
Disana semua anggota keluarga sudah berkumpul,haza begitu terpukul atas kepergian ibunya.Dia begitu menyalahkan dirinya sendiri karena pernah memberontak sebelum ibunya drop dan koma.
Setelah ibunya meninggal dunia,hidup Haza tambah bagaikan neraka,karena semua urusan rumah Haza yang kerjakan,Zahra pun setelah namanya di masukkan ke kartu keluarga paman Hasan,dia semakin menjadi cewek angkuh.
Walaupun dia gak tinggal dengan paman Hasan,namun namanya sudah tercantum ke dalam ahli waris di keluarganya pak Hasan,sebab saat itu ada sebuah kebijakan dari permintaan atasan di kantor pak Hasan jika ingin mengajukan pensiunannya,dia harus memiliki seorang ahli waris yang masih sekolah,namun pak Hasan tak memiliki keturunan,maka dari itu pak Hasan meminta Zahra agar namanya tercantum di kartu keluarga miliknya,karena ayahnya mengizinkan akhirnya namanya pun masuk ke kartu keluarga paman Hasan.
__ADS_1
Sejak Kepergian ibunya,Haza selalu memutar otak agar kebutuhan rumah bisa tercukupi,karena penyakit ayahnya pun yang sebelumnya baik kini muncul kembali akibat kepergian ibunya.
Emosi ayahnya sering membeludak,Hanya Haza yang selalu menjadi tempat kemarahannya,walau Haza tak begitu berbuat salah.
Sebab kakak-kakaknya yang sudah menikah sudah memiliki keluarga kecil dan sudah jarang di rumah sedangkan zahra kini biasanya tinggal di rumah paman Hasan,hanya sekali-kali dia menampakkan diri di rumah.
__ADS_1
Mendengar itu hati Haza seperti terkoyak,sakit namun haza nampak ikhlas dan memilih untuk tidak meminta uang lagi ke ayahnya.Setelah kejadian itu kalimat itu selalu tertancap di batin Haza,sebisa mungkin Haza bertahan untuk merawat ayahnya yang penyakitnya dapat kambuh tiba-tiba.
Namun kutukan itu berdampak pada keseharian Haza,walau awalnya dia meragukan semua kesialan yang dia alami karena kutukan itu.Setelah seringnya dia mengalami banyak peristiwa kesialan mulai dari uangnya sering hilang atau terjatuh di jalan.dia yang waktu itu pergi ke warnet untuk mengerjakan tugas,yang sudah sangat yakin ketika berangkat uangnya dia taruh di selipan bulu namun ketika dia periksa saat di atas angkot uangnya malah tidak ada,dan itu bukan yang pertama kalinya melainkan sudah ketiga kalinya,dengan rasa malu Haza yang saat itu cuma di tegur sapa sama teman lelaki kakaknya yang bertahun-tahun tidak ketemu,Haza pun meminta tolong agar ongkos angkotnya di bayarkan karena kalau pun dia mau turun dia sudah dekat dengan tujuannya.dengan memendam rasa malunya Haza pun turun dari angkot dan bilang bahwa laki-laki itu yang bayarkan dia.
Setiap mengerjakan pekerjaan rumah Haza selalu di timpa hal yang tidak mengenakkan mulai dari teriris,di jatuhi air panas atau sapunya sering patah.
__ADS_1
Saat di sekolah pun Haza tak luput dari kesialan,mulai dari terjatuh di pohon,saat itu jam istirahat Haza dan teman-temannya sedang bermain di pohon yang rantingnya sudah hampir menyampai tanah.