Hasrat Terlarang Untuk Menantuku

Hasrat Terlarang Untuk Menantuku
BAB. 23 Ayam Goreng Gosong


__ADS_3

Setelah dari Mamanya kemarin pagi, Lisa masih belum menemukan jawaban apa pun dari Mamanya, ia merasa sangat sulit untuk memecahkan semua teka-teki dalam mimpinya.


Lisa ingin sekali menyerah untuk mencari tau tentang Kalisa, tapi mimpi buruknya terus saja menghantui tidurnya hingga ia memutuskan untuk tetap mencari tau.


Namun Lisa sendiri saja bingung, ia harus mencari tau bagai mana kalau tidak ada satu pun orang yang memberi tahunya.


"Huh bisa gila kalau seperti ini terus." batin Lisa


Lisa yang sedang membuat sarapan terus saja berpikir hingga ayam goreng tepung kesukaannya gosong.


"Ya ampun gosong!"


Lisa langsung mematikan kompornya, ia tersenyum meringis saat melihat ayam goreng tepung yang sudah menghitam.


"Ini semua gara-gara Kalisa sialan!!"


Tiba-tiba saja Lisa mendapatkan pelukan dari belakang dan mendapatkan kecupan singkat di pipi kanannya, ia langsung melihat ke arah samping lalu langsung melepaskan pelukannya saat tau suaminya yang memeluk ia dari belakang.


"Jangan kurang ajar brengsek! Gara-gara kamu ayam tepungku gosong!"


Lisa langsung menatap tajam suaminya yang sedang menatapnya.


"Aku baru saja datang sayang, jadi mana mungkin ayam gorengmu gosong karena aku."


"Itu pakta! Lagi pula ngapain kamu kesini?! Sana urus saja istri manjamu dan jangan sampai istri manjamu itu sampai mengusikku!"


"Aku kangen kamu sayang, kenapa kamu semalam mengunci kamarmu?"


Memang sudah dua hari ini istri pertamanya mengunci kamarnya setelah Papa tirinya pergi untuk perjalanan bisnis.


"Aku takut di lecehkan oleh kamu, bisa saja kamu melakukan macam-macam pada mantan istrimu yang cantik ini."


"Kamu masih istriku Lisa, bukan mantan istriku, aku akan pergi bersama Luna dan Mama, kamu yakin tidak ikut?"


"Ngapain aku harus ikut? Dari pada aku ikut, lebih baik aku shopping."


Rafa menghela napas berat, perusahaannya masih memiliki masalah, Mamanya mengajak ia untuk berlibur karena akan merayakan ulang tahun adik Luna, dan istrinya akan pergi shopping, ia merasa permasalahannya bukan semakin selsai karena sudah menikahi Luna, tapi permasalahannya tambah banyak.

__ADS_1


"Aku mohon berhenti shopping sayang, uangku tersisa 3 miliyar lagi, belum lagi sekarang sedang memiliki masalah perusahaan."


"Aku tidak peduli, selama kamu tidak ingin menceraikanku, jangan berharap kalau aku berhenti berbuat ulah!"


Belum sempat Rafa menjawab ucapan dari istri pertamanya, tapi Mamanya sudah berbicara lebih dulu.


"Rafa, ceraikan wanita mandulmu, untuk apa lagi kamu mempertahankan istri tidak bergunamu?!"


"Ma, ini masalah Rafa, Mama tidak perlu ikut campur."


"Kamu bilang tidak boleh ikut campur setelah istri mandulmu menghabiskan uang hingga 3,5 triliun? Memangnya uang kamu itu dapat ngambil dari pohon hingga Lisa seenaknya menghabiskan uang sebanyak itu dalam waktu satu hari?!"


"Ma, apa yang Lisa lakukan tidak akan pernah sebanding dengan pengorbanan Lisa selama ini, jadi berhenti memojokan Lisa."


"Sudah kalian pergi dari sini! Aku mau makan!"


Lisa terpaksa sarapan sayur buah bit saja karena ia malas untuk memasak ayam goreng lagi.


Lisa langsung berjalan ke meja makan, tidak peduli dengan suami dan Mama mertuanya yang sedang berdebat di dapur.


"Dasar menantu mandul benalu!"


Lisa berteriak sambil berjalan ke arah meja makan, ia bersyukur karena sudah tau kisah awal ke dua mertuanya menikah, jadi ia bisa melawan Mama mertuanya yang selalu saja kurang ajar padanya.


Lusi mengepalkan ke dua tangannya saat mendengar ucapan dari menantunya yang semakin hari semakin kurang ajar semenjak tahu perselingkuhannya bersama Rangga membuat ia tidak bisa melawan menantunya lagi.


