Hasrat Terlarang Untuk Menantuku

Hasrat Terlarang Untuk Menantuku
BAB. 11 Menceritakan perkara rumah tangganya


__ADS_3

Tadi Lisa juga sudah menceritakan semuanya kisah rumah tangganya pada ke dua sahabatnya di Cafe, karena kalau tetap di restoran ia malu pada pengunjung yang sedang menatap ke arahnya.


Amanda mau pun Intan merasa tidak percaya kalau Luna tega menjadi penghancur rumah tangga Lisa, apa lagi persahabatanya dari kecil.


"Ja-jadi Luna menjadi istri ke dua Rafa?"


Amanda bertanya dengan suara terkejut dan terbata-bata.


"Iya, aku tidak tau apa salahku pada Luna, hingga Luna tega merebut suamiku, bahkan sekarang Luna sedang mengandung benih dari Rafa."


"Apa?!!!"


Amanda dan Intan berteriak secara bersamaan, ia masih syok saat tau kalau Luna menjadi istri ke dua dari Rafa, dan sekarang mereka berdua tambah syok saat menemukan pakta lain kalau Luna juga sedang mengandung benih dari Rafa.


"Apa Luna itu wanita gila?! Bagai mana bisa Luna menghianati persahabatan kita hanya karena cinta? Lisa, aku mau kamu jangan diam saja, aku mau kamu sebarkan berita pernikahan mereka, setidaknya kamu akan memiliki banyak dukungan dari para netizen, dan aku ingin lihat Luna dan Rafa sialan itu menderita, apa lagi Rafa, tidak tau terima kasih, sudah sembuh lupa sama kamu sampai menikahi wanita lain yang bisa hamil, memang gila!"


Intan berbicara panjang lebar dengan mata yang sudah memerah, ia sangat marah saat tau kalau Luna hamil.


"Kalau aku jadi kamu, aku tendang saja burung sialan Rafa, kalau perlu sampai impoten tuh burung Rafa, enak sekali Rafa membuang kamu begitu saja karena perkara anak, bukan'kah dulu Rafa tidak mempermasalahkan tentang anak? Kenapa sudah sembuh Rafa bertingkah, dasar lelaki gila!"


Amanda juga ikut marah, ia juga tidak terima saat tau kalau Rafa menikah lagi.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini Lis? Aku harap kamu jangan jadi wanita lembah lembut lagi, sudah cukup kamu di tindas oleh Tante Lusi, dan sekarang kamu juga di hianati oleh Rafa, apa ini ada kaitannya dengan Tante Lusi yang selalu menginginkan anak?"


"Iya, Mama meminta agar Rafa segera memberinya cucu, dan Mama juga yang menyuruh Rafa untuk menikahi Luna Amanda, tapi kalau Rafa tidak tertarik dengan Luna, mana mungkin Rafa bisa melakukan hubungan badan, jadi menurutku, cinta Rafa bukan lagi untukku."


Setelah mengatakan itu Lisa menghela napas panjang, ia masih belum ikhlas untuk menerima segalanya tentang pernikahan suaminya.


"Kalau begitu, kamu rayu saja Om Bagas, kalau perlu kamu selingkuh dengan Om Bagas, agar Tante Lusi tau bagai mana rasa sakit yang kamu rasakan."

__ADS_1


"Iya, aku setuju dengan usulnya Intan Lis."


Raka pun menimpali ucapan dari Intan, ia memang menginginkan Lisa bersama Bagas, dan sekarang Intan sedang mempermudah rencananya.


"Kalian berdua gila, bagai mana bisa aku merayu Papa dari suamiku sendiri? Lagi pula aku tidak dekat dengan Papa, tapi saat aku di hina habis-habisan oleh Mama, Papa yang membelaku paling depan dari pada suamiku."


"Bagus kalau begitu kamu rayu saja Om Bagas, Lisa, aku dan Amanda mau pun Raka, tidak suka melihat kamu di tindas, sudah saatnya kamu melawan tikus-tikus seperti mereka."


"Aku tidak tau, tapi ada satu hal yang membuat aku bingung dengan Papa, semalam aku tidur di kamar Papa, karena Papa memiliki dua ranjang di kamarnya, lalu aku tidur, tapi tidak lama aku terbangun karena mimpi buruk, lalu Papa pindah ke ranjangku, ia memelukku dengan meletakan bantal untuk menyuruhku tiduran di lengannya, aku tidur sangat nyenyak dalam pelukan Papa, bahkan aku tidak mimpi buruk lagi."


