
Setelah penglihatan tadi dan Lisa berteriak, saat ia di tanya ia lebih memilih untuk segera ke rumah orang tuanya dari pada bertanya pada Pak polisi, tapi ia juga bisa melihat kalau raut wajah Pak polisi sangat panik saat ia berteriak.
Kepanikan dari wajah Pak polisi menurut Lisa sangat berlebihan, tapi ia tidak berani bertanya. Sebelum turun dari mobil Lisa juga sudah mengambil lagu dari memori milik Papa mertuanya dan melihat siapa nama penyayi lagu yang membuat ia hampir saja nabrak.
"Liana Tasya, bukan'kah ini nama seperti akun yang di buat oleh Raka?" batin Lisa
Lisa memang tidak tau apa alasan Raka membuat akun atas nama Liana Tasya, tapi yang jelas ia yakin ada kaitannya dengan lagu ini.
Lisa langsung membuka internet untuk mencari tau nama Liana Tasya, ia sangat terkejut saat melihat wajahnya sangat mirip dengan wanita yang ada di mimpinya, walau pun masih samar penglihatan dalam mimpinya, tapi ia yakin kalau wanita paru baya dalam mimpinya itu Liana Tasya.
Lisa membaca berita tersebut kalau Liana Tasya adalah seorang model dan sekaligus penyayi, di situ juga di tuliskan kalau semua lagunya milik karyanya sendiri, dan setelah Liana Tasya meninggal lagu itu tidak boleh di publikasikan oleh Bagas.
"Papa mengenal wanita ini?" batin Lisa
Lisa membaca lagi semua yang ada di internet kenapa Liana Tasya meninggal, tapi di sana hanya tertulisan kalau pasangan suami istri itu meninggal karena di bunuh dan putrinya terbakar di di kamar rumahnya.
"Berita ini itu bagai mana sih, orang tuanya bisa terbunuh dan putrinya terbakar dalam kamar, dan namanya Kalisa Ayunda Putri Atmaja, dari pasangan Liana Tasya dan Sanjaya Atmaja, lalu Papa bekerja pada siapa di hotel Kalisa Atmaja ?" batin Lisa
Ardi memang bekerja sebagai kepercayaan di Kalisa Atmaja hotel.
"Berarti Kalisa itu masih hidup, tapi kenapa di berita ini Kalisa meninggal, kenapa berita ini jelas-jelas tidak mutu, apa Raka sebenarnya menyembunyikan sesuatu dariku?" batin Lisa
Lisa semakin tidak mengerti setelah membaca semua tentang Liana Tasya di internet.
Lisa langsung turun dari mobil setelah dari tadi ia sibuk mencari berita dan berpikir karena membaca berita yang tidak masuk akal.
"Mama!"
Lisa langsung berlutut di depan Mamanya yang sedang duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
"Ma, Lisa minta maaf karena sudah menentang Mama, Lisa minta maaf karena tidak bisa menjadi anak yang berbakti untuk Mama."
"Bangun nak."
Maya mencoba membangunkan putri angkatnya, tapi putri angkatnya menolak untuk di bangunkan.
"Lisa minta maaf karena tidak bisa menjadi putri yang baik dan menentang Mama karena cinta, tolong maafkan Lisa Ma."
Lisa minta maaf sambil meneteskan air matanya.
"Mama sudah memaafkan kamu sebelum kamu minta maaf nak, Mama senang akhirnya kamu mengujungi Mama, ayo bangun nak, Mama ingin memeluk kamu."
Lisa mengangguk pelan, ia langsung berdiri lalu langsung memeluk Mamanya.
"Mama senang kamu pulang nak, Mama juga sudah tau perkara rumah tanggamu dari Papamu, kamu jangan menyalahkan diri kamu nak, semua yang sudah terjadi anggap saja pelajaran untuk kamu, dan satu hal yang harus kamu ingat, kamu jangan berpikir kalau kamu tidak memiliki siapa pun lagi, rumah ini tetap terbuka untukmu nak."
Bukan karena Maya asisten pribadi Bagas termasuk suaminya juga, tapi ia memang sudah menyayangi Lisa sebagai putri kandungnya sendiri, walau pun ia masih ingat posisi kalau Lisa adalah majikannya, tapi rasa sayangnya pada Lisa sangat tulus karena Maya memang mandul pasca kecelakaan di masa lalu saat menyelsaikan tugas yang di berikan Bagas.
