
"Jadi...sebenarnya...ya..yang mencelakai no..nona adalah......"ragu Jiaohua.
"Jangan khawatir, katakan saja semuanya..." ujar Zhuan Jia.
"Baiklah, hamba akan ceritakan semua dari awal, jadi nama anda adalah Mingyue tepatnya nona kedua dari keluarga perdana mentri. Ibu anda bernama Youhao yaitu istri sah dan ayah anda bernama Xinghu yaitu yang sekarang menjadi perdana mentri. Tuan Xinghu mempunyai 2 istri, dan istri yang kedua yaitu bernama Canren sebagai selir tuan Xinghu. Selir Canren mempunyai 1 anak perempuan yang bernama Ran Wei yaitu nona pertama kediaman perdana mentri, karena umur nona kedua dan nona pertama hanya terpaut 3 tahun. Dan saat selir Canren dan nona pertama Ran Wei masuk ke sini nona diperlakukan tidak adil." ujar Jiaohua sedih.
"Jadi...apa yang menyebabkan aku..mm....mati?" tanya Zhuan Jia.
"Jadi, saat nyonya Youhao melahirkan anda, banyak darah yang keluar, dan karena kehabisan darah beliau meninggal. Dan saat itulah dimana perdana mentri mulai membenci anda karena menurutnya kematian nyonya Youhao disebabkan karena anda lahir. Dan dimana kondisi hati tuan perdana mentri sedang memburuk, selir Canren menambah suasana menjadi lebih kacau. Ia menghasut perdana mentri agar melenyapkan anda. Namun tidak semudah itu untuk membunuh nona....karena masih ada keluarga nyonya Youhao yang bisa melindungi nona kedua.
Lalu selir Canren,nona pertama dan perdana mentri mencari cara untuk membunuh nona. Dan pada akhirnya mereka berhasil dengan cara mendorong nona ke kolam karena nona tidak bisa berenang, mereka juga mengatakan bahwa nona bunuh diri karena depresi. Saat diperiksa oleh pelayan, no..nona sudah tidak bernafas lagi...sehingga menyimpulkan bahwa nona sudah mati." ujar Jiaohua.
__ADS_1
"Sebelum rencana mereka berjalan, hamba sudah memberi tahu nona, namun nona menolak karena sudah putus asa dengan keadaan saat itu. Maaf nona...hamba sudah melakukan kesalahan sehingga nona mendapatkan penderitaan ini." ujar Jiaohua sedih.
"Sudah lah, kau tidak bersalah. Sekarang aku ingin istirahat, tolong kau kembali saja. Aku ingin sendirian." ujar Zhuan Jia.
"Baik nona...jika membutuhkan sesuatu, nona panggil saja Hua." ujar Jiaohua lalu pamit undur diri.
'KRIEETT' (suara pintu ditutup)
Diruangan lain.....
'PRANGGGG'
__ADS_1
''Tuan mohon tenanglah! pasti ada cara untuk menyingkirkannya!'' ujar seorang wanita.
"Benar ayah....pasti ada banyak cara lain." ujar seorang wanita yang masih sedikit muda.
"Bagaimana aku bisa tenang! si pembunuh itu belum juga mati! bisa-bisanya dia dapat melewati kematian.....bagaimana jika dia mengatakan semua apa yang sudah kita lakukan!." ujar seorang pria.
Mereka bertiga adalah perdana mentri, selir Canren dan nona pertama Ran Wei.
"Tuan, aku dengar dari pengawal yang menjaga kamar si sampah itu, bahwa dia telah hilang ingatan....hal itu tidak akan membuat ia mengatakan semua hal yang terjadi padanya karena tidak mengingatnya." ujar selir Canren.
"Benarkah?...baguslah jika seperti itu....bagaimanapun aku harus membunuhnya walaupun putriku sendiri namun itu lah balasan yang harus ia terima karena membunuh wanita yang aku cintai!." ujar perdana mentri dengan nada marah.
__ADS_1
'Meskipun rencana gagal, namun masih ada hari esok'. batin selir Canren dan nona pertama Ran Wei.