
“Kaamuuu…” Dita heran setelah melihat yang datang adalah Toni.
“Jawab dulu salamku “Toni tersenyum di balik pintu
“Alaikumussalaam… kok balik lagi, udah malem lho ini." Dita sekenanya bicara saking tidak menyangka.
“Iniii….” Toni mengangkat tas warna biru,
"Astaghfirullah rupanya tertinggal di mobil? sini,” Dita mau mengambil tasnya. Tapi Toni makin menjauhkan tangannya dari jangkauan Dita.
"Jangan gitu deh pak, udah malem nih. Mau dikasiin gak sih sebenernya." Dita agak cemberut
"Mau, tapi jangan panggil aku bapak." Toni ngasih syarat.
"Ya udah kalau gak mau ngasiin mah, bawa aja lagi." Dita mau menutup pintu.
"Ya udah aku cuci ya." Tonipun balik badan mau pulang.
"E...jangan..jangan dibawa pulang sini kak.." Spontan Dita memanggil
Tiba-tiba suara ibunya Dita menghentikan perdebatan keduanya.
“Siapa Diiiit, kok gak di suruh masuk tamunya,”
“Selamat malem tantee, maaf saya datang malem-malem, ini mau ngembaliin barangnya Dita tertinggal di mobil tadi, kayaknya baju yang basah.”akhirnya Toni memberikan kantongnya sama Dita.
“Dari tadi kek! “ secepat kilat Dita menyambar tasnya.
Ibunya mesem sambil menggelengkan kepalanya, melihat tingkah anaknya yang sedikit kekanak-kanakan.
“Trima kasih nak Toni, ayoo masuk dulu,” Ibu membuka pintu lebar
“Enggak bu, pak Toni mau langsung pulang, iya kaan?” Dita mendahului
“I…iya tante, ini udah malam. Sepertinya Dita mau istirahat juga, saya pamit, sekalian minta maaf sudah bertamu malam-malam,” Toni mencium tangan ibunya Dita, terus berjalan menuju mobilnya.
“Pak Tonii, terima kasih udah ngembaliin ini …” Dita menunjukkan tasnya sama Toni, di jawab dengan lambaian tangan dan anggukan penuh hormat untuk ibunya Dita.
“Memang itu tas apa Dit, “ Ibunya penasaran
“Ini baju yang Dita pakai berangkat itu lho bu, kan dita kepeleset jadi basah dan kotor, Alhamdulillah sudah antisipasi bawa baju ganti, karena memang kita mau datang ke daerah korban banjir.” Dita menjelaskan.
“Kamu koq teledor sampai lupa gituh sama bawaannya sendiri”
“Tadi kan pas dateng ada kak Andra, jadi Dita buru-buru turun, “ ujar Dita sambil mengikuti langkah ibunya masuk ke dalam rumah;
“Ibu gak marah kan pak Toni datang malem-malem, “ kembali Dita bertanya saat ibunya berlalu tanpa menjawab.
Dita mengejar sambil bergelayut ke tangan ibunya “ Buu… dia berkorban lho …bela-belain ke sini buat ngembaliin tas.” ujar dita.
“Iyaaa ibu gak apa-apa, lain kali hati-hati dengan barangnya sendiri, dibiasain tertib, mending ketinggalan di mobil teman, kalau ketinggalannya di mobil umum tahu sendiri kan akibatnya.“ ibunya tersenyum .
“Dita janji, makasih ibuku sayaaang . “ Dita memeluk sambil mencium ibunya .
“ Udaah … udaah aah kamu sudah besar gini masih seperti anak kecil, sana istirahat,” ibunya melepaskan pelukan Dita .
__ADS_1
Dita menuju kamar setelah menyimpan cucian.
“Alhamdulillaaah bisa rebahan” Dita bicara sendiri sambil meraih boneka pigy kesayangannya.
“Pigy orang itu nyebelin, sering bikin jengkel” Dita bicara sambil menggoyang-goyangkan bonekanya.
“Aku cape sekali pigy… rasanya hari ini panjang banget buat aku, “ Dita terus bicara sama bonekanya, sampai terdengar bunyi kling… suara pesan masuk, pas di lihat terbaca :
“Aku udah sampai rumah dengan selamat,” Dita tersadarmelihat nomornya.
:” Tahu nomor aku dari mana “
kling : “ Ada deeeh mau tahu aja, abisnya dari tadi di telepon malah di anggap salah sambung “
“Jadi itu kamu yaaa… makanya ambil nomor orang pake permisi tuaaan.”
Kling : “He…he..he..”
Dita melempar hapenya kesel, tapi bunyi kling terdengar lagi dan Dita penasaran.
Ternyata kiriman rekaman lagu, Dita saran dan penamendengarkan lagunya.
Ternyata lagu cantik yang di dengarkan di mobil tadi. Angan Dita jadi terbawa ke suasana tadi siang, dan terganggu dengan bunyi kling yang tak urung dia lihat juga.
“Pasti kamu lagi dengerin lagunya ya “
Dita tidak menjawab pesannya dan meneruskan mendengarkan lagu nya.
Begitu lagunya selesai, Dita penasaran juga karena Toni tidak berhenti mengirim pesan.
“Mau di kirim lagu lain gak.”
“Biarin gak di jawab juga , aku yakin kamu baca kan?" dengan emoji ketawa
“Kepedean banget nih orang nyebeliin.” Dita bicara sendiri, sambil terus membaca pesannya.
