
Setelah dari berjualan di dekat lapangan sepakbola,haza kemudian pulang ke rumahnya.Di jalan dia bertemu kakaknya ali yang dari warnet,sontak kakaknya itu ingin bersembunyi,saat melihat tatapan mata tajam dari Haza.
"Aduuhh!aku malah bertemu si elang lagi(julukan kakaknya ke Haza) lebih baik aku sembunyi dulu, sebelum kena lempar
barang dagangan." Celetuk kakaknya, khawatir.
Seketika kakaknya,yang belum sempat bersembunyi,namun sudah ketahuan duluan.
"Yaa!!Awas ya...mau sembunyi kemana kakak." Ujar Haza.
"Nanti aku ganti uang kamu"sahut kakaknya
" gak ada nanti-nanti pokoknya sini balikin,itu aku tabung buat beli baru baru besok "Jawab Haza,marah.
"iya aku balikin,kalau sudah sampai rumah."
Sahut kakaknya.
"Oke,baiklah"ucap haza percaya.
Sesampainya di rumah kakakmya Ali, kemudian memberikan uangnya ke Haza.
"Ali..!! darimana saja kamu,jam segini baru pulang,cepat kembalikan uang tabungannya Haza"sahut ibunya marah.
Ali kemudian memberikan uangnya yang tinggal separuh,karena setengahnya uangnya sudah di pakai di warnet tadi.
"Kok!!sisa segini,aku nabungnya setiap hari,gak mungkin cuma sedikit begini?"
Tanya Haza ke Ali kakaknya.
"Nanti,aku gantikan yang sisanya lagi, untuk hari ini uangmu yang setengah aku pinjam"
Jawab Ali kakaknya.
Karena kepala ibunya sudah sakit sejak tadi,dia pun tak tahan mendengar pertengkaran anak-anaknya,lalu ibunya pun berjanji ke Haza akan membelikanya baju baru besok lusa,mendengar itu Haza pun senang dan tak marah lagi ke kakaknya ali.
Haza kali ini percaya ke ibunya itu,sebab dia tahu ibunya baru saja di beri uang dari kakak pertamanya yang pulang dari luar kota
Ke'esokan harinya di sekolah,haza yang sedari pagi di cuekin teman-teman
__ADS_1
kelasnya.Dia tak tahu salahnya apa,karena tak mau ambil pusing,dia cuek-cuek saja dan langsung menyendiri ke perpustakaan saja,namun saat akan jam pulang.
Tiba-tiba saat Haza masuk ke pintu
kelasnya,teman-temannya memberikan kejutan padanya.
"Kejutan!!!selamat ulang tahun Haza"sahut teman-teman kelasnya,sambil membawa kue.
"(Diam karena terharu)yaa.. terimakasih banyak,tapi kalian tahu ulang tahun ku dari siapa??"tanya Haza.
"Kemarin kami di beritahu oleh ketua kelas,sebab dia tak sengaja melihat tanggal lahirmu di buku jurnal wali kelas"Jawab teman-temannya.
"Tapi sayangnya,udah di kerjain malah gagal karena kamunya gak respon dan gak kaget pula"celetuk ketua kelasnya.
"Aku memang sebenarnya gak begitu terlalu suka ulang tahun,bukan berarti gak bersyukur atau menghargai kebaikan kalian,tapi memang dari kecil gak pernah merasakan yang namanya ulangtahun di rayakan,tapi ini pertama kalinya dan aku sangat-sangat terharu dengan baiknya kalian sama aku"jawab Haza.
"Pantas aku,terkadang lihat Aulia dan Dian,gak pernah posting perayaan ulang tahunmu,hanya ulang tahun mereka berdua" ujar salah satu temannya.
"Iya!!aku memang gak pernah kasih tahu ke mereka,biarpun mereka selalu tanya,soalnya aku gak hafal,sangkin malasnya diriku merayakan hari ulang tahun "jawab Haza,menjelaskan.
Saat berjalan pulang dari sekolahnya, sebelum sampai terminal,haza di cegat oleh salah satu gerombolan anak geng perempuan salah satu sekolahnya.Mereka selalu berpapasan di jalan ketika pulang.
"Iya!!" Jawab Haza,yang merasa aneh setelah di cegat, karena gak biasanya.
"Tadi itu depan gerbang mu ribut-ribut sekali sambil teriak 'happy birthday'memangnya yang ulang tahun itu siswa paling populer disitu,aku penasaran apakah dia cantik atau anak pejaba?"tanya
Ketua geng itu.
"Tidak,kok!!bukan siswa populer atau anak pejabat,memang kami pada heboh kalau ada yang berulang tahun"jawab haza,merasa malu,karena dia yang sebenarnya yang berulang tahun.
Sesampainya di rumah.Haza kemudian di panggil ibunya untuk menemaninya ke pasar, karena Zahra yang awalnya di ajak juga,malah tidak ingin pergi.
