
Bagas berkali-kali menghela napas berat saat melihat menantunya yang memukul-mukul dadanya sendiri, ia tau kalau masa lalunya adalah sebuah kesalahan yang sangat besar, tapi apa ia salah membalas dendam untuk kematian orang tuanya sendiri dan membalas dendam untuk orang tua wanita yang sangat ia cintai selama 18 tahun ini.
"Papa tau kalau masa lalu Papa sebuah kesalahan yang tidak mungkin bisa kamu maafkan, tapi apa Papa salah membalas dendam untuk orang-orang yang sangat Papa sayangi?"
Lisa masih diam, tidak sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, bibirnya terasa kelu saat perasaannya hanya di balas dengan kebohongan.
"Tolong maafkan Papa sayang, Papa jujur karena tidak ingin kehilangan kamu."
Bagas masih terus berjalan maju saat melihat menantunya terus saja mundur hingga keluar dari kamar.
"Papa bilang mencintai Lisa di saat hati Papa masih untuk Kalisa?! Lisa tidak tuli Pa, tadi Papa bilang kalau Papa mencintai Kalisa! Lalu Lisa Papa anggap apa?!"
Lisa langsung menghapus air matanya dengan sangat kasar, hatinya sangat sakit, bahkan lebih sakit saat di hianati oleh suaminya.
"Mungkin ini balasan untuk kamu Lisa, kamu gila, suamimu menghianatimu dan kamu juga bermain gila di belakang suamimu." batin Lisa
Lisa sama sekali tidak malu berteriak di depan para asisten rumah tangga yang ada di rumah Papa mertuanya, hatinya sudah terlanjur sakit dan kecewa.
Bagas menghela napas berat, jadi menantunya salah paham, menantunya kecewa bukan karena ia pernah membunuh orang, melainkan karena masalah Kalisa.
"Lisa harusnya dari awal sadar, kalau Lisa hanya wanita mandul, Rafa saja bisa menghianati Lisa dan tidak pernah melihat pengorbanan Lisa, apa lagi Papa, lelaki yang sangat sempurna, Papa memiliki segalanya, sedangkan Lisa hanya wanita mandul, tidak akan ada lelaki yang tulus mencintai Lisa. Hiks... Hiks... Tapi perlu Papa tau Lisa tidak menyesal telah mencintai Papa, Lisa hanya menyesal terus menjadi wanita bodoh karena cinta!"
"Kamu salah paham nak, Papa mencintai kamu tulus dari kamu kecil, Papa susah payah mendapatkan restu dari Sanjaya hanya untuk mendapatkan kamu, kamu wanita yang Papa cintai selama 18 tahun, kamu yang membuat hidup Papa terasa berwarna, kamu yang membuat Papa menanti hingga hari ini! Lisa, kamu adalah Kalisa, wanita yang sangat Papa cintai selama ini."
Pada akhirnya Bagas mengatakan juga kalau menantunya adalah Kalisa, wanita yang ia cintai selama 18 tahun ini, walau pun awalnya ia belum siap mengatakan semua kebenaran itu, tapi ia tidak mau karena masalah itu hubungannya berakhir.
Lisa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak percaya kalau ia adalah Kalisa.
"Bohong! Papa membohongi Lisa, Lisa benci Papa!!"
Mustahil kalau Lisa bisa membenci Papa mertuanya, ia hanya kecewa karena Papa mertuanya telah mebohonginya.
__ADS_1
Bagas langsung mengambil kalung yang ada di dalam jasnya, ia langsung berjalan ke arah menantunya.
"Ini adalah kulung milik Papa, bandul kalung ini bisa membuka bandul kalung milikmu, di dalam bandul itu ada foto kita berdua, sedangkan kalung liontin batu merah, itu adalah kalung pemberian orang tuamu yang di titipkan pada Papa untuk memberikannya padamu."
Dengan tangan bergetar Lisa mengambil kalung yang di serahkan oleh Papa mertuanya, ia langsung memejamkan mata seseaat sebelum ia melepaskan kalung miliknya.
"Biar Papa bantu untuk melepaskannya."
"Lisa bisa sendiri Pa."
Lisa langaung melepaskan kalung miliknya, lalu ia langsung membuka bandul kalung miliknya, ia melihat foto seorang Gadis kecil dan Papa mertuanya di foto itu.
