Haza(Keberuntungan)

Haza(Keberuntungan)
Kisah Kasih di Masa Sekolah Si Anak Kembar 3


__ADS_3

Haza yang sudah siap sedia 86 untuk menyontek dan temanya juga sudah ingin memberikan Haza hasil contekanya, tiba-tiba kena zonk,dia di panggil oleh ibu ima untuk duduk di kursinya di depan menghadap ke teman-temannya.


Amri pun nampak sumringah melihat Haza berjalan menuju ke depan untuk duduk di meja guru.


Haza dengan muka be'tenya sambil membawa pulpen dan kertas ulangannya berkata di dalam hatinya,pantas dari tadi perasaanku gak enak antara mau nyontek atau tidak.


Setelah ulangan selesai,ketika waktu istirahat tiba,haza pergi tidur ke ruangan tata busana yang masih satu bangunan dengan ruangan ibu Ratna,sepupunya Haza,dan kemudian bersembunyi dari teman-temannya dan meminta izin ke ibu Maryam selaku penanggung jawab disitu untuk tidur.


"Hhmm..Dewi Fortuna sedang mogok memberi bantuan hari ini,lebih baik saya tidur,dan pergi menjambak rambut Dewi Fortuna itu"celetuk haza sambil rebahan di dekat salah satu meja tata busana di ruangan ibu Maryam.


"Apakah kau bergumam sendiri lagi haza?"tanya ibu Maryam.

__ADS_1


"Maaf Bu,haza sedang sakit kepala memikirkan hasil ulangan nantinya,jadinya berbicara sendiri,sangkin sialnya hari haza tadi"jawab haza.


"Kenapa kamu gak tidur di UKS, sellu bersembunyi di ruangan ibu Maryam?"tanya ibu Ratna.


"Disana banyak bau obat,dan terlalu banyak anak kelas satu dan tiga yang lalu lalang,disini enak,adem jauh dari keramaian dan Bu Maryam yang terbaik tidak pernah marah jika aku nongkrong disini kak"jawab Haza ke sepupunnya itu.


Setelah jam istirahat selesai,haza yang sudah cukup tidur tadi setelah berbincang sedikit dengan ibu Maryam,kini dia kembali ke kelasnya dan teman kelasnya pun berbicara bahwa sejak tadi kak Amri mencarinya.


Amri menunggunya,kali ini dia memakai otaknya,tak lagi menunggu di dekat gerbang melainkan dia menunggu di ujung koridor kelas yang biasa di lewati anak-anak kelas dua untuk datang atau pulang,alhasil haza bertemu dengannya, walau dalam hatinya tak ingin berpapasan dengannya.Sambil berjalan menuju pintu gerbang sekolah Amri tak henti-hentinya berbicara dan memberi pertanyaan ke Haza,Haza walau sebenarnya tak ingin berurusan dengan playboy kelas kakap itu,diapun berusaha selalu merespon dengan sopan.


Tiba-tiba langkah kaki Haza sontak berhenti ketika Amri berkata,tadi dia yang meminta ibu guru agar Haza bisa duduk di depan,soalnya dia kasian melihat Haza duduk terhimpit di pojokan paling belakang.

__ADS_1


"(Memandang sinis sambil menghela nafas)


Ya tuhan...nasibku sungguh malang bisa berurusan dengan pria seperti dia tak tahu kegunaan otaknya dimana"ucap haza dalam hati.


"Aku baik dan perhatian kan ke kamu"sahut Amri dengan senyum tanpa dosanya.


"(Tersenyum terpaksa)aku sengaja duduk paling belakang,lain kali jangan meminta guru seperti itu"jawab Haza dengan menahan emosinya.


"Kau tidak marah kan?yak aku minta maaf"tanya Amri.


"Tidak marah kok!! siapa bilang aku marah,nada bicara ku masih normal-normal saja,iya kan..?"tanya Haza balik setelah menimpali perkataan amri.

__ADS_1


"Untung saja kamu sangat tampan,jika tidak kamu pasti akan didiskualifikasi dari ketua OSIS,aku tak yakin dengan sifat ceroboh dan IQ yang rendah kamu bisa lolos jadi ketua OSIS"ucap haza dalam hatinya.


__ADS_2