
Saat mereka dewasa.Haza dan Zahra memiliki sifat yang berbeda,zahra memiliki sifat angkuh dan tak mau mengalah sedangkan Haza, walaupun cuek dan nampak dingin jarang berbicara,dia mempunyai sifat yang baik dan pengertian.
Perlakukan mereka sangatlah sering di beda-bedakan.Zahra selalu di manja sedangkan Haza lebih sering menghabiskan waktu di rumah membantu pekerjaan rumah dari pada keluar bersosialisasi dengan bermain dengan anak seumurannya.
Ketika remaja,Zahra memiliki banyak teman bergaul karna dia cantik dan populer,banyak yang selalu mengikutinya untuk bermain sama-sama,sedangkan Haza hanya memiliki dua orang teman,itupun mereka hanya bisa bersama ketika di sekolah saja.
Haza memiliki teman bernama dian yang pemalu yang ibunya berjualan di kantin,dan Aulia yang cantik,pintar dan dia anak dari guru olahraga di sekolahnya.
Sampai suatu ketika keluarga Haza mengalami masa-masa suram yang mengakibatkan keluarganya selalu cekcok dan ayahnya sakit-sakitan.
Beberapa tragedi mulai sering datang Sili berganti,dari yang usaha ayahnya mengalami rugi besar dan meninggalkan hutang.
Ibunya menjual satu-satunya tanah warisan neneknya ke kerabatnya dengan harga yang rendah.Tanpa sepengetahuan suaminya.
__ADS_1
Kakaknya salim gagal masuk tentara setelah sudah banyak mengeluarkan biaya,dan juga kakaknya ikhsan dan ali yang membuat mobil ayahnya harus masuk ke bengkel gara-gara mengajari temannya menyetir sampai mobilnya menabrak tiang listrik.
"Ibu!!ayah belum makan sedari pagi,dia terus mengurung diri di kamar"ujar Haza.
"Aku juga sedari tadi ingin memberinya makan,namun jika defresi begitu ayahmu akan mengamuk lagi jika bertemu orang"
Jawab ibunya,tertekan.
"Baiklah,aku yang pergi membujuknya untuk makan"jawab Haza.
"Itu makanannya ada di atas meja,sekalian buatkan ayahmu teh hangat",ujar ibunya ke Haza.
"Ibu!!aku pergi dulu ke rumah teman untuk kerja kelompok, karena sudah sejak tadi teman-temanku mengarabariku"pungkas Zahra ke ibunya.
__ADS_1
Namun sampai malam pun tiba,Zahra malah mengabari ibunya lagi bahwa dia akan menginap di rumah temannya,Zahra yang sudah keseringan beralasan kerja kelompok dan ujung-ujungnya dia menginap di rumah temannya itu,membuat ibunya cemas.
Tak lama berselang hari,karena rumah sering gaduh,paman Hasan membawa ayahnya untuk berobat dan pelan-pelan Bu Widya juga sudah bisa berinteraksi dengan suaminya itu.
Ketiga kakaknya haza juga sudah mulai membantu perekonomian keluarga.
Yang di mulai dari Salim,dia bekerja di tambang udang.Ikhsan juga mencari uang dengan menarik becak,becak yang dia beli dari sisa uang hasil menjual mobil ayahnya, yang sebagian besar uang itu juga lah di pakai bayar utang kerugian usahanya.
Dan Ali kini membantu ibunya berjualan warung kecil-kecilan di dekat lapangan sepakbola yang tak jauh dari tempat tinggalnnya,Haza akan membantu ibunya ketika dia pulang dari sekolah.Dan zahra masih manja seperti biasanya,dia selalu kelayapan dikala ibunya membutuhkannya.
"Ibu!!beri aku uang buku lagi,soalnya uang buku yang kemarin aku pake untuk banyar iuran sekolah"ujar Zahra sambil memaksa.
"Astaga..aku perasaan kasih kamu uang iuran sekolah dua hari yang lalu,kok minta lagi sih"jawab ibunya yang tak percaya dengan kelakuan anaknya Zahra.
__ADS_1