
Melihat itu,Haza kemudian mengurungkan niatnya untuk meminta uang iuran sekolahnya yang berminggu-minggu dia sudah di tagi oleh wali kelasnya.Sebab jika Haza meminta dalam keadaan itu, ujung-ujungnya di bukannya dapat uang malah kena hantaman kekesalan ibunya.
Jika pekerjaan rumahnya Haza sudah selesai,dia kemudian mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dengan cara pergi membantu petani rumput laut di pinggir pantai jika sore hari tiba,dan jika hari Minggu tiba, pagi-paginya dia akan mencari barang bekas bersama temannya kemudian dia akan menimbangnya untuk di jual.Jika sore harinya tiba,dia akan ke pasar bersama bibi Jia untuk mencuci ubi,Haza terkadang mencuci ubi hampir 10 karung sekali cuci,agar nantinya bibi Jia akan memberinya upah.
Haza bersekolah di pinggiran kota yang dekat dari perbatasan antar kabupaten.
sebab guru tata usaha di sana adalah keponakan pak hamir,yang mana beliau di minta oleh pak hamir ayahnya Haza agar anaknya Haza mempunyai panutan disitu dan dapat di awasi nantinya juga.
Karena permintaan ayahnya itu,Haza pun setuju bersekolah yang letaknya jauh dari rumah,dia harus bangun lebih pagi di bandingkan dengan anak sekolah yang lain dan di juga harus rela turun di terminal dan kemudian berjalan kaki cukup jauh,sampai ke sekolah.
__ADS_1
Saat ke sekolah haza,hanya akan membawa uang saku sedikit,terkadang dia harus putar otak antara ongkosnya pulang atau uang untuk jajan segelas minuman kemasan.Haza biasanya bersama Dian ke kantin membantu ibunya Dian memotong-motong sayuran atau bawang,dan dari situlah Haza mendapat traktiran dari ibunya Dian,agar dia tak perlu mengeluarkan uang untuk jajan lagi.
"Dian,Haza,aku bantu juga ya...potong sayuranya!!" Ujar Aulia,yang baru saja datang.
"Aulia!!kamu tumben datang lebih pagi juga,kamu jangan ikut-ikutan,nanti ayahmu liat lagi,kami gak enak jika harus di pelototi oleh ayahmu"celetuk Dian.
"Iya,lagian juga ibunya dian jadi gak enak,ketika sudah di traktir tapi makanannya aulia,tetap di bayar"sahut Haza.
Haza walaupun kesusahan tidak pernah sedikitpun memanfaatkan kebaikan teman-temanya,walau teman-temanya ingin sekali mentraktir Haza secara cuma-cuma,namun Haza selalu menolak.
__ADS_1
Beda halnya dengan Zahra yang sekolahnya di tengah kota yang kebanyakan orang elit.Disana dia adalah siswi populer,ada begitu banyak laki-laki menyukainya sering memberi Zahra hadiah,Zahra lebih suka di beri uang atau coklat dari pada bunga.Selama di kantin Zahra tak pernah mengeluarkan uang,malah teman segengnya lah biasa membayar.Uang jajan Zahra biasa dia pakai untuk membeli kosmetik,tas,dan sepatu yang cantik.
Di pertengahan semester,teman Haza yakni Aulia tiba-tiba pindah sekolah,karena ayahnya yakni Pak Sam,akan pindah mengajar ke kota besar.
Haza dan dian lalu mengelar pesta perpisahan kecil-kecilan di kantin sekolahnya.
"Kalian akan membawaku kemana?"tanya Aulia,bingung.
"Nah..sudah sampai,buka penutup matanya Dian" pinta Haza ke Dian.
__ADS_1
"(membuka penutup mata Aulia) Kejutan!!!"celetuk Dian.
"Apa..ini??(terkejut dengan lilin dan kue yang di bawa Haza)wahh!!! terima kasih banyak sahabat-sahabatku,ini donat kesukaanku dan kadonya,juga makasih!!"sahut Aulia,bahagia.