
Di tempat berbeda,Haza sedang memperhatikan ibu guru menjelaskan pelajaran di atas,sambil mencatat apa yang gurunya tulis di papan tulis.
Tak lama ada seorang kakak kelas lewat dekat jendela,dan tiba-tiba melihat kecantikan dari Haza yang duduk menulis dekat jendela sambil rambutnya terkibas oleh sepoi-sepoinya angin.
Kakak kelas Haza itu bernama mulil Amri,dia siswa laki-laki yang begitu populer di sekolahnya.
Dia sangat tampan dan juga seorang ketua OSIS di sekolah haza,namun rumor bahwa dia itu sangat playboy,juga sudah sampai di telinganya,haza pun gak begitu peduli saat Amri mengajaknya bicara.
"bola'nya terlempar ke samping kelas 2 ipa."
Sahut temannya
"biar aku saja mengambil bola'nya"jawab amri.
"oke,baiklah aku tunggu disini."celetuk temanya.
Amri tak sengaja menoleh.
"ssseettt.. Cantiknya!!kamu murid pindahan ya?" Tanya Amri.
Haza menoleh sedikit,di dalam hatinya,ada sedikit rasa kesal karena sudah di ganggu saat belajar.
"Maaf kak,saya bukan murid baru"jawab haza,singkat.
"boleh saya berkenalan?"tanya Amri.
Namun saat Haza mau bilang tidak,ibu guru kemudian melihat ke arahnya,seketika Haza langsung fokus ke depan.
"MULIL AMRI YUSUFFF..!!"Teriak ibu guru.
" (kaget),iya Bu,maaf"celetuk Amri, takut.
" Amri!!!apakah kamu masih mau kembali ke kelas dua? ngapain berdiri disitu,mengganggu pelajaran ibu"tanya ibu guru.
__ADS_1
"Cuma gak sengaja lewat Bu,ambil bola"jawab Amri,kelinglungan.
Tak lama jam istirahat pun di mulai,Mia lalu menggoda haza,yang sudah di kira murid baru.teman-teman yang lain juga pada penasaran,apakah ketua OSIS naksir dengan haza.
Saat di kantin,haza terus di goda,oleh Amri,sampai membuat haza risih.
Sampai mengajak haza pacaran,namun haza menolak.
Sampai suatu ketika,haza sedang ulangan dadakan mata pelajaran kimia.dan karena haza kurang tidur,setelah dari melayat tetangganya yang meninggal dunia di samping rumahnya secara tiba-tiba malam itu,dia pun juga belum sempat belajar apapun.
Akhirnya haza pun nampak pusing ketika di beri tahu tentang ulangan dadakan itu,namun melihat Gilang yang duduk di paling pojok belakang dan tersembunyi,dia lalu memiliki ide untuk jalan pintas saja, karena Gilang adalah seorang atlet jadi dia sudah biasa kalau ujian suka ngasal saja.Soalnya dia naik kelas karena prestasinya di bidang olahraga sangat tinggi,dan guru selalu memaklumi hasil ulangannya yang amburadul karena dia terkadang gak masuk mata pelajaran karena sedang latihan.
"Sssttt....Gilang bisa tolong aku!!"sahut haza.
"Tolong,apa?"tanya Gilang.
"Kita tukaran tempat duduk untuk hari ini saja ya!"celetuk haza.
"Hhhmm...pasti mau nyontek"jawab Gilang sambil tersenyum mengejek.
"Oke,baiklah haza"jawab Gilang.
Setelah pindah tempat duduk,haza pun sudah mempersiapkan alat tempurnya untuk ulangan.
Amri yang masih penasaran dengan haza, karena untuk pertama kalinya ada perempuan yang menolaknya,dia lalu caper ke kelas haza, karena Amri habis olahraga dan melihat yang mengajar di kelas haza adalah guru kimia yang tak lain tantenya sendiri.
"Haza,mana kok gak ada kelihatan."ujar Amri,sambil melihat-lihat masuk ke kelasnya haza.
"Kau lagi mencari siapa Amri?"tanya ibu guru kimia yang bernama Bu idah
Tiba-tiba saat Amri melihat haza duduk paling pojok belakang terhimpit,diapun ibah,kemudian mengobrol ke tantenya itu.
"Nah itu dia disana!!
__ADS_1
Aduuh.. kasian dia di duduknya paling belakang sekali"sahut Amri.
"Bu idah!!bisa tidak si haza,disuruh duduk di depan,soalnya kasian dia terhimpit gak kelihatan di belakang"pinta Amri,ke tantenya.
"Oke!"jawab Bu idah.
"Haza..tolong duduk di depan sekali,di meja ibu!!"sahut Bu idah.
Haza kemudian berpindah menuju ke depan,sambil duduknya menghadap siswa lain.
"Sia-sia saja dia minta tukaran kursi,kalau tahu begitu dia tetap di bangkunya semula.Ini sih sudah jatuh tertimpa tangga pula,udah gak bisa nyontek,malah harus duduk grogi di dekat guru terus"celetuk haza dalam hatinya.
Setelah ulangan selesai,haza lalu meratapi dirinya yang sudah pasrah dengan hasil ulangannya nanti.Dia memilih untuk tetap di kelas tiduran, walau teman-temanya mengajaknya ke kantin saat istirahat dia memilih untuk tidur di pojokan, sangking kepalanya sangat sakit,kurang tidur dan banyak berfikir tentang nilai yang akan dia peroleh nanti.
Jam pulang sekolah pun tiba, lagi-lagi Amri datang menunggunya di depan kelasnya.Saat haza keluar dengan muka lesuhnya,haza harus pasrah di ajak ngobrol terus oleh Amri sambil berjalan keluar gerbang.Walau gak respek dan udah badmood.
Haza mulai berfikir,mungkin sebaiknya dia menerima perasaannya amri,sebab teman-temannya begitu sering memprovokasi kedekatan mereka berdua,di tambah lagi,haza mulai capek mendengar terus permintaannya untuk berpacaran.
"Tadi pagi,apakah kamu melihat aku akrab dengan guru kimia?"tanya amri.
"Iya!waktu aku ada ulangan tadi"jawab haza.
"Sebenarnya aku itu lagi cari-cari kamu,tapi ternyata setelah lama mencari aku lihat kamu duduk paling belakang,karna kasihan melihatmu terpojok duduk di belakang,jadinya aku suruh tante aku,buat kamu bisa duduk di depan"ujar amri.
Setelah mendengar perkataan amri,haza nampak tak mampu berkata-kata lagi.Hanya bisa ngomong dalam hati bahwa dia tarik niatnya tadi untuk terima dia jadi pacarnya dan untung saja dia adalah ketua OSIS coba kalau bukan haza tak segan-segan memasukkan daftar hitam agar tak berurusan dengan orang itu lagi.
Ketika haza keluar gerbang,haza kaget karena dia kira kakaknya ali yang menjemputnya tapi ternyata yang menunggunya di depan sekolah sambil kepanasan adalah teman dari kakaknya.
Melihat ada cowok lain selain kakaknya haza, yang datang menjemputnya.Amri lalu mulai berfikir bahwa orang itu adalah pacarnya haza,amri pun mengurungkan niatnya agar besok-besoknya dia tak akan mendekati haza lagi.
"Kenapa bukan kakakku yang menjemput?"
Tanya haza ke teman kakaknya.
__ADS_1
"Kakakmu kakinya masih sakit habis jatuh di motor kemarin,jadi dia minta tolong ke saya"jawab teman kakaknya.
"Oh..oke!!sahut haza,sambil naik ke motor teman kakaknya.