
Sepulang dari pasar, karena ibunya juga membelikan Zahra baju,maka Haza di suruh ibunya untuk membawakan baju milik Zahra juga yang di beli tadi.
"Kak Zahra,ini bajumu yang di belikan ibu tadi!!"sahut Haza.
"Bawa sini(dengan muka judesnya yang sedari tadi bermain hp terus)baju warna pink lagi,kamu baju warna apa??"tanya Zahra.
"Iya,kakak kan suka warna pink,itu ibu sendiri yang pilihin bukan aku,kalau aku baju putih dengan gambar beruang,aku sendiri yang milih"jawab Haza.
"Sini baju kamu,itu untuk saya saja"ujar Zahra,sambil memerintah.
Karena gak terima bajunya di ambil Zahra,Haza pun naik pitam menarik baju itu sampai membuat Zahra jatuh dari kursi,tak terima lututnya jadi lecek karena ulah Haza itu,Zahra lalu menampar Haza.
Mendengar mereka bertengkar ibunya lalu beranjak meninggalkan kesibukanya di dapur dan pergi ke kamar mereka,ibunya yang tak tahu permasalahan dari awal malah memarahi Haza,karena tambah hari menjadi anak yang tak sabaran,sontak Haza pun menangis dan berkata kak Zahra mau mengambil baju miliknya.
__ADS_1
Ibunya lalu menegur Zahra bahwa kalau dia menginginkan baju milik Haza,dia harus menukar punyanya juga,Zahra dengan berat hati memberikan baju pinknya itu,namun Haza tak rela menukarnya karena sedari awal dia yang mati-matian memilihnya di pasar.
"Aku kan dari dulu gak suka warna pink,Bu!"sahut Haza,kecewa.
"Udah!pake itu saja, kalau gak mau ambil ibu gak akan belikan kamu baju baru lagi"
Jawab ibunya,marah.
Melihat ke'esokan harinya Zahra memakai baju itu,hati Haza sontak sedih,bukan karena nilai dari baju itu,melainkan banyak kenangan yang tak bisa sering dia dapatkan bersama ibunya.
Karena sakit hatinya terus teringat jika melihat baju pink itu,Haza tak pernah ingin memakainya, setiap kali melihatnya di lemari,dia lalu melemparnya.Dan saat dia pergi ke acara rumah kerabat jauh,Haza lebih memilih memakai baju tua.
Kakaknya Zahra hanya memakai baju itu sekali,dan tak lama Haza memergoki Zahra memakai baju itu untuk di jadikan lap lantai kotor,karena capek dengan kelakuan Zahra yang selalu se'enaknya saja,Haza pun memarahinya dan dia lalu mengadu ke ibunya bahwa Haza sudah memarahinya sambil berteriak padanya,padahal Zahra lagi diam bermain Hp di kamar,dan Haza cari gara-gara terus.
__ADS_1
Ibunya lalu marah kepada Haza,karena lelah selalu di perlakukan tidak adil,Haza pun membentak ibunya,saat itu terjadi kebetulan tantenya Haza juga sedang berada di rumah.Melihat kelakuan Haza, tantenya lalu menceramahi Haza,karena sudah keras kepala dan membangkan,tak seharusnya Haza bersikap tidak sopan ke kakaknya.tantenya juga berkata bahwa dia akan di siksa di neraka karena sudah membuat ibunya menangis.
Haza lalu diam, walau di suruh untuk meminta maaf,Haza lebih baik pergi menenangkan diri di rumah bibinya, saudara dari ayahnya.
Di rumah itu hanya ada bibinya dan suaminya yang sudah sangat tua.Jika Haza suntuk di rumah,dia biasanya ke tempat itu.
Tak lama kakaknya ikhsan datang menjemputnya, kakaknya itu walau jarang di rumah,namun dia yang paling perhatian ke Haza karena memang memiliki sifat lemah lembut.
Di rumah Haza tak banyak bicara,dia lalu di nasehati ayahnya agar selalu mengalah,dan Haza pun mengalah dan mengajak bicara ibunya lagi.Namun seminggu kemudian,saat dia bersiap-siap pergi ke les sekolahnya,dia melihat baju pink itu sudah tak ada di lemarinya.
"Aku pinjam baju pink mu kemarin,soalnya bajunya masih baru dan bagus,nanti aku balikin"celetuk Zahra.
"Gak usah di balikin,buat kakak saja"jawab Haza,singkat.
__ADS_1