Hasrat Terlarang Untuk Menantuku

Hasrat Terlarang Untuk Menantuku
BAB. 26 Makan nasi goreng


__ADS_3

Senyuman Lisa mengambang saat mendengar ucapan dari Papa mertuanya, walau pun ia berpikir mungkin Papa mertuanya mengatakan itu hanya rayuan semata, tapi tidak bisa di pungkiri kalau ia sangat bahagia.


"Bohong! Bilang saja kalau Papa memang tidak tau malu, menantu sendiri di hembat juga! Dasar mesum!"


"Papa tidak pernah berbohong tentang perasaan Papa, Papa memang hanya milikmu, kalau Papa bukan milikmu, mungkin saja Lusi sudah memiliki anak dari Papa."


Lisa langsung melepaskan tangan Papa mertuanya yang ada di pinggangnya, ia menatap mata Papa mertuanya dengan intens.


"Bukan'kah Papa menikah dengan Mama 16 tahun yang lalu? Itu artinya saat Lisa masih 7 tahun Pa, usia Lisa dan usia Rafa sama, jadi tentang kehamilan Mama itu bukan karena Lisa, bukan'kah Papa mengenal Lisa saat baru menjadi model?"


"Sebelumnya Papa pernah mengenal kamu saat usiamu masih 5 tahun, Papa sudah jatuh cinta saat pandangan pertama."


Lisa menghela napas berat, ia berusaha untuk meredam amarahnya saat mendengar jawaban dari Papa mertuanya.


"Pa, ini Lisa bukan Kalisa."


"Kamu memang Lisa, tapi suatu saat kamu akan tau siapa Kalisa, sekarang kita makan dulu, nanti nasi gorengnya keburu dingin."


Lisa menghela hapas berat sambil menganggukan kepalanya, ia tidak tau ada kaitan apa ia dengan Kalisa.


"Apa jangan-jangan aku bukan anak kandung Mama dan Papa? Apa Kalisa kembaranku?" batin Lisa


Bagas langsung menuangkan nasi gorengnya di piring, lalu berjalan ke arah meja makan menyusul menantunya yang sudah lebih dulu duduk di kursi meja makan.


"Papa suapin."


Lisa hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar, saat suapan pertama, ia bisa merasakan nasi goreng ikan tunanya memang sangat nikmat.


"Papa tau kesukaan nasi goreng Lisa?"


Lisa bertanya masih sambil tersenyum lebar, dan rasa kesal masalah usia 5 tahun itu hilang seketika saat memakan nasi goreng buatan Papa mertuanya.

__ADS_1


"Jelas Papa tau, sudah Papa bilang kalau semua yang ada dalam diri kamu itu Papa tau, bahkan Papa lebih tau dari pada suamimu."


"Iya Pa, Lisa juga berpikir begitu, tapi nasi goreng Papa sangat enak, Lisa suka."


"Kalau sayang suka nasi goreng Papa, nanti Papa buatkan lagi, termasuk makanan lainnya, cukup sayang balas dengan telentang di ranjang."


Lisa langaung memukul dada bidang milik Papa mertuanya, ia tidak habis pikir kalau Papa mertuanya itu sangat mesum.


"Dasar lelaki tua mesum! Lisa heran jelas-jelas Papa mesum, tapi kenapa Mama bisa se."


Lisa langsung menutup mulutnya saat akan mengatakan kalau Mama mertuanya selingkuh.


"Se apa sayang? Papa sudah tau tentang istri Papa, lagi pula wajar kalau istri Papa selingkuh, selama ini Papa tidak pernah bisa menganggap Lusi sebagai istri, lagi pula dari awal menikah Lusi sudah tau kalau Papa menikahinya untuk memberikan kasih sayang lebih pada Rafa, Papa juga mengatakan jangan pernah mengharapkan cinta dari Papa, karena sampai kapan pun Papa tidak akan bisa mencintai Lusi."


Lisa menganga tidak percaya saat mendengar ucapan dari Papa mertuanya, ia tidak menyangka kalau Papa mertuanya memang sudah tau perselingkuhan Mama mertuanya.


"Papa diam bukan berarti Papa tidak tau, tapi Papa diam hanya tidak ingin mencari masalah, tapi setidaknya jika suatu saat Papa ingin berpisah dengan Lusi, Papa sudah memiliki bukti perselingkuhan Lusi untuk memudahkan perceraian kita."


"Dasar bajingan! Papa juga akan begitu dengan Lisa saat Papa sudah bosan, Papa akan mengatakan kalau Lisa memiliki suami begitu?!"


"Jangan berpikir seperti itu, Papa sama sekali tidak memiliki pikiran seperti itu, Papa ingin memilikimu seutuhnya, Papa ingin kamu hanya milik Papa."