Dulu Maya memang hidup sebatang kara, ke dua orang tuanya sudah meninggal dan keluarganya tidak mau mengasuh ia, bahkan ia di usir dari rumah peninggalan ke dua orang tuanya, lalu ia bertemu dengan Bagas dan Bagas yang memberikan ia pendidikan, setelah selsai ia memutuskan untuk menjadi asisten pribadi Bagas untuk membalas budi, tapi tetap Bagas membayar pekerjaannya dan termasuk Bagas menyuruh asisten pribadi Bagas yang bernama Ardi Wijaya untuk melatih seni bela diri Maya.
"Terima kasih Ma, sebenarnya Lisa malu karena tidak pernah mendengarkan apa kata Mama, bahkan Lisa sampai menentang Mama, tapi apa yang Mama lakukan, Mama masih tetap menganggap Lisa sebagai putri Mama."
"Tidak ada orang tua yang tidak menginginkan anaknya kembali nak, begitu pun dengan Mama yang menginginkan kamu kembali ke rumah ini."
Lisa menganggukan kepalanya, ia merasa lebih malu saat Mamanya tidak mempermasalahkan perkara awal pernikahannya. Mereka berdua langsung melepaskan pelukannya lalu langsung duduk di sofa.
"Ma, apa Lisa punya sodara kembar?"
"Maksud kamu apa nak? Kamu putri Mama satu-satunya."
__ADS_1
"Lalu siapa Kalisa Ma? Kenapa Papa mertua dan Raka tau tentang Kalisa yang katanya sangat mirip sama Lisa, bahkan tadi saat Lisa nabrak sisi jalan, Lisa di panggil Kalisa oleh Pak polisi yang bernama Kenny Ma."
Maya yang di tanya oleh putri angkatnya ia mendadak diam, itu artinya Kenny memang masih hidup, memang semua anak buah Bagas tidak menemukan Kenny hingga Bagas menyuruh orang untuk membakar kamar milik Lisa dan mengganti Lisa menggunakan mayat seusia Lisa.
"Kalau Kenny masih hidup aku sangat bersyukur, aku pikir Kenny juga ikut di bunuh oleh adik tiri Pak Atmaja." batin Maya
"Ma, Lisa sedang bertanya dengan Mama, kenapa Mama hanya diam?"
"Mama tidak apa-apa nak, tapi benar kamu hanya satu-satunya putri Mama, kamu tidak memiliki sodara kembar sayang."
"Mama serius, atau sebenarnya Mama menyembunyikan sesuatu pada Lisa?"
"Mama tidak menyembuyikan apa pun sayang."
"Ma, Lisa selalu mimpi buruk, tapi saat Lisa tidur memegang tangan Papa mertua, Lisa tidak mimpi buruk, tolong Ma, jangan menyembunyikan sesuatu dari Lisa, Lisa lelah dengan semua ini, Lisa menderita karena masalah ini."
Maya menghela napas berat, ia mana berani menceritakan tentang masa lalu putri angkatnya kalau Bagas sendiri saja hanya diam tidak menceritakan masa lalunya.
Apa lagi Maya sadar kalau ia tidak memiliki hak apa pun untuk putri angkatnya, hanya Bagas yang memiliki hak penuh.
"Apa sudah waktunya Lisa tau tentang surat yang di titipkan Kenny untuk Lisa 16 tahun lalu?" batin Maya
Memang sebelum teragedi pembunuhan kenny memberikan surat pada Maya, karena Kenny yakin kalau Bagas akan turun tangan saat itu, surat itu di tujukan untuk Lisa, apa pun yang terjadi di masa depan Lisa harus membaca surat itu di usianya 23 tahun, dan sekarang usia Lisa sudah 23 tahun.
"Apa Papa mertuamu tidak mengatakan apa pun?"
Saat mendengar pertanyaan dari Mamanya Lisa yakin kalau Mamanya memang sedang menyembunyikan sesuatu.
"Tidak Ma, apa sebelumnya Mama mengenal Papa mertua?"
__ADS_1
"Iya nak, dulu Papa mertuamu yang memberi semua pasilitas termasuk pendidikan untuk Mama, karena dulu Mama hanya anak yatim piatu, untuk itu setelah dewasa Mama memutuskan untuk menjadi asisten pribadinya untuk membalas budi."
Lisa sangat terkejut saat mendengar jawaban dari Mamanya karena selama ini Mamanya tidak pernah menceritakan tentang mengenal Papa mertuanya.