
Di tengah kota kecil ada sebuah keluarga kecil di sana,dimana dia adalah Bapak hamir dan ibu Widya,mereka memiliki tiga anak laki-laki bernama Salim, ikhsan dan ali yang usianya hanya berjarak satu dan dua tahunan saja.Mereka adalah keluarga yang berkecukupan,bapak hamir bekerja sebagai pengusaha penjual beras dan ibu Widya adalah seorang guru bahasa Arab.
Bapak hamir adalah tipikal orang pekerja keras dan tidak banyak bicara,sedangkan istrinya mempunyai sifat dermawan dan mudah akrab dengan tetangganya.
Mereka berdua sudah sangat lama, menginginkan anak perempuan,maka dari itu dia dan istrinya,mengasuh anak perempuan tetangganya yang kurang mampu.Karena anak itu sering mengunjunginya dan bermain di rumah mereka.
Sampai suatu ketika ibu Widya hamil lagi,dan kehamilannya kini dia di karuniai anak perempuan.Ibu widya sangat tersiksa pada kehamilannya ini,mulai dari ngidam sampai dia betul-betul lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berbaring di tempat tidurnya saja.
Dia kesulitan untuk pergi bekerja sehingga ibu Widya memutuskan untuk berhenti mengajar di sekolah.
"Bu Widya!!sudah gak mengajar lagi?"tanya Bu Eni, tetangganya ibu Widya.
"Sudah tidak!!Soalnya gak di bolehin lagi sama ayahnya Salim"jawab ibu Widya.
"Kandungnya sudah masuk berapa bulan,Bu Widya??" tanya Bu Eni.
__ADS_1
"Ini sudah lewat bulan, perkiraan dokter awal februari namun meleset karna sudah masuk bulan Maret ini" jawab Bu Widya.
Saat hari Minggu tiba,ketika pak harim pulang dari sholat subuh di masjid,ibu Widya tiba-tiba merasakan sakit perut yang hebat.Sehingga ibu Widya di larikan ke klinik bidan yang tak jauh dari rumahnya.Pukul 05.20 AM ibu Widyapun melahirkan anak perempuan yang sangat cantik.
"Bu.. bidan!!kok saya merasa mulas lagi, perut saya..sangat sakit ?"Tanya ibu Widya.
"(Mengecek kembali) Twins...!!!
(kaget melihat kepala bayi keluar lagi)
Ibu ..ibu ..mengedam lagi karena anak ibu kembar!!"jawab ibu bidan.
Ibu Widya saat bayi perempuan kedua keluar,dia mengalami shock dan sempat kritis,namun bayi perempuan pertama yang saat itu masih berada di sampingnya, seketika memegang jari ibunya,dan ibu Widya seketika melewati masa kritisnya dan sadar.
Karena moment itu adalah awal mula anak itu sangat di sayang oleh orang tuanya.
__ADS_1
Walaupun kembar mereka berdua,nampaknya memiliki wajah yang tak serupah.
Seminggu kemudian,kedua bayinya pun di akikah,dan banyak tetangga dan kerabat berdatangan ke acara tersebut.
"Wahh...kedua bayi'mu, cantik-cantik ya!!"
Celetuk salah satu tetangganya,yang bernama Bu Hana.
"Alhamdulillah! akhirnya di beri bayi-bayi cantik"jawab Bu Widya.
"Tapi yang adiknya kok,sangat mirip dengan anda bu Widya!!awas loh sama mitosnya,bahwa jika anak perempuan sangat mirip sama ibunya,dia akan membuat ibunya gak panjang umur"terang, tetangganya itu.
"Ih..itu kan cuma mitos Bu!"jawab ibu Widya.
(dalam hati ibu Widya juga ada sedikit kegelisahan karena mitos itu pernah kejadian di kerabatnya dulu)
__ADS_1
"Hamir!!aku boleh tidak mengadopsi anakmu satu,soalnya sudah lama juga aku pengen punya anak juga"tanya paman Hasan(saudara ayahnya si kembar).
"Janganlah kak! kasian istri ku juga,butuh perjuangan bisa punya anak perempuan"jawab pak hamir.