
Di siang hari ketika pulang sekolah,karena kakak Haza yaitu Ali sudah bekerja di pabrik beras,setiap kakaknya ali libur kerja,dia akan menjemput Haza.Dan apabila gak libur,Haza akan di jemput oleh ayahnya dengan becaknya,awalnya Haza gak ingin di jemput ayahnya karena kasian ayahnya harus bawa becak panas-panas ke sekolahnya,namun ayahnya juga tak enak hati,karena dia yang menyuruh haza,bersekolah jauh disitu dan uang saku haza gak cukup untuk dia jajan karena di pakai ongkos pulang pergi.
Berhari-hari Haza di jemput ayahnya.
dia mudah akrab dengan teman-teman haza dan teman-teman sekolahnya juga pada ramah dan sopan ke ayahnya.
Ayahnya sudah sangat akrab dengan satpam disana karena dia kalau menunggu haza, selalu di pos satpam.
"Om hamir!!sudah lama disini?"tanya ibu Ratna,keponakannya ketika menghampiri ayahnya Haza yang menunggu Haza di pos satpam.
"Belum lama juga nak!"sahut ayahnya haza.
__ADS_1
"Ini aku kasih uang untuk membeli kopi paman,kelas haza belum pada keluar soalnya lagi ulangan praktik tata boga.jawab ibu Ratna.
"Oohh...iya nak,makasih sudah di beri tahu"ujar pak Hamir.
Tak lama berselang Haza pun keluar dan berjalan menuju pintu gerbang,dan dia pun sudah di sambut ayahnya.sebelum sampai gerbang sekolah, teman-temannya yang berjalan beriringan dengan haza,lalu bercerita ke haza.
"Apakah ayahnya mantan guru bahasa Inggris?dia sangat pandai berbahasa Inggris,di pos satpam dia biasa mengajari kami bahasa Inggris sambil bercanda"
Tanya temannya.
"aku bangga punya teman sekolah kayak kamu,yang tak malu jika pekerjaan ayahnya menarik becak,semoga ayahmu sehat-sehat terus, kasian juga sebenarnya di usianya itu dia masih mau bekerja keras"sahut temannya.
__ADS_1
Ada suatu moment saat itu Haza,dia tidak seperti biasanya,yang biasa menyisihkan uang jajannya,dan hanya membeli minuman saja,namun entah di rasuki apa,Haza tidak tahan dengan sakit lambungnya,dia kemudian membelanjakan semua uang jajannya untuk membeli makanan juga.
Karena selalu di jemput,makanya Haza tidak khawatir lagi,dan lalu meyakinkan diri untuk membelanjakan semua uangnya yang tersisa.karena dia tak harus mengeluarkan ongkos untuk pulang nanti.
Namun haza sudah menunggu lama,tapi tak kunjung di jemput juga,banyak teman-temannya menawarinya tumpangan,namun Haza takut kalau-kalau nanti, ayahnya sudah jauh-jauh datang namun dia sudah pulang,jadi Haza menolaknya,dan tetap menunggu.
Sampai berjam-jam pun ayahnya tak kunjung datang,dan pak satpam juga sudah pulang,melihat matahari sebentar lagi terbenam,Haza pun memutuskan untuk pulang berjalan kaki saja.
Jarak yang di tempuh sangat jauh,tak ada jalan pintas,karena dari perbatasan kota sampai masuk kota,hanya ada jalan raya saja.Ada begitu banyak mata, yang melihat Haza berjalan kali sendirian, terkadang ada pemotor yang singgah menawari Haza tumpangan,namun Haza menolak karena takut berboncengan dengan lelaki yang tidak dia kenal.
Tiba-tiba selama berjalan kaki, ketika sudah melewati jembatan besar,yang menandakan bahwa sudah dekat dengan lorong rumahnya.Haza sontak merasa sedih,sepanjang jalan dia terus melihat orang yang menarik becak,berfikir bahwa dia akan berpapasan dengan ayahnya.
__ADS_1
Haza sontak menangis,bukan karena kecapean berjalan kaki,atau malu di lihatin orang,namun dia terus berharap ayahnya datang namun,sudah mau sampai tapi tak melihanya,dalam hati haza, berfikir apakah dia lupa di jemput atau sudah gak di pedulikan lagi.
Pas sudah di depan lorong rumahnya,dia lalu melihat ayahnya yang baru keluar dari lorong rumahnya.