"Kamu Kalisa, Lisa, maafkan Papa karena telah menyembunyikan segalanya selama ini dari kamu."
"Ja-Jadi Lisa bukan anak kandung Mama Maya dan Papa Ardi? Jadi Lisa hanya seorang yatim piatu? Hiks... Hiks..."
Bukan hanya Lisa dan Bagas yang menangis, melainkan para asisten rumah tangga juga ikut menangis saat mendengar percakapan mereka, mereka tidak pernah percaya kalau wanita yang bisa membuat Bagas tersenyum lebar adalah Kalisa, wanita yang mampu mengubah sifat Bagas 99%.
Lisa menggelengkan kepalanya dengan perasaan tidak percaya kalau selama ini Papa mertuanya yang ia bilang cuek dan tidak peduli itu ternyata orang pertama yang selalu berdiri di belakangnya.
"Maafkan Papa Lisa, Papa tau salah, Papa menyembunyikan segalanya dari kamu, kamu memang hilang ingatan karena kecelakaan 16 tahun yang lalu."
"Jadi Kalisa yang selalu Papa puji-puji itu adalah Lisa?"
"Iya kamu, Papa yang sengaja mengganti identitas kamu agar tidak di bunuh oleh adik tiri dari Papa kamu, tolong jangan benci Papa, kamu boleh memukul atau menampar Papa, tapi tolong jangan jauhi Papa."
Lisa langsung maju, ia langsung memeluk erat Papa mertuanya, mana mungkin ia benci dengan Papa mertuanya yang sudah mengurus ia selama ini melalui bawahanya.
"Lisa tidak benci Papa, tapi Lisa kecewa karena selama ini Papa menyembunyikan semua pakta dari Lisa, Papa selalu berlaku seolah-olah tidak pernah mengenal Lisa, tapi ternyata Papa yang mengurus Lisa dalam diam, jadi Raka tau kalau Lisa bukan putri kandung mereka?"
"Iya, Raka tau kalau kamu putri angkat Papa."
__ADS_1
Bagas berbicara sambil membalas pelukan dari menantunya, ia sudah lega karena satu masalah sudah terselsaikan.
Lisa akhirnya mengerti kenapa Raka menyuruh ia untuk selingkuh dengan Papa mertuanya dan ia akhirnya mengerti kenapa Raka membuat akun dengan nama Liana Tasya, ternyata Liana Tasya adalah Mama kandungnya sendiri.
"Lisa, Papa harap setelah menceritakan segalanya, kamu tidak di hantui mimpi buruk lagi, Papa sangat sedih saat melihat tidurmu tidak nyenyak."
"Iya Pa, Lisa juga berharap tidak tidak akan mimpi buruk lagi."
Lisa baru ingat ucapan ke dua orang tuanya apa pun yang terjadi di masa depan, kamu harus percaya pada lelaki yang memiliki bandul kunci untuk membuka bandul kalungnya, ternyata yang harus ia percaya adalah Papa mertuanya sendiri, lelaki yang seolah-olah selalu tidak pernah peduli padanya.
"Kenapa bisa Papa yang memiliki bandul kunci? Kenapa bisa Papa yang selama ini berdiri di belakangku dan selalu mendukungku secara diam-diam?" batin Lisa
Lisa masih tidak percaya kalau lelaki yang selalu cuek itu memiliki banyak rahasia dan rahasia miliknya sendiri.
"Pa, jadi Lisa hilang ingatan?"
"Iya sayang."
Bagas langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menangkup ke dua pipi menantunya.
"Kamu tidak takut dengan masa lalu Papa nak?"
Melihat tadi menantunya seperti ketakutan saat tau kalau ia pernah menjadi ketua mafia membuat ia bertanya untuk yang ke dua kalinya.
"Lisa tidak takut, bukan'kah Papa yang menolong Lisa saat itu, jadi artinya Papa sangat baik pada Lisa. Lisa juga tidak peduli tentang Papa pernah membunuh sesaorang, karena Lisa percaya kalau Papa tidak mungkin membunuh orang tanpa alasan."
Lisa langsung menurunkan ke dua tangan Papa mertuanya yang sedang menangkup tangannya, dan menggenggamnya.
"Pa, apa Papa menerima kekurangan Lisa?"
"Kamu tidak mandul sayang, suatu saat kamu pasti bisa hamil, tapi hamil benih milik Papa."
__ADS_1
"Iya Pa."