Lisa menghentikan pembicaraannya untuk menghela napas panjang, sebelum ia melanjutkan kembali ucapannya.


"Aku jadi bingung, siapa sebenarnya Papa, apa lagi Papa juga memiliki foto Gadis kecil yang ada dalam mimpiku, aku yakin kalau Papa pernah mengenalku sebelum aku menikah dengan Rafa."


Amanda dan Intan sangat terkejut saat tau kalau Lisa tidur dalam pelukan Papa mertuanya, apa lagi mereka tau kalau Papa mertuanya itu sangat menjaga jarak dengan Lisa, tapi kali ini Papa mertuanya menyayangi Lisa.


"Bagus kalau begitu, bukan'kah itu memudahkan kamu untuk mendekati Om Bagas?"


Lisa berteriak, ia tidak habis pikir dengan ke tiga sahabatnya yang menyuruh ia untuk mendekati Papa dari suaminya sendiri.


"Iya kita memang gila Lis, tapi yang jelas apa pun jalan yang kamu ambil, kita pasti tetap akan mendukung kamu Lis, kamu jangan merasa sendiri, karena kita sangat menyayangi kamu."


Lisa mengangguk pelan sambil memeluk Intan, ia merasa beruntung memiliki sahabat seperti mereka yang sangat baik dan jalan apa pun yang ia ambil sahabatnya akan tetap mendukungnya.


"Terima kasih karena kalian selalu ada untukku."


"Sama-sama!"


Mereka bertiga menjawab serempak. Amanda juga ikut mendekati Lisa dan Intan, lalu langsung memeluk ke duanya secara bersamaan.

__ADS_1


"Aku juga mau di peluk."


Akhirnya Lisa dan Intan melepaskan pelukannya dan langsung berpelukan bertiga, sedangkan Rafa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah lebay dari para wanita.


"Dasar cewe lebay."


"Sembarangan kamu!"


Mereka bertiga menjawab ucapan dari Raka sambil melepaskan pelukannya, lalu langsung duduk lagi.


"Intan, Amanda, apa aku harus minta maaf iya pada Mama dan Papa? Aku tau aku salah, ternyata ucapan mereka memang benar kalau Rafa tidak cocok untukku, Rafa menghianatiku."


"Saran aku iya Lis, kamu harus minta maaf pada ke dua orang tuamu."


Intan menjawab sambil tersenyum lebar, tidak ada yang tau kalau Lisa hanya putri angkat dari pasangan Ardi Wijaya dan Maya, hanya Rafa yang tau kalau Lisa putri angkat mereka.


"Iya kamu benar Intan, aku selama ini sudah salah menentang mereka."


Setelah mengatakan itu Lisa menghela napas berat.


"Sudah, intinya aku tidak mau kalau kamu menjadi wanita lemah lebut lagi, apa lagi di depan Luna, dan aku akan menelpon Luna, kalau Luna bukan geng dari kita lagi, karena Luna tega merebut Rafa dari kamu, dan ingat masalah apa pun yang kamu hadapi aku mau kamu cerita sama kita Lis, jangan berpikir kalau kamu hanya sendirian, kita selalu ada untuk kamu."


Lisa menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar, hatinya jauh lebih tenang setelah menceritakan segalanya pada ke tiga sahabatnya.


"Sekarang lebih baik kamu ke hotel, minta maaf pada Papa kamu, lalu pulang ke rumah dan minta maaf ke Mama kamu Lis, kamu harus menceritakan segalanya pada ke dua orang tua kamu, agar kamu mendapatkan arahan dari orang tua kamu."


Amanda berbicara sambil mengelus kepala Lisa dan berkali-kali ia menghela napas berat, ia juga masih merasa tidak menyangka, kalau Luna tega menghianati persahabatannya hanya untuk cinta.


"Amanda, aku ingin membuat Luna tidak memiliki akte lahir anaknya kalau Rafa masih kekeh ingin mempertahankan pernikahanku, aku tidak akan pernah mengijinkan mereka menikah secara negara, aku ingin mereka juga menderita, apa aku salah kalau menginginkan hal itu?"

__ADS_1


"Kamu tidak salah Lis, kamu itu wanita yang sangat pintar, aku tau kalau kamu bisa mengatasi segala masalahmu. Oh iya, jadi karena masalah ini kamu menginginkan perusahaan Setiawan Gerup bangkrut?"


"Iya Amanda, dulu saat aku memegang perusahaan itu sedang di ambang ke bangkrutan, dan aku mau perusahaan itu seperti semula lagi."


__ADS_2