka atas pembunuhan terhadap orang tuanya Dilan.


Apalagi Dilan tak memiliki banyak waktu, sebelum hukuman mati itu tiba, dia telah menyuruh Detektif Al untuk menyelidiki kembali kasus pembunuhan 10 tahun yang lalu. Dilan merasa ada kejanggalan ketika mengetahui bahwa Hendrik adalah orang yang telah mencoba membunuhnya dan juga hampir mencelakai Nathalie, apalagi postur tubuh dan sorot matanya pembunuh kedua orangtuanya hampir mirip dengan Hendrik.


Dan Dilan memutuskan akan secepatnya menampakkan diri kepada semua orang, bahwa sebenarnya dia masih hidup. Kemudian dia juga akan menceraikan Selena. Lalu menikahi Nathalie.


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Ponsel Dilan bergetar, dia melepaskan pelukannya kepada Nathalie, lalu duduk, meraih ponselnya diatas nakas.


Ternyata ada pesan dari Detektif Al.


[Sesuai yang anda pinta, saya sudah membawa ponselnya Selena dan mengawasi Selena.]


Selena tidak tahu bahwa orang yang bertubrukan dengannya di parkiran depan kafe itu adalah Detektif Al. Dan kini Detektif Al sedikit berada di depan rumah Justin, karena dia disuruh oleh Dilan untuk mengawasi Selena.


...****************...


...Menuju End...

__ADS_1


__ADS_2