“Aku kirim lagu lain khusus buat kamu, jangan baper yaa, aku gak bisa nanggungnya..(kembali dengan emoji tertawa) ”
Dita menggertutu sambil ingin tahu lagu yang dikirimnya. Dita memperbaiki letak bantalnya sambil kembali memasang had phone-nya terdengar suara lembut ustadz Jefri mengalunkan bidadari surga,
“Setiap manusia punya rasa cinta, yang mesti dijaga
kesuciaanya namun ada kala insan tak berdaya, saat dusta mampir bertahta”
“Kuinginkan dia, yang punya setia. Yang mampu menjaga kemurniaanya. Saat ku tak
ada, ku jauh darinya, amanah pun jadi penjaganya”
Tanpa sadar air mata dita menetes larut dengan lagu itu, pikirannya melayang membayangkan calon imam yang akan di kirim Allah untuknya. Pas ingat sosok Andra, kembali air matanya menetes entah kenapa, padahal sisi buruk Andra Dita tidak tahu, kenapa hati kecilnya selalu menolak? Godaan syetankah atau Dita menginginkan orang lain. Entahlah! kembali lagu itu mengalunkan reffnya “
“Hatimu tempat berlindungku.
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
__ADS_1
dijadikan engkau istriku.
Engkaulah Bidadari Surgaku”
“Aamiin,” tanpa sadar Dita mengaminkan bagian itu, dan seketika terperanjat sampai bangun mengucapkan istighfar berkali-kali, Dita berfikir sejenak mengingat amin yang dia ucapkan sampai ke hati,
“Yaa Allaah maafkan aku…maafkan aku, aku telah terbawa suasana malam ini, pantas saja Engkau melarang dua orang berlainan jenis berduaan inilah dampaknya. Getaran itu ada bahkan mungkin lebih besar. Ya Allah aku sudah melakukan dosa ya Roob! aku malu telah berani ngajarin kak Andra, tapi ternyata aku sendiri yang melakukannya.” Dita berulang-ulang mengucapkan kata-kata penyesalan.
“Diit…Diit ada apa..” rupanya suara Dita kedengaran ke luar kamar.
-oo-
Keesokan paginya, Dita terlihat murung. Makanannya pun hanya dipandangi saja.
"Diiit, kamu sakt,” ibu menempelkan tangannya dikening Dita.
“Enggak apa-apa bu, cuman badan rasanya pegal-pegal karena mungkin kemaren kecapean, ketambah malem Dita ketiduran di atas sajadah, abis sholat witir.”
“Kok bisa ketiduran gitu si Diit, ayooo ada apa lagi ini.” Ibu memperlihatkan kekhawatiran sama anaknya.
“Dita rasanya serba salah, maluu banget sama Allah, lagaknya aja mengidamkan laki-laki yang shalih, tapi kelakuan Dita tidak mencerminkan wanita yang shalihah “ Dita menjawab sambil menundukkan kepalanya.
“Lho-lho emang kenapa.” ibunya heran.
“Dita jadi merasa bersalah sama kak Andra. Kemaren Dita ceramahin dia abis-abisan tentang hubungan yang di benarkan dalam islam, tapi tanpa sadar Dita melanggar prinsip Dita sendiiri,” Dita makin menundukan kepalanya.
“Lho… memang apa yang Dita lakukan sama nak Toni, bukannya dia langsung pulang kemaren malem?” ibunya keheranan dengan pikiran anaknya.
“Iya,,,, tapi dia ngirim pesan pribadi, sampai Dita merasakan sesuatu yang tidak seharusnya. Dita nyesel bu..” Dita menunduk menyembunyikan air mata yang akan keluar.
“Diiit, perasaan bersalah, belum tentu itu sebuah kesalahan. Mana coba ibu lihat pesan-pesannya,”
Dita berjalan mengambil hapenya di kamar dan di berikan sama ibunya.
“Lho ini hapemu kan mati nak, bagaimana kalian saling kirim pesan”
“Malem Dita matiin,” sahut Dita.
Terlihat pesan masuk banyak yang tidak di jawab, ibunya makin heran lagi, yang mana yang bikin anaknya merasa melakukan dosa, karena kata-kata yang biasa saja. Tapi pas melihat ada pesan lagu yang dikirim, ibunya coba mendengarkan … baru faham apa yang dirasakan anaknya.
‘Jadii Dita merasa nak Toni sedang menginginkan Dita menjadi bidadari surganya?”
“iya buu, malah tanpa sadar Dita mengaminkannya, makanya dari situ Dita matiin hapenya. “
“Oooh waktu Dita istighfar sampai kedenger ke luar?" Ibunya mulai memahami perasaan anaknya.
“Iya buu.. Dita terus ambil air wudhu buat sholat witir takut kesiangan, dan berdoa panjang, sampai bener-bener nyesel, maka doanya panjang minta ampun sama Allah gak habis-habis."
Ibunya tersenyum, mendengar penjelasan anaknya, dan terus melihat pesan yang masuk berikutnya.
"Sudah ah! kan Dita sudah minta ampun sama Allah. Tinggal perbaiki kedepannya, dan lebih menjaga hati ya? Nak Toni boleh jadi tidak berniat begitu juga, mungkin senang karena lagunya enak…Ayoo makan, memangnya kamu mau sakit” ibu mendorong makanannya.
Tiba-tiba hape Dita berbunyi...........
__ADS_1