
"Baik ayah." ujar tuan Xinghu sambil mengepalkan tangan menahan amarah dan malu serta melirik tajam selir Canren dan nona pertama Ran Wei.
Selir Canren dan Ran Wei hanya bisa diam membisu namun hatinya penuh dengan amarah yang ditujukan untuk Mingyue.
"Mari cucuku yang cantik, kita mulai sarapan." ujar nyonya Yanxin
'Sepertinya dia ibu dari nyonya Youhua'. batin Mingyue.
"Baik nenek." jawab Mingyue lalu duduk dikursi yang sudah disiapkan.
Tidak ada pembicaraan selama acara makan berlangsung, hanya ada suara dentingan sendok. Setelah selesai sarapan, mereka pergi ke ruang keluarga. Karena ada urusan penting yang harus dibicarakan oleh keluarga nyonya Youhua.
Sesampainya di ruang keluarga......
"Aku tidak perlu basa-basi lagi, tujuanku datang ke sini adalah untuk membawa cucu ku Mingyue pergi bersama kami." ujar tuan Xiao Hao yang membuat Mingyue,serta keluarga perdana menteri terkejut.
"Apa? tapi.....kenapa ayah?." tanya tuan Xinghu.
"Sejak kau menikah dengan wanita itu, kau bukan lagi menantuku! kau sendiri yang membuat rumah tanggamu hancur! dan kau selalu menyalahkan Mingyue atas kematian ibunya! jadi, setiap Mingyue mengalami masalah, kau membuat alasan yang tak masuk akal demi kedua orang mu itu." marah tuan Xiao Hao.
"Tapi ayah, memang itu kesalahan dia!" jawab tuan Xinghu.
__ADS_1
"Cukup! aku tak butuh pendapat mu, kau..." ujar tuan Xiao Hao dan terpotong oleh seseorang.
"Tunggu..." ucap Mingyue.
"Ada apa Yuer?." tanya nyonya Yanxin.
" Mohon maaf ketidaksopanan saya memotong pembicaraan namun, beri saya waktu dua bulan untuk tinggal disini, ada yang harus aku selesaikan disini. Jadi saya meminta pada kalian semua untuk memberikan izin." ujar Mingyue.
"Tapi Yuer, kau tidak seharusnya tinggal disini, tempat yang membuat dirimu tersiksa." ujar adik nyonya Youhua yaitu nona Hua Long.
"Tidak apa-apa bibi, secepatnya saya akan menyelesaikan urusan saya disini dan kembali ke keluarga kalian. Jadi, saya memohon kepada kalian untuk mengizinkan saya kali ini." ujar Mingyue.
"Tapi ayah....."ujar tuan Xin Wei adik bungsu nyonya Youhua.
"Sudahlah, kita tidak bisa memaksanya, kita berharap saja '**keluarga ini tak akan menyakitinya**'." ujar tuan Xiao Hao menekankan kata tertentu.
Merasa dibicarakan selir Canren, nona pertama Ran Wei dan tuan Xinghu merasa tersinggung. Ini sama saja mempermalukan keluarga besar perdana menteri. Namun jika mereka meneladani ucapan tuan Xiao Hao, mereka hanya akan mendapat lebih banyak masalah.
__ADS_1
"Tenang saja kakek, mulai hari ini tidak akan ada yang terjadi pada saya. Jika saya bertemu dengan masalah, saya akan mengirimkan pesan untuk kalian. Jadi, kalian tidak perlu khawatir." ujar Mingyue.
"Baiklah, jaga kesehatanmu.....kami akan kembali lain waktu." ujar nyonya Yanxin lalu memeluk hangat cucu tercintanya untuk berpamitan.
"Baik nenek, anda juga harus menjaga kesehatan." balas Mingyue.
Siang harinya mereka kembali ke daerah asal mereka, karena perjalanan jauh dan ditambah tidak suka berlama-lama dengan orang-orang dikediaman perdana menteri terkecuali cucu mereka.
Sore hari nya.......
"Tuan, aku tidak suka dipermalukan seperti ini! kau harus membalas mereka!." marah selir Canren.
"Aku harus bagaimana lagi, orang itu adalah mertuaku sendiri! jika aku melawannya sama saja aku bunuh diri!." ujar tuan Xinghu juga merasa marah.
Kedua orang itu bingung untuk membalas perbuatan orang-orang itu. Disisi lain nona Ran Wei juga merasa murka dan menghancurkan seisi kamarnya.
'Praaaaannggg'
__ADS_1
"Aaaaaarrrhhhgg sial! kenapa dia berdandan seperti itu! bukankan dulu ia berdandan sesuai dengan arahanku?! kenapa sekarang anak itu tidak mendengarkanku! sepertinya aku kurang cukup mengajarinya!." ujar Ran Wei marah.