Haza(Keberuntungan)

Haza(Keberuntungan)
Salah Sangka Dan Kecewa Berharap


__ADS_3

Kakak kedua haza yaitu Ikhsan,sudah sebulan mendapatkan pekerjaan baru,dia tak lagi menarik becak dengan ayahnya.


Ikhsan kini bekerja menjadi supir dinas di kantor daerah.


Pernah suatu ketika ada moment di mana Haza untuk pertama kalinya terlambat kesekolah pada hari senin,kebetulan kakaknya belum berangkat ke kantornya,jadi Haza di antar ke sekolah memakai mobil dinas yang baru selesai kakaknya cuci.


"Nanti di atas mobil,baru kamu pakai dasi dan sepatu,ini sudah jam 7 pagi,kamu sudah sangat telat kalau sampai disana"ujar kakaknya ikhsan.


Dengan rambut acak-acakan di tambah Haza masih memegang sepatu dan dasi di tangannya,diapun naik ke mobil itu.


"Baiklah!!"jawab Haza.


Saat sudah di depan lorong,haza kaget dia salah bawa ikat pinggang dan kaos kaki.


"Aduuhh!!aku salah bawa ikat pinggang dan kaos kaki"sahut Haza panik.


"Jadi putar balik ini?"tanya kakaknya cemas.


"Jangan!!tidak usah putar balik kak,keburu waktu"jawab Haza.


(Dalam hatinya,berfikir pasti dia sudah gak bisa ikut upacara karena sudah telat,dan sudah terlanjur akan dapat hukuman)


Sesampai di sekolah Haza melihat guru BK sedang menghukum murid yang terlambat juga dan upacara sudah hampir selesai,tanpa berfikir panjang Haza langsung ikut ke barisan anak yang di hukum.tapi saat barisan upacara bubar,Haza lalu di suruh masuk ke kelasnya tanpa di hukum.


Anak-anak lain dan Haza,ikut tercengang.


Saat sampai di kelas,haza di sapa oleh Mia teman sebangkunya.


"Hei Haza,kenapa kau seperti orang linglung,kau berani juga pakai ikat pinggang warna putih"sahut Mia,teman sekelas Haza.


"Aku gak sengaja pakai karena tadi aku telat,ini saja kaos kakiku aku sembunyikan di bawah tumit karena salah pakai.

__ADS_1


"Tadi waktu baris berbaris aku kan di paduan suara,guru-guru yang berdiri di dekatku,ngomong sambil nunjuk keluar,bahwa anak yang telat itu beruntung gak di hukum,soalnya di antar sama bapak kepala dinas pendidikan,pakai mobil dinasnya,aku dan guru-guru juga gak sempat lihat wajahnya karena ketutupan pohon,tadi" ujar Mia.


Haza langsung sontak antara terheran-heran dan mulai ketawa sendiri.Dia gak sadar bahwa mobil yang dia tempati nebeng tadi mobil kepala dinas pendidikan,di pikirannya dia,mobil dinas pada umumnya sama saja dengan mobil dinas lain,yang gak bakal di tahu itu yang punya siapa.


Di sekolah Zahra,ada anak lelaki yang terus-menerus menyatakan cinta ke Zahra,namun Zahra tidak tertarik dengan lelaki itu, karena dia tidak populer di sekolah dan tubuhnya itu gemuk sekali,anak lelaki itu bernama Muhammad Yuda, dia pintar dan kaya,namun dia memakai kacamata tua dan gemuk.


Karena lelah dengan tekat Yuda yang terus-terusan mengejarnya,akhirnya karena kasian dan ingin memanfaatkan kekayaanya,Zahra menerima Yuda untuk menjadikan dia pacarnya,namun hanya dalam seminggu Zahra lalu meminta putus ke Yuda karena kakak kelas yang jadi ketua tim basket menembaknya untuk jadian.


Yuda pun begitu patah hati,dengan keputusan Zahra itu,terlebih lagi, dibelakang Yuda,ternyata Zahra menjelek-jelekkanya karna dia orang gemuk menjijikkan,dan punya otak pintar tapi nyatanya bodoh karena mau-maunya di manfaatkan olehnya.


Sontak Yuda sakit hati,dan mulai memilih rasa trauma.Zahra sangat senang di antar jemput oleh pacar barunya menggunakan mobil,dia pun tambah populer di sekolahnya.


Di siang hari ketika pulang sekolah,karena kakak Haza yaitu Ali sudah bekerja di pabrik beras,setiap kakaknya ali libur kerja,dia akan menjemput Haza.Dan apabila gak libur,Haza akan di jemput oleh ayahnya dengan becaknya,awalnya Haza gak ingin di jemput ayahnya karena kasian ayahnya harus bawa becak panas-panas ke sekolahnya,namun ayahnya juga tak enak hati,karena dia yang menyuruh haza,bersekolah jauh disitu dan uang saku haza gak cukup untuk dia jajan karena di pakai ongkos pulang pergi.


Berhari-hari Haza di jemput ayahnya.


dia mudah akrab dengan teman-teman haza dan teman-teman sekolahnya juga pada ramah dan sopan ke ayahnya.


