Haza(Keberuntungan)

Haza(Keberuntungan)
Takdir Yang Sudah Di Bedakan Bagian 2


__ADS_3

Aulia pun, membuka kado perpisahan teman-temannya dan ketika dia melihat bingkai foto yang dalamnya ada foto mereka bertiga beserta pesan-pesan yang mendalam dari temannya,Aulia pun terharu.


Ketika jam istirahat akan selesai,Haza kemudian di panggil oleh ibu Ratna yang tak lain adalah sepupunya sendiri.


"Haza..kemari,ada yang kakak ingin bicarakan!!"pinta ibu Ratna.


"Ada apa kak?"tanya Haza


"Kamu dua hari gak masuk sekolah,wali kelasmu bertanya-tanya terus,kakak jadinya harus bilang kamu sakit,soalnya aku telpon-telpon Zahra,gak jawab sama dia,aku kirim pesan gak di baca juga,lain kali tanya kakak kalau kamu gak masuk sekolah,soalnya ribet juga karna yang di kasih hp cuma Zahra tapi orangnya sombongnya minta ampun"jawab ibu Ratna ke Haza.

__ADS_1


"Maaf,kak!!saat itu aku lagi menstruasi yang sangat bikin aku kesakitan terus sampai sulit bangun dari tempat tidur" ujar Haza,sambil menunduk malu.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Haza di larang masuk sekolah oleh ibunya,sebab Haza meminta uang iuran sekolah dari kemarin namun ibunya terus janji-janji ke Haza.Saat sudah kepepet dan gak bisa janji lagi,Haza malah di suruh gak sekolah,karena Haza malu sama wali kelasnya sudah berjanji terus,dia lalu pergi mengumpulkan uang dengan membantu berjualan dagangan ibunya di pasar.


Haza gak mungkin jujur ke ibu Ratna karena takut ayah dan ibunya cekcok lagi gara-gara Haza gak masuk karena malu gak bayar iuran sekolah,padahal ayahnya juga sudah susah payah mengumpulkan uang sekolah anaknya dengan menarik becak.


Setiap ibu Ratna gajian pasti Haza kadang dapat uang jajan dari ibu Ratna,dan uang itu dia akan tabung.


Walaupun Haza bersekolah di pinggiran kota,yang mayoritas siswanya orang sekitar sini adalah orang pedesaan,Haza sangat senang bersekolah disini,yang awalnya dia seperti asing karena cuma dia orang kota yang bersekolah disini.

__ADS_1


Tapi lama kelamaan dia sangat suka karena disini tidak ada yang namanya siswa geng pembullyan antara si miskin dan si kaya,atau si culun dan si populer persaudaraan mereka sangat baik,tidak pernah saling menghina keadaan.


Ketika keluarga mereka panen, mereka biasa di undang ke rumah teman yang satu dan satunya lagi,dan di perlakukan seperti layaknya anak sendiri oleh orang tua mereka yang sangat baik.


Haza juga sering mendapatkan beasiswa di sekolah ini, walau uangnya ibunya yang pegang,karena ibunya Haza selalu seenaknya jika menyangkut uangnya,maka dari itu Haza mengakalinya dengan hanya memberikan uang behasiswanya hanya sebagian,dan sebagian dia tabung untuk jaga-jaga nanti jika dia meminta uang sekolah dan ujung-ujungnya di omeli.


Satu Minggu sebelum ulangan semester,Haza merasa sepi karena Dian sudah beberapa hari tak masuk ke sekolah.


"Haza,apakah kamu sudah dapat kabar dari Dian?"tanya ketua kelasnya.

__ADS_1


"Belum!!aku ke rumahnya namun dia tak ada,ibu wali kelas juga gak bisa aku tanya kalau-kalau dia tahu alasan Dian gak masuk, karena ibu wali sudah tiga hari gak masuk karena izin keluar kota"jawab Haza.


__ADS_2