
Setelah Papa mertuanya keluar Lisa membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya yang terasa sepi seperti 1 bulan yang lalu, ia pikir kamarnya akan terasa hangat seperti dulu lagi, ternyata tidak, bahkan kamarnya membuat ia semakin lebih sakit hati saat mengingat kenangan lamanya bersama suaminya.
Lisa berbaring masih sambil menggenggam kalung yang tadi putus, saat mengingat kalung itu putus tangisannya semakin menjadi, ia merasa lebih sakit saat mengingat kalung itu putus.
Bahkan isak tangis Lisa terdengar hingga ke ruang tamu tempat tadi ia berdebat dengan suaminya, ia juga berkali-kali memukul dadanya sendiri.
Lisa merasa sudah cukup ia sabar dan diam seperti orang bodoh di rumah itu, ia selalu di perlakukan seperti budak oleh Mama mertuanya, namun ia tetap diam, tapi kali ini ia sudah tidak bisa diam lagi, dan ia juga tidak tau harus ikut siapa ia di rumah ini sekarang.
Dulu Lisa tinggal di rumah itu karena mengikuti suaminya, tapi sekarang suaminya menghianati pernikahanya, kalau ia harus pulang, ia malu karena dulu ia menentang ke dua orang tuanya dan meyakinkan ke dua orang tuanya kalau Rafa adalah lelaki yang cocok untuk bersamanya, tapi ternyata Rafa bukan lelaki yang cocok untuknya.
Suaminya bukan hanya menghianati pernikahannya, tapi suaminya menghianati kepercayaan dari ke dua orang tuanya. Rafa masuk ke dalam kamar dengan tubuh sedikit gemetar saat mendengar suara isak tangis dari istri pertamanya.
Rafa menyesal karena memilih untuk menikahi Luna agar Mamanya tidak menyiksa istrinya, tapi ternyata Mamanya masih tetap berbuat kasar pada istrinya, dan membuat hati istrinya semakin hancur.
"Sayang."
Rafa memanggil istri pertamanya dengan suara sangat pelan dan bergetar, hatinya semakin hancur saat melihat istrinya menangis sambil menatap kalung yang putus tadi.
Lisa yang mendengar suara dari suaminya, ia langsung duduk, matanya menatap mata suaminya dengan penuh kekecewaan.
"Rafa, mari kita berpisah, atau aku yang akan mengurus perpisahan kita dengan bukti kamu menikah lagi?"
Lisa bertanya sambil mengusap air matanya dengan sangat kasar.
"Tidak sayang, aku tidak mau kita berpisah, kalau kita berpisah untuk apa aku menikahi Luna? Aku menikahi Luna hanya untuk mempertahankan rumah tangga kita dan aku tidak mau kamu di perlakukan seperti budak oleh Mama, tapi nyatanya Mama masih tetap berbuat semena-mena, maafkan aku sayang karena telah menghancurkan hatimu berkeping-keping."
"Kamu bilang pernikahan kalian karena paksaan? Lalu kenapa Luna bisa hamil Raf? Itu artinya kamu menikmati pernikahan kalian!"
__ADS_1
"Mama meminta aku agar segera memberikan cucu, maafkan aku sayang."
"Kalau kamu ingin aku memaafkanmu, mari kita berpisah Rafa, selama 2 tahun aku tidak pernah meminta apa pun, aku tidak pernah mengeluh di perlakukan seperti budak oleh Mama, aku tidak pernah mengeluh mengurusmu saat kamu lumpuh, aku tidak mengeluh saat aku mengambil alih perusahaan Setiawan Grup, jadi aku mohon kabulkan permintaanku."
Memang benar yang di katakan oleh Lisa, ia tidak pernah mengeluh sedikit pun tentang apa yang terjadi padanya, tapi kalau ia harus diam tentang suaminya yang menikah lagi, ia tidak bisa, hatinya sangat hancur, apa lagi wanita yang di nikahi suaminya sahabatnya sendiri.
"Walau pun kamu mengajukan gugatan cerai aku tidak akan pernah menyetujui itu sayang, karena sampai kapan pun kamu hanya akan tetap menjadi istriku dan tetap menjadi milikku."
Cuih!
Lisa meludah ke lantai karena rasa benci terhadap suaminya.