"Om hamir!!sudah lama disini?"tanya ibu Ratna,keponakannya ketika menghampiri ayahnya Haza yang menunggu Haza di pos satpam.


"Belum lama juga nak!"sahut ayahnya haza.


"Ini aku kasih uang untuk membeli kopi paman,kelas haza belum pada keluar soalnya lagi ulangan praktik tata boga.jawab ibu Ratna.


"Oohh...iya nak,makasih sudah di beri tahu"ujar pak Hamir.


Tak lama berselang Haza pun keluar dan berjalan menuju pintu gerbang,dan dia pun sudah di sambut ayahnya.sebelum sampai gerbang sekolah, teman-temannya yang berjalan beriringan dengan haza,lalu bercerita ke haza.


"Apakah ayahnya mantan guru bahasa Inggris?dia sangat pandai berbahasa Inggris,di pos satpam dia biasa mengajari kami bahasa Inggris sambil bercanda"


Tanya temannya.

__ADS_1


"Dulu ayahnya pebisnis,dia terkadang berkomunikasi dengan lawan bisnisnya untuk mengekspor barangnya itu memakai bahasa Inggris,namun karena sakit dan sudah berhenti,ayahnya sekarang mencari kesibukan dan mencari nafkah dengan menarik becak"jawab Haza.


"aku bangga punya teman sekolah kayak kamu,yang tak malu jika pekerjaan ayahnya menarik becak,semoga ayahmu sehat-sehat terus, kasian juga sebenarnya di usianya itu dia masih mau bekerja keras"sahut temannya.


Ada suatu moment saat itu Haza,dia tidak seperti biasanya,yang biasa menyisihkan uang jajannya,dan hanya membeli minuman saja,namun entah di rasuki apa,Haza tidak tahan dengan sakit lambungnya,dia kemudian membelanjakan semua uang jajannya untuk membeli makanan juga.


Karena selalu di jemput,makanya Haza tidak khawatir lagi,dan lalu meyakinkan diri untuk membelanjakan semua uangnya yang tersisa.karena dia tak harus mengeluarkan ongkos untuk pulang nanti.


Namun haza sudah menunggu lama,tapi tak kunjung di jemput juga,banyak teman-temannya menawarinya tumpangan,namun Haza takut kalau-kalau nanti, ayahnya sudah jauh-jauh datang namun dia sudah pulang,jadi Haza menolaknya,dan tetap menunggu.


Sampai berjam-jam pun ayahnya tak kunjung datang,dan pak satpam juga sudah pulang,melihat matahari sebentar lagi terbenam,Haza pun memutuskan untuk pulang berjalan kaki saja.


Jarak yang di tempuh sangat jauh,tak ada jalan pintas,karena dari perbatasan kota sampai masuk kota,hanya ada jalan raya saja.Ada begitu banyak mata, yang melihat Haza berjalan kali sendirian, terkadang ada pemotor yang singgah menawari Haza tumpangan,namun Haza menolak karena takut berboncengan dengan lelaki yang tidak dia kenal.


Tiba-tiba selama berjalan kaki, ketika sudah melewati jembatan besar,yang menandakan bahwa sudah dekat dengan lorong rumahnya.Haza sontak merasa sedih,sepanjang jalan dia terus melihat orang yang menarik becak,berfikir bahwa dia akan berpapasan dengan ayahnya.


Haza sontak menangis,bukan karena kecapean berjalan kaki,atau malu di lihatin orang,namun dia terus berharap ayahnya datang namun,sudah mau sampai tapi tak melihanya,dalam hati haza, berfikir apakah dia lupa di jemput atau sudah gak di pedulikan lagi.


Pas sudah di depan lorong rumahnya,dia lalu melihat ayahnya yang baru keluar dari lorong rumahnya.


"Kau sudah sampai,saya baru mau pergi menjemput,soalnya dari tadi siang becaknya rusak,ayah memperbaikinya sampai lupa waktu"sahut ayahnya.


"Apakah kakak ali gak ada di rumah,atau Zahra bisa chat teman haza,kalau ayah gak bisa jemput"Jawab haza,sambil menahan airmatanya keluar lagi.


"Ali, baru saja sampai di rumah dari bekerja,dia sangat kelelahan dan zahra katanya pulsa hp'nya habis,belum sempat di isi tadi"jawab ayahnya haza.


"Apakah kak ikhsan,belum pulang dari luar kota?"tanya Haza.


"Belum!!dia mungkin akan pulang lusa"jawab ayahnya.


Haza kemudian pulang menuju kerumah dengan ayahnya,sesampainya di rumah,orang rumah pada cuek dengan kedatangan haza,ibunya pun hanya menyibukkan diri sendiri,yang haza harapkan setidaknya ibunya khawatir anaknya belum pulang-pulang,atau bertanya kau naik apa pulangnya.,ternyata haza harus menguatkan dirinya sendiri,dan besok-besoknya dia mulai berusaha gak gak berharap lagi,dan lebih baik nahan lapar,daripada harus jalan kaki atau berharap bisa di perhatikan.

__ADS_1


__ADS_2