
Di pertengahan semester,teman Haza yakni Aulia tiba-tiba pindah sekolah,karena ayahnya yakni Pak Sam,akan pindah mengajar ke kota besar.
Haza dan dian lalu mengelar pesta perpisahan kecil-kecilan di kantin sekolahnya.
"Kalian akan membawaku kemana?"tanya Aulia,bingung.
"Nah..sudah sampai,buka penutup matanya Dian" pinta Haza ke Dian.
"(membuka penutup mata Aulia) Kejutan!!!"celetuk Dian.
"Apa..ini??(terkejut dengan lilin dan kue yang di bawa Haza)wahh!!! terima kasih banyak sahabat-sahabatku,ini donat kesukaanku dan kadonya,juga makasih!!"sahut Aulia,bahagia.
Aulia pun, membuka kado perpisahan teman-temannya dan ketika dia melihat bingkai foto yang dalamnya ada foto mereka bertiga beserta pesan-pesan yang mendalam dari temannya,Aulia pun terharu.
Ketika jam istirahat akan selesai,Haza kemudian di panggil oleh ibu Ratna yang tak lain adalah sepupunya sendiri.
"Haza..kemari,ada yang kakak ingin bicarakan!!"pinta ibu Ratna.
"Ada apa kak?"tanya Haza
"Kamu dua hari gak masuk sekolah,wali kelasmu bertanya-tanya terus,kakak jadinya harus bilang kamu sakit,soalnya aku telpon-telpon Zahra,gak jawab sama dia,aku kirim pesan gak di baca juga,lain kali tanya kakak kalau kamu gak masuk sekolah,soalnya ribet juga karna yang di kasih hp cuma Zahra tapi orangnya sombongnya minta ampun"jawab ibu Ratna ke Haza.
"Maaf,kak!!saat itu aku lagi menstruasi yang sangat bikin aku kesakitan terus sampai sulit bangun dari tempat tidur" ujar Haza,sambil menunduk malu.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Haza di larang masuk sekolah oleh ibunya,sebab Haza meminta uang iuran sekolah dari kemarin namun ibunya terus janji-janji ke Haza.Saat sudah kepepet dan gak bisa janji lagi,Haza malah di suruh gak sekolah,karena Haza malu sama wali kelasnya sudah berjanji terus,dia lalu pergi mengumpulkan uang dengan membantu berjualan dagangan ibunya di pasar.
__ADS_1
Haza gak mungkin jujur ke ibu Ratna karena takut ayah dan ibunya cekcok lagi gara-gara Haza gak masuk karena malu gak bayar iuran sekolah,padahal ayahnya juga sudah susah payah mengumpulkan uang sekolah anaknya dengan menarik becak.
Setiap ibu Ratna gajian pasti Haza kadang dapat uang jajan dari ibu Ratna,dan uang itu dia akan tabung.
jadinya Haza bisa masuk sekolah dengan membawa uang iuran sekolahnya,dari hasil dia menabung dan berdagang di pasar.
Walaupun Haza bersekolah di pinggiran kota,yang mayoritas siswanya orang sekitar sini adalah orang pedesaan,Haza sangat senang bersekolah disini,yang awalnya dia seperti asing karena cuma dia orang kota yang bersekolah disini.
Tapi lama kelamaan dia sangat suka karena disini tidak ada yang namanya siswa geng pembullyan antara si miskin dan si kaya,atau si culun dan si populer persaudaraan mereka sangat baik,tidak pernah saling menghina keadaan.
Ketika keluarga mereka panen, mereka biasa di undang ke rumah teman yang satu dan satunya lagi,dan di perlakukan seperti layaknya anak sendiri oleh orang tua mereka yang sangat baik.
Haza juga sering mendapatkan beasiswa di sekolah ini, walau uangnya ibunya yang pegang,karena ibunya Haza selalu seenaknya jika menyangkut uangnya,maka dari itu Haza mengakalinya dengan hanya memberikan uang behasiswanya hanya sebagian,dan sebagian dia tabung untuk jaga-jaga nanti jika dia meminta uang sekolah dan ujung-ujungnya di omeli.
