
Raka tidak setuju kalau Lisa menikah dengan Rafa bukan tanpa alasan, ia tau kalau Bagas adalah Papa angkat dari Lisa dan sekaligus adalah lelaki yang ingin menikahi Lisa dari dulu.
Bahkan Raka juga tau masa lalu Lisa dan tau siapa Lisa sebenarnya, ia juga tau kalau nama Lisa sebelumnya adalah Kalisa, karena Bagas sudah menceritakan masa lalunya dulu saat ia menangkap basah Bagas yang sedang mengikuti kemana Lisa pergi hingga Bagas menceritakan segalanya pada ia.
Bahkan Raka juga tau kalau Lisa sebenarnya bisa hamil, tapi ia hanya diam karena ia sangat percaya kalau Bagas lelaki yang pantas untuk Lisa, walau pun perbedaan usia Bagas dan Lisa sangat jauh, tapi ia tetap percaya kalau Bagas bisa membahagiakan Lisa.
Setelah Lisa menjelaskan segalanya pada Raka, Raka langsung menyetir mobilnya ke arah rumahnya untuk menyuruh Lisa ganti baju, ia tidak mungkin membawa Lisa ke mall dan bertemu dengan ke dua sahabatnya dengan keadaan Lisa seperti sekarang.
Sepanjang perjalanan Raka menggenggam tangan kanan Lisa dengan sangat erat untuk menguatkan hati Lisa yang sangat hancur, bukan hanya Lisa, hatinya juga hancur saat tau kalau Rafa menikah lagi, dan lebih parahnya istri ke duanya adalah Luna.
Raka tidak habis pikir kalau Luna tega membuat Lisa menangis, mengingat persahabatan mereka sudah 15 tahun lamanya.
"Ayo Lis, kita turun."
Raka langsung mengajak Lisa turun setelah sampai di pekarangan rumahnya. Lisa hanya mengangguk pelan, ia langsung turun dari mobil.
Raka langsung membawa Lisa ke kamar milik Lisa saat kecil, Lisa memang memiliki kamar di rumah Raka, begitu pun dengan Raka yang memiliki kamar di rumah ke dua orang tua angkat Lisa.
"Sekarang kamu ganti baju gih, nanti aku bantu kamu make up."
Lisa hanya mengangguk pelan, lalu ia langsung masuk ke kamar untuk ganti baju, sedangkan Raka menunggu di pintu kamar sambil memegang ponsel dan dompet milik Lisa.
"Sudah Rak!"
Setelah mendengar teriakan dari kamar Raka langsung masuk ke dalam kamar Lisa sambil tersenyum lebar.
"Sini aku bantu kamu make up."
Lisa hanya mengangguk pelan sambil tersenyum lebar, walau pun ia sudah menikah Raka tetap memperlakukan Lisa seperti dulu.
Dulu Lisa selalu di bantu make up oleh Raka, karena bagi Raka Lisa bukan hanya sahabat yang sangat ia sayangi, tapi ia sudah menganggap Lisa adiknya sendiri.
__ADS_1
"Rak, aku lihat foto Gadis yang ada di dalam mimpiku di dalam laptop Papa."
"Kamu serius Lis?"
Raka bertanya sambil tersenyum sekilas, ia berharap kalau Lisa suatu saat nanti tau, siapa yang berdiri di belakangnya selama ini, karena ia tau kalau Bagas selama ini tidak pernah menganggap Lusi sebagai istri sesungguhnya, Bagas hanya menganggap Lusi istri karena permintaan dari almarhum sahabatnya.
"Iya, kamu coba lihat foto di ponselku, tadi aku sudah mengambil foto."
"Iya."
Raka langsung meletkan kuas make up, ia langsung melihat foto di posel Lisa, ia tersenyum saat tau kalau foto itu memang benar, itu adalah foto masa kecil Lisa.
Bahkan Raka sendiri memiliki foto masa kecil Lisa yang ia sembunyikan dari Lisa karena Bagas ingin Lisa mengingat masa kecilnya dengan sendirinya.
"Tapi aku tidak bisa mencari tau lebih lanjut Rak, ada satu polder yang di kunci oleh Papa di laptopnya."
"Kalau kamu ingin tau, kata sandinya adalah."
"Kata sandinya apa Rak? Kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Apa Kamu mengenal dekat Papa mertuaku selama ini?"