"Apa kamu masih mau menyiksa aku Raf? Kalau kamu memang mau menyiksa tubuh dan hatiku, kamu cukup ambil saja pisau dan bunuh aku, agar kamu puas Raf, tapi kalau kamu menginginkan aku agar tetap menjadi milikmu, aku tidak sudi! Kamu bisa mencari wanita murahan di luar sana, aku juga bisa mencari kepuasanku sendiri, karena aku jijik untuk menyentuhmu, apa lagi burung sialanmu!"
Lisa memang tidak menyukai lelaki yang sudah pernah tidur dengan wanita, ia merasa jijik dengan milik lelaki yang sudah pernah tidur dengan wanita, jadi ia tidak akan mau untuk melakukan hubungan layaknya suami istri lagi bersama suaminya, sekali pun ia sangat mencintai suaminya, terutama masalah kebersihan tubuhnya, ia tidak mau kalau nanti suaminya menularkan penyakit.
Bugk..! Bugk..!
Dua kali Rafa memukul dinding hingga tangannya mengeluarkan darah, bahkan darah itu menetes ke lantai, tapi tetap saja rasa sakit di tangannya lebih sakit di hatinya.
"Aku tidak bisa kehilangan kamu, aku pikir dengan cara ini kita akan selalu sama-sama."
"Kamu bilang kita akan selalu sama-sama setelah apa yang kamu lakukan Raf?! Kamu dulu pernah bilang kalau anak tidak penting bagimu, asalkan kamu bisa bersamaku, kamu bilang kalau kita membutuhkan anak kamu akan mengadopsi anak, tapi ternyata kamu bahkan tega menabur benihmu pada wanita lain!"
Lisa berbicara sambil sesekali memukul dadanya yang terasa sakit.
"Maaafkan aku sayang."
__ADS_1
Lagi-lagi yang Rafa ucapkan hanya kata maaf, ia sangat menyesal karena langkah yang ia ambil ternyata salah.
"Maaf tidak akan membuat hubungan kita baik-baik saja Raf, aku mohon ceraikan aku Rafa, Hiks... Hiks..."
Rafa langsung menarik istrinya dalam pelukannya, ia sangat merindukan istrinya karena sudah 1 bulan ini ia tidak pulang.
"Lepas Rafa!!"
Lisa berbicara sambil mendorong paksa suaminya, ia juga langsung menampar suaminya.
Plak!!
"Jangan pernah menyentuhku, aku jijik denganmu!'
Air mata Rafa semakin deras, bukan rasa sakit yang ada di pipinya, tapi rasa sakit di hatinya yang semakin sakit saat istrinya benar-benar tidak ingin di sentuh, bahkan istrinya hingga menggibaskan tangan di seluruh tubuhnya sendiri, seolah-olah istrinya sudah benar-benar jijik padanya.
"Dengan apa agar kamu tidak merasa jijik lagi sayang? Apa aku harus mandi seharian? Atau aku harus mandi 1 minggu agar kamu tidak merasa jijik dengan tubuhku? Kalau memang harus seperti itu, akan aku lakukan semua itu, tapi mohon jangan meminta untuk berpisah."
Rafa berbicara sambil berlutut di kaki istrinya, ia tidak bisa melihat air mata istrinya jatuh, ia tidak bisa melihat orang yang sangat ia cintai terluka oleh ulahnya sendiri.
"Aku tidak tau kenapa kamu tidak ingin berpisah denganku Raf? Jelas-jelas kamu sudah memiliki Luna. Luna wanita yang sangat sempurna, Luna juga pilihan Mama kamu, Luna juga bisa memberikanmu keturunan, sedangkan aku hanya wanita mandul, atau kamu ingin menyakitiku lebih dalam lagi untuk itu kamu tidak mau menceraikanku?"
"Pikiran itu tidak pernah terbesit di pikiranku."
"Pembohong! Aku benci kamu Rafa!!"
Luna yang baru masuk ke dalam kamar mereka, ia tersenyum lebar saat melihat Lisa yang sangat terluka, dari dulu ia membenci Lisa, karena dari kecil Lisa begitu di manja oleh ke dua orang tuanya, sedangkan ia hanya orang biasa, ia tidak bisa memiliki apa yang Lisa miliki.
__ADS_1
Bukan hanya itu Luna juga benci karena Lisa selalu peringkat satu di sekolah hingga ia harus berakhir di pukuli oleh Papanya, lalu saat ia mencintai Rafa, tapi Rafa juga mencintai Lisa, untuk itu ia sangat membenci Lisa, karena Lisa selalu mendapatkan apa pun yang Lisa inginkan.