"Rafa, ceraikan istri tidak bergunamu itu, bahkan sekarang Lisa sudah tidak ingin masak untuk kita, bahkan kita juga tidak boleh menggunakan asisten rumah tangga juga, untuk apa istri begitu kamu pertahankan Raf?!"


"Ma, kita masih bisa pesan makanan, tolong jangan di buat pusing, tolong Mama jangan mencari masalah pada Lisa, apa tidak bisa sehari saja biarkan Lisa melakukan apa pun sesuka hatinya?"


Setelah mengatakan itu Rafa langsung pergi dari dapur, ia tidak ingin berdebat lagi dengan Mamanya yang menurut ia perdebatan tiada akhir, Mamanya tetap keras kepala, ia menyesal karena telah menikahi Luna yang tidak bisa mengubah apa pun tentang kehidupannya bersama istri tercintanya.


Rafa berhenti di depan meja makan, ia melihat istri pertamanya yang sedang makan sambil mengobrol video call, membuat ia menghela napas berat saat mendengar suara lelaki yang di panggil Papa oleh istrivpertamanya adalah Papa tirinya.


"Sepertinya Lisa dan Papa semakin hari semakin dekat, tidak mungkin Lisa mendekati Papa untuk membalas dendam padaku dan Mama, atau jangan-jangan Papa memang sudah menaruh perasaan dari dulu dengan Lisa?" batin Rafa


Rafa masih diam, ia masih terus mendengarkan percakapan istri pertamanya dengan Papa tirinya. Tiba-tiba saja istri ke duanya datang dan langsung memanggil Rafa.

__ADS_1


"Raf, aku lapar!"


Lisa yang mendengar suara Luna, ia langsung melihat ke arah belakang, ternyata di sana ada suaminya yang sedang berdiri menatapnya, sedangkan Luna berdiri di depan pintu masuk ke ruangan meja makan.


Lisa memutuskan untuk mengakhiri percakapan dengan Papa mertuanya, ia tidak mungkin meneruskan percakapannya bersama Papa mertuanya karena pasti suaminya akan mengajak bertengkar dan ia sedang tidak ingin berdebat dengan siapa pun, hatinya sudah lelah setiap hari bertengkar dengan Mama mertuanya dan Luna.


"Pa, sudah dulu, Lisa mau melanjutkan makan, lalu sebentar lagi mau tidur."


"Iya sudah kamu hati-hati di sana."


"Iya Pa."


Setelah itu mereka langsung mengakhiri sambungan video call.


"Rafa, kamu kenapa diam?! Aku lapar dan anak kita juga lapar!"


Luna berteriak sambil mengelus perut ratanya.


"Huh drama." batin Lisa


"Makan iya tinggal makan Luna, apa susahnya kamu mandiri seperti Lisa yang masak sendiri? Kamu jangan terus menggunakan anakmu untuk mengancamku bodoh!!"


Lisa menghela napas kasar, ia tidak suka ada keributan saat makan membuat selera makannya hilang, ia langsung berdiri lalu berjalan ke luar dari meja makan dengan menyenggol Luna yang sedang berdiri di sana.


"Bodoh sekali! Sudah tau ada orang mau lewat tidak mau minggir!"


Setelah itu Lisa melanjutkan lagi jalannya.


"Kamu yang bodoh! Sudah tau Mama tidak menginginkanmu, masih saja kamu tinggal di sini, dasar tidak tau malu!"


"Kamu yang tidak tau malu, hanya sampah masyarakat!"


Lisa berbicara sambil terus berjalan ke kamar Papa mertuanya, setelah di kamar ia langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang sambil telentang.


"Kalau di pikir-pikir Papa itu lebih tampan dari Rafa, tapi kenapa Papa selalu saja menggodaku, jelas-jelas di hatinya ada Kalisa, bagai mana kalau aku semakin baper? Pasti aku akan patah hati, karena bukan hanya masalah Kalisa saja, statusku sekarang termasuk Mama mertuaku juga akan menjadi masalah, oh Lisa, kenapa kamu selalu menjadi wanita bodoh kalau sudah masalah cinta?" batin Lisa


Lisa langsung duduk, ia langsung mengambil laptop Papa mertuanya, ia langsung membuka polder yang memiliki sandi karena Papa mertuanya sudah memberi tahukan sandinya sebelum berangkat.

__ADS_1


Lisa penasaran ada apa saja di polder tersebut, namun saat di buka ia sangat terkejut saat melihat ada banyak foto Gadis kecil bersama Papa mertuanya.


"Ternyata Papa memang sangat mencintai Kalisa, Kalisa memang sangat cantik."


__ADS_2