
Karena Haza takut ada salah dengan Amri,dia pun pergi mencari Amri ke ruangan OSIS,namun setibanya Haza disana dia hanya melihat wakil ketua OSIS dan para teman-teman sedang menggosipi Amri..Wakil ketua OSIS itu bernama Hasmi.
"apakah kamu tahu si ketua OSIS Amri sedang dalam kesulitan,kata ibu wali kelas kalau sampai nilai ulangannya jelek lagi,dia terancam tak akan lulus tahun ini"celetuk Hasmi.
"aku baru tahu,soalnya kan cuma kamu yang sekelas dengannya, pantas aku lebih sering lihat dia sekarang menyendiri di perpustakaan"sahut temannya hasmi.
"aku sangat lega, jika melihat orang itu sedang kesusahan soalnya dia dahulu memutuskan hubungan secara sepihak denganku"ucap hasmi.
"wah...!!parah sih kamu,belum move on,aku kira kamu sudah cukup puas dengan menyebarkan gosip bahwa ketua OSIS Amri playboy sejagat,rupaya kamu masih mau melihat dia tersiksa rupaya"Jawab temannya hasmi.
"Biarkan saja,dia itu sudah kena batunya,apalagi dia itu sudah hilang harga dirinya habis di tolak oleh Haza.....malah ngejar Haza terus,pas tau Haza udah punya cowok,kena batunya dia...hahh.a...haha.....!!"celetuk Hasmi.
Saat Haza ingin berbelok meninggalkan ruangan OSIS, tiba-tiba ibu Ratna menepuk punggung Haza dari belakang.Haza sontak kaget,ibu Ratna yang bertanya apa yang di lakukannya disini,dan Haza menjawab bahwa dia tadi buku Amri ketinggalan di perpustakaan jadi dia mencarinya disini untuk mengembalikan bukunya.
__ADS_1
Mendengar ada seseorang di dekat pintu,Hasmi dan teman-temannya berhenti bergosip.Ibu Ratna bilang ke Haza bahwa Amri tadi di panggil oleh guru olahraga,dia ada di ruangan guru olahraga sekarang.
Haza pun berterima kasih karena sudah di beritahu,dan tak butuh waktu lama Haza kemudian pergi ke ruangan guru olahraga.
Dalam hati haza berkata,"untung saja saya gak ketahuan berbohong,akan berabe jika saya nyari Amri tiba-tiba cuma untuk bicara berdua dengannya".
Sesampainya di ruangan guru olahraga,Haza melihat Amri sedang membawa setumpuk bola volley karena kasian melihat dia cuma mengangkatnya sendiri,Haza kemudian membantunya.Amri pun kaget Haza tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Mau dibawa kemana ini kak?"tanya Haza.
"itu....itu...... akhirnya bisa ngomong juga,ku kira dari kemarin kak Amri lagi puasa ngomong,soalnya cueknya minta ampun"sahut Haza.
"(tersenyum) perasaanmu saja kali! sekali-kali jadi cowok cool bisa kan?"celetuk amri.
__ADS_1
"hhahha.......hhah......cowok cool,kakak itu gak serasi jadi cowok cool!"Jawab haza sambil tertawa.
"gak cocok ya... kirain cocok akunya!kalau jadi teman Haza cocok gak?"tanya Amri sambil tersenyum.
"cocok...kenapa gak cocok.....cocok cocok saja,kak Amri nanti kita belajar bareng di perpustakaan ya!"jawab Haza sambil bercanda.
"ya....takutnya pacarmu marah,jika kamu nanti punya teman cowok,iya nanti aku akan nunggu kamu belajar di perpustakaan"sahut Amri.
"aku heran kenapa orang-orang sering kira Haza punya cowok,padahal Haza selalu sendiri dan gak punya siapa-siapa yang ingin Haza taksir"celetuk haza.
"gak punya ....!!yang.......bener......itu cowok yang itu hari menjemput kamu,masa kamu gak akui"tanya Amri sambil meledek.
"oh....itu,kak Rian....temannya kakak aku,biasa dirumah sudah kayak saudara dan sudah di anggap seperti anak sendiri oleh orang tua aku,soalnya kadang rumah aku di jadikan rumah sedangkan rumahnya sendiri di jadikan tempat persinggahan,dia itu bukan pacar Haza, tertarik saja,enggak soalnya orang setengah waras"jawab Haza.
__ADS_1
"oh....teman kakakmu toh!"ucap Amri sambil menatap Haza yang dalam hatinya seperti sudah sedang berpesta pora.
"Tapi aku jelasin begini bukan karena mau PDkt lagi sama kakak atau ingin di jadikan pacar sama kakak,aku jelasin ini semata-mata agar gak salah faham kedepannya.