HEART THE DEVIL

HEART THE DEVIL
Episode 13


__ADS_3

'Fu...Yan?.' batin Hua.


"Dan siapa disebelahmu?" tanya paman Fu.


"Ah..sa..saya Hua..pelayan nona Mingyue." ujar Hua.


"Senang bisa bertemu dengan kalian, sepertinya saya harus pergi...jika ada kesempatan, kita bisa bertemu lagi." ujar paman Fu.


"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih pada paman...semoga kita bertemu lagi...hati-hati paman Fu.." ujar Mingyue.


Paman Fu pun pergi meninggalkan Mingyue dan Hua.


"Nona...apa anda ingin jalan-jalan lagi?." tanya Hua.


"Sudah cukup untuk hari ini, saya ingin kembali." ujar Mingyue lalu mereka kembali menggunakan kereta kuda.


Ditempat lain......


"Sial!!!...rencanaku tidak berhasil!! bagaimanapun, aku harus membalaskan apa yang diperbuat gadis itu pada kak Ran Wei! beraninya ia mempermalukannya didepan umum! aku tidak terima!." ujar seorang wanita yang telah menuduh Mingyue saat dipasar tadi.


"Aku harus meminta bantuan untuk bekerja sama menghancurkan gadia licik itu!!!." ujar wanita itu.


Dikediaman perdana menteri.....


Ditempat Ran Wei....


"Putriku...berikan kue ini pada gadis itu.... ibu sangat yakin dalam beberapa detik dia akan mati dengan rasa tersiksa dalam tubuhnya." ujar Ran Wei.


"Tapi, jika aku menyerahkannya langsung...aku akan mudah dicurigai jika saat itu Mingyue mati karena memakan kue yang aku berikan." ujar Ran Wei.


"Ucapan mu masuk akal juga...begini saja berikan pada pelayan saja yang bukan pengikutmu agar nantinya tidak ada yang curiga pada kita..." ujar selir Canren.


"Ibu benar....baiklah..aku akan memanggilnya." ujar Ran Wei.


Ia pun memanggil pelayannya untuk mengambil pelayan dari kediaman Mingyue.

__ADS_1


"Nona...dia adalah Xia dari pelayan Mingyue."ujar Liu.


"Baiklah, kau boleh pergi." ujar Ran Wei.


"Jadi...tugasmu hanya memberikan ini pada nonamu yang tidak berguna itu, bilang saja kue ini dari orang-orang yang kasihan padanya." ujar Ran Wei.


"Ta..tapi nona.." ujar Xia ingin menolak.


"Tidak perlu membantah!!! kau tak berhak membantah perintah ku!!! pergi!!" ujar Ran Wei.


"Ba..baik nona pertama." ujar Xia lalu pergi sambil membawa kue itu.


"Aaaa...aku sudah tak sabar mendengar kabar kematian gadis itu...hahahaha." ujar Ran Wei sambil tertawa licik.


"Benar...kita hanya menunggu dan melihat saja, toh yang nanti disalahkan pasti pelayan itu..hahahaha..." ujar selir Canren yang juga tertawa licik.


Ditempat Mingyue....


Xia yang sudah didepan pintu merasa enggan masuk, karena takut jika ada sesuatu didalam kue tersebut. Disaat ia kebingungan Mingyue dan Hua yang baru saja sampai setelah pulang dari pasar melihat Xia yang sedang kebingungan didepan pintu kediaman Mingyue. Hua pun menghampiri Xia yang membuat Xia terkejut.


"Xia?." ujar Hua sambil menepuk pelan pundak Xia.


"Ada apa denganmu..?" ujar Hua.


"Ti..tidak apa-apa...hanya...sa..saya diperintahkan untuk me..memberikan kue ini untuk nona..Mingyue." ujar Xia.


"Oo..baiklah kemari.." ujar Hua lalu mengambil nampan berisi kue.


Melihat gerak-gerik Xia yang aneh membuat Mingyue curiga dengan kue yang dibawa Xia.


"Dari siapa kue itu?" tanya Mingyue.


"Da..dari...dari..orang-orang...yang kasihan...kepada anda nona.." ujar Xia ragu.


"Baiklah, kau boleh kembali..." ujar Mingyue.

__ADS_1


"Baik nona.." ujar Xia.


Mingyue pun masuk kedalam diikuti Hua yang memegang nampan berisi kue itu.


"Hua...ambilkan burung yang disangkar itu...bawa kemari..." ujar Mingyue.


"Ba..baik nona.." ujar Hua.


Hua pun membawa burung itu kehadapan Mingyue lalu memberikannya.


"Ini nona." ujar Hua.


Mingyue pun memberikan kue itu ke burung itu, dan sesuai dugaannya, setelah beberapa detik burung itu memuntahkan darah dan mati seketika.


"No..nona...apa yang sebenarnya terjadi..?" ujar Hua takut.


"Kue itu beracun." ujar Mingyue.


"Apa?...beracun?." ujar Hua terkejut.


"Lalu apakah Xia yang melakukannya?...kenapa dia melakukan itu?." ujar Hua.


"Xia hanya perantara...pelaku nya bukan Xia tapi orang lain yang menggunakan Xia sebagai tameng. Jika saya memakannya dan mati, Xia yang akan menjadi pelaku karena mengantarkan kue ini kepada saya. Dan pelaku sebenarnya tidak akan terungkap." ujar Mingyue.


"Jadi...siapa pelaku sebenarnya..." penasaran Hua.


'Siapa lagi jika bukan 2 wanita cecu**** itu...' batin mingyue.


Entah kenapa suasana dikamar itu mendadak suram, suasana hati Mingyue kembali memburuk.


"Hua..." panggil Mingyue.


"No..nona...a..ada apa dengan anda..." ujar Hua takut saat melihat pupil mata nonanya kembali menjadi merah darah yang berarti Mingyue benar-benar marah.


"Ambil kue yang mirip dengan kue ini...dan tukar ke kue milik selir Canren dan Ran Wei....biarkan mereka merasakan akibat yang mereka buat sendiri!!." ujar Mingyue.

__ADS_1


"Ba..baik...nona".ujar Hua lalu pergi melaksanakan perintah nonanya.


'Aku benci pada orang yang MEMANDANG RENDAH NYAWA SESEORANG, bukankah kalian menginginkan sebuah NYAWA?...baiklah akan aku kabulkan!! dengan NYAWA KALIAN SENDIRI!!'. batin Mingyue yang tersulut amarah yang membuat hatinya terasa terbakar.


__ADS_2