"Lalu hubungan kita sekarang apa Pa?"


"Mau kamu bagai mana sayang? Papa hanya akan mengikuti keinginanmu."


"Apa Papa akan mencitai Lisa dengan menghilangkan bayang-bayang Kalisa di hati Papa?"


Bagas menghela napas berat, sepertinya perkara Kalisa akan menghambat kisah cintanya yang baru saja di mulai.


"Papa tidak bisa berjanji sayang, tapi yang jelas Kalisa ada kaitannya dengan kamu, tolong jangan marah dengan masalah yang menyangkut Kalisa."

__ADS_1


Bagas langsung berdiri, ia langsung memeluk menantunya dengan posisi duduk, ia ingin sekali menjelaskan tentang Kalisa pada menantunya, tapi ia takut menantunya membencinya.


Apa lagi kejadian 16 tahun yang lalu yang membuat Bagas takut, saat menantunya mengatakan membencinya lalu berlari ke luar dari rumah sakit, saat itu juga menantunya di tabrak mobil, hingga ia takut kejadian di masa lalu terulang lagi.


Lisa menghela napas berat, akhirnya ia tau kenapa Kalisa selalu ada dalam mimpinya, karena ia ada kaitanya bersama Kalisa.


"Jika Kalisa mengingat semuanya dan mencintai Papa, apa yang akan Papa lakukan? Apa Papa akan memilih Lisa atau Papa akan memilih Kalisa?"


"Papa akan memilihmu, kamu dan Kalisa sama, tidak ada yang berbeda sedikit pun, jika ada orang yang tau masa lalu Kalisa, dia akan mengatakan sama, Lisa, Papa benar-benar mencintaimu, jangan marah tentang Kalisa, suatu saat kamu akan tau tentang Kalisa, yang jelas kamu harus bisa melihat mimpimu dengan sangat jelas."


"Tapi mimpi itu sangat gelap Pa, Lisa tidak bisa menebak ada siapa saja dalam mimpi itu."


"Papa akan mengajak kamu ke suatu tempat nanti sore setelah ashar, kamu tidak keberatan sayang?"


Lisa menganggukan kepalanya dan membalas pelukan dari Papa mertuanya.


"Kenapa aku merasa sebelumnya aku memang sudah mencintai Papa, aku belum pernah mencintai lelaki semudah ini, bahkan Rafa saja mendapatkan cintaku butuh waktu 1 tahun, sedangkan Papa hanya beberapa hari bisa mendapatkan cintaku, tapi kalau masalah ketampanan, memang Papa jauh lebih tampan dari pada Rafa, Papa juga cerdas, dan sangat sulit di sentuh." batin Lisa


"Pa, jangan memanggil Lisa dengan panggilan sayang, kalau nanti kebablasan di depan Mama bagai mana?"


"Iya nak, karena Papa terlalu senang bisa mendapatkanmu, walau pun status kita masih terikat pernikahan, tapi Papa tetap bahagia."


Bagas memang sangat bahagia, bukan karena ia bisa meniduri menantunya, tapi karena kejujuran menantunya membuat ia sangat bahagia.


Bagas merasa penantiannya selama 16 tahun tidak sia-sia, akhirnya ia bisa mendapatkan wanita yang sangat ia cintai, walau pun mungkin ia akan melukai hati putra tirinya, tapi ia tidak peduli selama ia bisa mendapatkan kembali wanita yang di cintainya.


"Pa, apa Papa berani meniduri Lisa karena Lisa mandul untuk itu Papa berani meniduri Lisa?"


"Kamu tidak mandul nak, Papa akan usahakan untuk mengobatinya, kamu tenang saja, kamu mau hamil anak dari Papa?"


Lisa menganggukan kepalanya, ia merasa otak warasnya sudah tidak ada, ia merasa sudah gila karena mencintai Papa mertuanya sendiri.

__ADS_1


"Maafkan Papa Kalisa, Papa terlalu banyak membohongimu, maafkan Papa yang memberikan obat penunda kehamilan, maafkan Papa yang merusak kebahagianmu bersama Rafa, tapi kalau kamu suruh memilih Papa lebih baik kehilanganmu atau kehilangan nyawa Papa, jelas Papa lebih baik kehilangan nyawa Papa dari pada harus kehilanganmu, Papa sangat menyayangimu dan mencintaimu, terlebih Papa juga sudah berjanji pada Sanjaya yang akan menikahimu." batin Bagas


Memang sebelum Sanjaya melakukan bunuh diri, Sanjaya menitipkan putrinya dan meminta Bagas untuk menikahi putrinya karena Sanjaya tau kalau Bagas sangat mencintai putrinya.


__ADS_2