
"Nona, apa anda benar-benar sudah sembuh? jika masih ada yang sakit hamba akan meminta tuan Xinghu agar anda tidak ikut sarapan hari ini." uja Hua.
"Aku sudah tidak apa-apa, kau bantu aku bersiap." ujar Zhuan Jia.
'Jika aku tak datang, aku akan dibunuh hari ini!.' batin Zhuan Jia.
"Baiklah." ujar Hua.
Setelah mandi dipemandian (karena sudah diperbolehkan).
"Nona, hamba akan merias anda." ujar Hua.
"Hm...baiklah." ujar Zhuan Jia lalu menutup mata sambil memikirkan sesuatu.
Setelah beberapa saat.
"Nona, hamba sudah selesai merias." ujar Hua.
Zhuan Jia pun membuka mata perlahan dan terkejutnya melihat wajahnya sambil mulut menganga.
"Nona? anda kenapa?" ujar Hua bingung.
"Hu..hua, apa saat aku masih memiliki ingatanku aku berdandan seperti ini?." tanya Zhuan Jia sambil melihat wajahnya dicermin.
"Be..benar nona, memangnya ada apa?."tanya Hua semakin bingung.
'Ini tidak mungkin kan? Mingyue berdandan seperti wanita peng***** setiap hari? pantas saja ia tak dihargai! hais....' batin Zhuan Jia.
"Hapus riasan ini!." perintah Zhuan Jia dan dilaksanakan oleh Hua.
__ADS_1
"Hah....aku akan merias diriku sendiri, kau tidak perlu ikut campur." ujar Zhuan Jia.
"Ta...tapi nona..." ragu Hua.
"Diam dan jangan lakukan apapun!." ujar Zhuan Jia tegas.
Hua pun terpaku dengan nada bicara nona nya, setelah sekian lama nada bicara tegas nona nya kembali terdengar ke dua kalinya. 'Anda sudah berubah nona' batin Hua sambil memerhatikan nona nya merias diri dengan sangat ahli.
Setelah beberapa saat......
"Sudah selesai, Hua....bagaimana penampilan ku?" tanya Zhuan Jia.
"Wah, nona, anda seperti dewi....hanya sedikit polesan tipis bisa membuat anda secantik ini." ujar Hua takjub.
'Dia memiliki wajah yang cantik, namun sayang dia sudah tidak ada.' batin Zhuan Jia.
'Aku sudah disini menggantikanmu kini, aku akan membantumu menyelesaikan masalah yang belum kau selesaikan, aku Zhuan Jia akan menepati janjiku. Kini tidak ada Mingyue yang lemah, sekarang hanya ada Mingyue yang tidak akan membiarkan orang lain menindas sesuka hati padanya.' batin Zhuan Jia yang kini siap menggantikan Mingyue.
'Mari buat orang-orang itu sadar'. batin Mingyue.
"Baik nona." ujar Hua lalu menuntun nona nya.
Sampai ditempat makan.....
__ADS_1
Disana sudah ada keluarga nyonya Youhua yang sedang menunggu kehadiran cucu dan keponakan mereka, siapa lagi kalau bukan nona kedua Mingyue. Namun dihati mereka tetap Mingyue nona pertama dan satu-satunya, karena mereka tidak akan pernah menganggap kedua wanita yang sudah merusak rumah tangga keluarga mereka.
"Nona kedua Mingyue memasuki ruangan!." ujar salah satu pengawal yang membuat seluruh mata tertuju pada satu arah, kecuali tuan Xinghu.
Nona kedua Mingyue pun melangkah memasuki ruang makan dengan semua pandangan yang mengarah kepadanya. Hangat tentu saja pandangan dari keluarga dan pandangan sinis tentu didapat dari selir Canren dan nona pertama Ran Wei.
"Nona kedua Mingyue memberi salam." ujar Mingyue memberikan salam kepada keluarga ibu nya.
"Lancang sekali kau! kenapa hanya keluarga itu yang kau beri salam!." teriak selir Canren membuat keributan.
"Tutup mulutmu! kau tidak pantas berteriak seperti itu kepada keponakanku!." teriak Hao Yan sebagai kakak tertua keluarga nyonya Youhua.
"Cukup!!!, apa kalian tak tahu sopan santun saat dimeja makan!." ujar tuan besar Xiao Hao atau kakek Mingyue.
"Xinghu, kau ajari para wanitamu agar mengerti apa itu sopan santun!." sarkas tuan Xiao Hao.
__ADS_1
"Baik ayah." ujar tuan Xinghu sambil mengepalkan tangan menahan amarah dan malu serta melirik tajam selir Canren dan nona pertama Ran Wei.