
Malam harinya ditempat nona ke dua Mingyue.....
"Nona, 3 hari lagi adalah ulang tahun tuan Xinghu, jika anda tidak mau menghadiri acara tersebut...hamba akan meminta izin kepada tuan." ujar Hua tiba-tiba.
'Ulang tahun? bukankah itu adalah kesempatan langka untuk membalas perbuatan orang-orang itu...' batin Mingyue.
"Tak apa, saya akan tetap menghadirinya." ujar Mingyue berbicara formal.
"Tapi nona, setiap anda memberikan hadiah....tuan selalu membuangnya dihadapan nona dan mempermalukan anda didepan para tamu." ujar Hua sedih mengingat nonanya selalu dipermalukan didepan para bangsawan.
"Kali ini hadiah dari saya akan berbeda dari sebelumnya, kau tenang saja.....kali ini 'ayah' tidak akan membuang hadiah dari saya." ujar Mingyue.
"Baik nona.." ujar Hua.
Keesokan harinya......
"Selamat pagi nona pertama." ujar Liu pelayan pribadi nona pertama Ran Wei.
"Kau....undang orang tidak berguna itu siang ini.....suruh dia ke taman belakang." ujar nona pertama Ran Wei.
"Baik nona, namun tidak biasanya nona mau mengundang orang itu?." penasaran Liu.
"Kau tidak usah mencampuri urusanku! kau hanya seorang pelayan yang hanya bisa melayaniku bukan menginterogasiku!...pergi!." ujar Ran Wei.
"Ba..baik nona." ujar Liu lalu pergi.
'*Kini, aku harus memberi pelajaran padamu agar kau sadar akan posisimu*!.' batin Ran Wei menahan kekesalannya.
Ditempat Mingyue berada.....
"Nona....apakah anda ingin minum teh?" tanya Hua.
"Iya boleh..." ujar Mingyue yang sedang fokus mengerjakan sesuatu.
__ADS_1
Tak beberapa lama Hua kembali dengan secangkir teh dan sepiring kue kering.
"Silahkan nona nikmati." ujar Hua.
"Terimakasih Hua.." ujar Mingyue.
"Wah, indah sekali nona membuatnya....kenapa hamba tak pernah tahu anda bisa membuat ini?." tanya Hua.
"Karena.....saya tak pernah menunjukkannya pada orang-orang." ujar Mingyue.
Tok..tok..tok..tok..
"Nona, sepertinya ada yang datang, hamba akan membukakan pintu." ujar Hua.
"Baik nona." ujar Hua lalu pergi.
Didepan pintu kamar.....
"Liu? kenapa kau kesini?." tanya Hua.
"Aku juga malas kesini!....cepat suruh nona mu itu pergi menemui nona pertama ditaman belakang, jangan sampai nona ku menunggu!."ujar Liu lalu pergi begitu saja.
"Kenapa nona Ran Wei mengundang nona ke taman belakang?." penasaran Hua.
Hua pun kembali ketempat Mingyue dan menyampaikan pesan Liu.
__ADS_1
"Untuk apa dia mengundang saya?." tanya Mingyue.
"Hamba juga tidak tahu nona, namun sepertinya akan ada masalah lagi yang akan terjadi pada nona." ujar Hua.
"Masalah? apa setiap saya bertemu dengannya selalu mendapat masalah?."tanya Mingyue.
Hua pun menceritakan semua perbuatan Ran Wei kepada Mingyue.
"Baiklah, saya sudah mengerti.....ayo kita bertemu dengan 'kakak yang sudah repot-repot' mengundang kita secara khusus." ujar Mingyue.
"Baik nona." ujar Hua.
Mereka pun bersiap dan pergi ke taman belakang untuk menemui nona Ran Wei.
'*Sungguh, apakah aku terlalu tidak dianggap disini? bukankah aku nona disini....kenapa tidak ada yang melirikku dengan hangat...bahkan saat aku masih ada diperusahaan..setiap bertemu karyawan, mereka selalu memberikan bow /menyapa padaku*..' batin Mingyue.
Sesampainya ditaman belakang, melihat muka kesal nona Ran Wei membuat Mingyue memiliki rencana tersendiri.
"Maaf kakak, Mingyue sepertinya terlambat." ujar Mingyue yang berpura-pura merasa bersalah.
"Ah..ti..tidak apa-apa...kau kan 'adikku' jadi mana mungkin aku bisa marah padamu." ujar Ran Wei yang menahan amarah.
'*Sial! aku harus bersabar dalam menghadapinya agar rencanaku berhasil*'. batin nona Ran Wei.
"Kakak mana mungkin tidak marah....saya sudah membuat anda kesal hingga tidak mempersilahkan saya duduk." ujar Mingyue.
"Kau 💢...ten..tentu saja kau boleh duduk...ayo duduk disampingku saja agar lebih dekat dengan kakak." ujar Ran Wei.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih kak." ujar Mingyue.