Lisa bertanya sambil menatap mata Raka, ia tau kalau Raka sedang menyembunyikan sesuatu.
"Aku tidak mengenal dekat Pak Bagas, lagi pula aku bukan seorang pembisnis, aku hanya seorang dokter, jadi mana mungkin aku mengenal Pak Bagas, maksudku mungkin saja kata sandinya adalah hari ulang tahun Pak Bagas, atau hari pernikahan Pak Bagas, karena yang aku tau kalau kata sandi biasanya memakai hari sepesial."
"Iya, kamu benar juga, kenapa aku mendadak bodoh saat melihat foto yang ada dalam mimpiku di laptop Papa."
Raka hanya tersenyum sambil mengelus kepala Lisa saat mendengar Lisa mengatakan diri sendirinya bodoh, lalu ia langsung mengoleskan make up lagi pada wajah Lisa, setelah selsai ia langsung membuka dompet Lisa, lalu langsung memakaikan kalung batu permata merah di leher Lisa.
"Ingat, kamu jangan melepaskan salah satu dari kalung kamu, kalau kalung satunya putus kamu harus menggunakan kalung ini."
Tadi Lisa memang sudah menceritakan kalau kalungnya putus oleh Mama mertuanya.
__ADS_1
"Lis, aku berharap kamu tidak lagi menjadi orang bodoh karena mencintai Rafa, dan suatu saat kamu akan tau siapa yang selama ini berdiri di belakangmu dan mendukungmu semua keputusan yang kamu ambil."
Lisa yang mendengar ucapan dari Raka, ia mengerutkan keningnya bingung, ia tidak tau apa maksud Raka mengatakan hal itu dan seolah-olah Raka seperti sedang mengutarakan sesuatu.
"Kamu tidak cinta sama aku'kan Rak?"
"Ciuh, siapa yang cinta sama Gadis aneh seperti kamu, lagi pula aku hanya menganggap kamu Kalisa."
"Ka-Kalisa?"
Lisa bertanya dengan raut wajah terkejut saat mendengar ucapan dari Raka, karena nama yang di ucapkan oleh Raka adalah sama seperti putri Papa mertuanya.
"Kalisa itu adalah nama putri angkat dari Pak Bagas, maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikan ini dari kamu Lisa, tapi aku memang tidak mengenal dekat Pak Bagas, aku hanya sangat mengenal Kalisa."
Raka terpaksa mengakui kalau Kalisa adalah putri angkat dari Bagas, karena menerutnya sudah cukup selama ini Lisa tidak tau apa-apa tentang hal itu.
"Jadi kamu mengenal Kalisa? Lalu di mana Kalisa sekarang?"
"Aku sendiri sekarang tidak tau di mana keberadaan Kalisa, tapi yang jelas Kalisa dan kamu memiliki kemiripan dengan wajahmu Lis, sudah jangan bahas tentang Kalisa lagi, lebih baik kita pergi untuk bertemu dengan Amanda dan Intan, lalu kita shopping-shopping."
Walau pun Lisa masih penasaran dengan wanita yang bernama Kalisa, tapi ia terpaksa tidak bertanya lagi tentang Kalisa.
Namun bukan berarti Lisa akan diam saja, ia akan mencari tau siapa Kalisa dan siapa Gadis yang selalu saja muncul dalam mimpinya.
Lisa yakin kalau Papa mertuanya dan Raka menyembunyikan sesuatu yang sangat besar, untuk itu ia akan mencari tau sendiri.
Raka langsung menggandeng tangan Lisa berjalan ke arah mobil, dan setelah sampai mobil, ia langsung melajukan mobilnya, ia sama sekali tidak berbicara lagi dengan Lisa, tapi hatinya masih sangat sakit saat tau kalau Rafa tega menghianati Lisa.
Lisa melihat ke arah Raka yang hanya fokus menyetir, ia merasa sedih saat melihat raut wajah Raka, ia juga berkali-kali menghela napas berat, ia tau kalau Raka sangat kecewa karena dulu Raka tidak menyetujui pernikahannya bersama Rafa.
Bahkan Lisa sangat ingat betul saat ia menikah Raka pergi ke Ausi, karena rasa kecewanya, kini ia sadar kalau ucapan ke dua orang tuanya dan Raka itu benar adanya kalau Rafa memang tidak cocok untuknya.
__ADS_1