"Haza,apakah kamu sudah dapat kabar dari Dian?"tanya ketua kelasnya.
"Belum!!aku ke rumahnya namun dia tak ada,ibu wali kelas juga gak bisa aku tanya kalau-kalau dia tahu alasan Dian gak masuk, karena ibu wali sudah tiga hari gak masuk karena izin keluar kota"jawab Haza.
Karena tak ada Dian,Haza lebih sering berada di perpustakaan sendiri,sambil membaca buku.Seminggu kemudian, tiba-tiba ibu wali kelas masuk,yang gak seperti biasa karena beliau mengajar pelajaran matematika dan pagi itu,mata pelajaran pertama adalah olahraga yang mana mereka semua sudah memakai baju olahraga.
"Ibu!!mata pelajaran pertama di ganti kah?"tanya teman-teman kelasnya Haza.
"Tidak!!ibu hanya akan memberikan kalian kabar yang tidak mengenakkan,kalian harus lapang dada ya.."jawab ibu wali kelas.
__ADS_1
"Apa itu Bu? jangan-jangan nilai ulangan kami semua anjlok!!"tanya ketua kelas.
"Teman kalian yang bernama Dian amirawati, meninggal dunia"jawab ibu wali kelas sambil menahan airmatanya.
"Ahh! innalilahi wa innailaihi rojeunn"ya Haza pingsan,Bu Haza pingsan"sahut salah satu teman kelasnya Haza.
Setelah Haza sadar,wali kelas berkata bahwa sekarang kita semua akan ke rumah Dian dan mata pelajaran hari ini di kosongkan.
Ternyata selama ini Dian mengidap penyakit leukemia,dia sudah seminggu koma dan di rawat di ruang ICU salah satu rumah sakit besar yang ada di luar kota,karena ibu wali kelas juga gak bisa jenguk sebab dia baru tahu bahwa Dian sakit waktu di kampung halamannya.
Dan tiba-tiba tak lama berselang hari dia sudah cuti dan masuk ke sekolah dia malah dapat kabar bahwa dian telah berpulang.
Haza tak kuasa membendung rasa sedihnya karena di tinggal tiba-tiba oleh sahabatnya,lalu ibunya Dian yang wajahnya sudah sangat pucat dan lemah,datang memeluk Haza.
Setelah dari pemakaman,Haza dan kawan-kawan yang lain pun pulang ke rumahnya masing-masing.
Dalam keadaan lesuh dan tak semangat hidup,Haza lalu di suruh ibunya untuk langsung ke lapangan berjualan, soalnya kakaknya Ali pergi sejak tadi pagi,dan ibunya tak mampu kesana karena kepalanya sedang sakit.
Haza pun membersihkan badannya dan mengganti baju sekolahnya,lalu pergi berjualan.Tetapi sebelum berangkat Jenna memiliki firasat buruk ke kakaknya itu.
karena Kakaknya Ali itu jika sudah hilang keluyuran entah kemana,dia pasti sudah mencongkel celengannya,sontak Haza seketika sadar dan langsung mengecek wadah tempat celenganya berada,dan benar saja firasat Haza itu, ternyata uangnya kosong.
"Ibuuuu!!!kakak pergii..kemana"Teriak Haza sambil marah.
Haza yang selama ini tak pernah bersuara keras,membuat ibunya seketika kaget.
__ADS_1
"Dia pergi dengan temannya tadi,mungkin sekarang dia ada di warnet"jawab ibunya, tercengang melihat kemarahan putrinya.
"Kakak..mengambil uang tabunganku lagi,pokoknya kalau pas aku pulang uangnya gak balik,aku gak mau melakukan pekerjaan rumah lagi, terserah mau di pukul,mau di usir,terserah..sahut Haza ke ibunya.