Ibunya memberi tahu bahwa sesuai janjinya kemarin,dia akan membelikan Haza baju baru,Haza pun setuju dan bersemangat pergi.Karena ini pertama kalinya dia dapat hadia dari ibunya dan ibunya mau haza yang ikut.
Sepulang dari pasar, karena ibunya juga membelikan Zahra baju,maka Haza di suruh ibunya untuk membawakan baju milik Zahra juga yang di beli tadi.
"Kak Zahra,ini bajumu yang di belikan ibu tadi!!"sahut Haza.
"Bawa sini(dengan muka judesnya yang sedari tadi bermain hp terus)baju warna pink lagi,kamu baju warna apa??"tanya Zahra.
__ADS_1
"Iya,kakak kan suka warna pink,itu ibu sendiri yang pilihin bukan aku,kalau aku baju putih dengan gambar beruang,aku sendiri yang milih"jawab Haza.
"Sini baju kamu,itu untuk saya saja"ujar Zahra,sambil memerintah.
Karena gak terima bajunya di ambil Zahra,Haza pun naik pitam menarik baju itu sampai membuat Zahra jatuh dari kursi,tak terima lututnya jadi lecek karena ulah Haza itu,Zahra lalu menampar Haza.
Mendengar mereka bertengkar ibunya lalu beranjak meninggalkan kesibukanya di dapur dan pergi ke kamar mereka,ibunya yang tak tahu permasalahan dari awal malah memarahi Haza,karena tambah hari menjadi anak yang tak sabaran,sontak Haza pun menangis dan berkata kak Zahra mau mengambil baju miliknya.
Ibunya lalu menegur Zahra bahwa kalau dia menginginkan baju milik Haza,dia harus menukar punyanya juga,Zahra dengan berat hati memberikan baju pinknya itu,namun Haza tak rela menukarnya karena sedari awal dia yang mati-matian memilihnya di pasar.
"Aku kan dari dulu gak suka warna pink,Bu!"sahut Haza,kecewa.
"Udah!pake itu saja, kalau gak mau ambil ibu gak akan belikan kamu baju baru lagi"
Jawab ibunya,marah.
"Baiklah!Dari pada kena pukul lagi "jawab Haza,sedih.
Melihat ke'esokan harinya Zahra memakai baju itu,hati Haza sontak sedih,bukan karena nilai dari baju itu,melainkan banyak kenangan yang tak bisa sering dia dapatkan bersama ibunya.
Karena sakit hatinya terus teringat jika melihat baju pink itu,Haza tak pernah ingin memakainya, setiap kali melihatnya di lemari,dia lalu melemparnya.Dan saat dia pergi ke acara rumah kerabat jauh,Haza lebih memilih memakai baju tua.
Kakaknya Zahra hanya memakai baju itu sekali,dan tak lama Haza memergoki Zahra memakai baju itu untuk di jadikan lap lantai kotor,karena capek dengan kelakuan Zahra yang selalu se'enaknya saja,Haza pun memarahinya dan dia lalu mengadu ke ibunya bahwa Haza sudah memarahinya sambil berteriak padanya,padahal Zahra lagi diam bermain Hp di kamar,dan Haza cari gara-gara terus.
Ibunya lalu marah kepada Haza,karena lelah selalu di perlakukan tidak adil,Haza pun membentak ibunya,saat itu terjadi kebetulan tantenya Haza juga sedang berada di rumah.Melihat kelakuan Haza, tantenya lalu menceramahi Haza,karena sudah keras kepala dan membangkan,tak seharusnya Haza bersikap tidak sopan ke kakaknya.tantenya juga berkata bahwa dia akan di siksa di neraka karena sudah membuat ibunya menangis.
Haza lalu diam, walau di suruh untuk meminta maaf,Haza lebih baik pergi menenangkan diri di rumah bibinya, saudara dari ayahnya.
Di rumah itu hanya ada bibinya dan suaminya yang sudah sangat tua.Jika Haza suntuk di rumah,dia biasanya ke tempat itu.
Tak lama kakaknya ikhsan datang menjemputnya, kakaknya itu walau jarang di rumah,namun dia yang paling perhatian ke Haza karena memang memiliki sifat lemah lembut.
Di rumah Haza tak banyak bicara,dia lalu di nasehati ayahnya agar selalu mengalah,dan Haza pun mengalah dan mengajak bicara ibunya lagi.Namun seminggu kemudian,saat dia bersiap-siap pergi ke les sekolahnya,dia melihat baju pink itu sudah tak ada di lemarinya.
"Aku pinjam baju pink mu kemarin,soalnya bajunya masih baru dan bagus,nanti aku balikin"celetuk Zahra.
"Gak usah di balikin,buat kakak saja"jawab Haza,singkat.
Kemudian Haza,pergi menutup lemarinya dan berpakaian sederhana ke sekolahnya.
__ADS_1