
Di suatu ketika datang seorang perawat magang yang akan membersihkan luka di kaki ibunya Haza,haza awalnya tak begitu suka dengan perawat magang itu,karena sejak awal perawat itu masuk dia nampak bersenda gurau dengan sesama teman magangnya,ketika teman yang satu datang mengganti infus dan satunya lagi membersihkan luka ibunya, tiba-tiba perawat magang itu membuat pembuluh darah di kaki ibunya haza menjadi pecah setelah dia dengan tak memperhatikan alat medis yang dia pakai yang sebenarnya alat itu tidak untuk di pakai membersihkan luka melainkan alat itu di pakai biasanya untuk membuka luka jahitan, setelah dia berupaya terus menghentikan aliran darah di kaki ibunya haza,secara tiba-tiba ibunya hanya drop.
Ibunya kemudian di larikan ke ruang operasi,haza pun memberitahukan perihal apa yang di lihatnya kepada saudara -saudaranya,namun tak ada yang menggubrisnya,karena mereka lebih percaya apa kata perawat senior dimana perawat itu menjelaskan bahwa itu hal yang sudah biasa terjadi jika seseorang mengalami pembengkakan akibat penyakit diabetes,sebab semakin tinggi gula darahnya maka lukanya semakin melebar dan bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah.
Di karenakan ibunya telah kehabisan darah,maka para petugas medis, sebelum operasi mereka membutuhkan donor darah.Haza pun memutuskan untuk jadi pendonor karena dia punya golongan darah yang sama dengan ibunya.
“ibu!! Biar Haza juga ikut mendonor ya?”tanya haza.
__ADS_1
“tidak!tidak perlu ikut mendonor,kata kakakmu dia punya teman yang golongan darahnya sama dengan ibu”jawab ibunya.
“Kenapa? Kakak-kakak yang lain golongan darahnya gak sama dengan golongan darah ibu karena ikut golongan darah ayah,Cuma Haza yang sama,tapi ibu kok gak mau haza jadi pendonor”tanya haza.
Di dalam hati ibunya,ada rasa bersalah yang cukup besar ke Haza,waktu sebelum drop,Haza sangat marah dan mengamuk di rumah sakit,karena dia yang selalu di suruh menetap terus di rumah sakit sampai begadang setiap hari karena gak bisa tidur di rumah sakit selama menjaga ibunya,dua bulan seperti itu,makanya Haza mengamuk ke ibunya sendiri yang terlalu sayang ke anak-anaknya yang lain yang tak ingin di tegur atau di marahi jika Haza meminta agar saudara yang lain menggantikannya menjaga ibunya di rumah sakit.
Tampa menjawab pertanyaan Haza,ibunya pun hanya memalingkan wajah dan lanjut untuk tidur.
__ADS_1
Setelah donor darah di lakukan oleh teman kakaknya,ibunya pun di operasi,Haza dan keluarganya hanya bisa menunggu di luar ruang operasi.
Setelah hampir satu jam,ibunya pun keluar,tapi ternyata mereka harus bersedih karena ternyata setelah operasi ibu mereka mengalami koma.
Keluarga yang menjenguk pun hanya di perbolehkan satu orang saja untuk bertatap muka oleh ibu,tibalah giliran Haza yang masuk ke ruang ICU untuk melihat ibunya,betapa sedih hati Haza,tak kala melihat ibunya hanya terbaring tak berdaya.
Berhari-hari ibunya di rawat di ICU namun tak ada tanda-tanda ibunya akan sadar.Sampai suatu malam kabar mengejutkan itupun tiba,Haza yang untuk pertama kalinya pulang ke rumahnya untuk istirahat karena berhari-hari di rumah sakit,diapun shock ketika baru tiba di rumahnya mendengar kabar bahwa ibunya telah berpulang ke yang maha kuasa.Dengan fisik yang begitu lemah,haza pun buru-buru ke rumah sakit lagi.
__ADS_1