HEART THE DEVIL

HEART THE DEVIL
Episode 14


__ADS_3

...FLASHBACK ON...


"Hiks...hiks...Hua...apa Mingyue anak nakal?." tanya seorang gadis kecil berumur 6 tahun.


"Itu tidak benar nona...anda anak yang baik dan penurut." jawab Hua.


"Tapi kenapa ayah selalu memarahi Mingyue....hiks..." sedih Mingyue kecil.


"Mu..mungkin ayah nona sedang dalam suasana hati yang buruk...sudahlah...nona itu anak yang baik, nona itu tidak nakal...Hua disini akan selalu menjaga nona." ujar Hua sambil menitikkan air mata dan memeluk erat nona kecilnya itu.


'Mohon bersabar sebentar saja nona, anda pasti akan dipertemukan dengan mereka...pertemuan ini mungkin akan memakan waktu yang lama....namun Hua akan tetap menjaga nona sesuai janji Hua dengan nyonya...' batin Hua.


PRANGGGG!!!


Hua dan Mingyue dibuat kaget dengan suara keras itu.


"Hei kau! bukannya mengerjakan pekerjaan kenapa malah duduk disitu hah! apa kau nona disini!! sungguh pemalas!!!." teriak seorang wanita.


"Ma..maaf kan hamba selir Canren...hamba hanya sedang menenangkan nona Mingyue...hamba tidak bermaksud bermalas-malasan...mohon ampuni hamba selir.." ujar Hua khawatir.


"Apa? menenangkan? menenangkan nona Mingyue? hahahaha...dia bukan nona disini...dia hanya beban yang hanya bisa mempermalukan keluarga ini!!." ujar selir Canren dengan kejam mengucapkan kata kasar itu didepan Mingyue.


Mingyue hanya bisa menangis dibalik badan Hua saat mendengar ia hanyalah beban didalam keluarganya.

__ADS_1


"Mohon ampuni kami selir....kami tidak akan mengulanginya lagi...mohon lepaskan nona kali ini...hamba mohon.." ujar Hua sambil berlutut dikaki selir Canren.


'Aku tidak boleh melawan, jika aku membalas sikap selir Canren...maka aku akan dipisahkan dengan nona Mingyue....saat ini hanya cara meminta ampun yang bisa aku lakukan.' batin Hua.


"Heh...berapa kali pun kau meminta ampun...aku tidak akan pernah mengampuni kalian!!!!.."ujar selir Canren lalu menarik paksa Mingyue dari belakang badan Hua lalu mendorongnya jatuh kebebatuan.


"Ahk..." jerit kesakitan Mingyue kecil saat kerikil tajam menusuk kulitnya.


"Nona...!!!" ujar Hua lalu menghampiri Mingyue dan memeluknya.


"Hiks...hiks..Hua...sangat sakit...hiks.." tangis Mingyue kecil terdengar pilu ditelinga Hua. Bagaimana bisa anak kecil diperlakukan seperti itu.


"Nona...nona tenanglah..hiks...Hua tidak akan meninggalkan nona..." ujar Hua memeluk erat Mingyue.


"Menggantikan dia? memangnya siapa kau menyuruku begitu hah? kau hanya budak disini! tidak ada hak untukmu berbicara!!." ujar selir Canren lalu pergi dengan senyum liciknya.


"Nona...jangan menangis lagi....semuanya akan baik-baik saja...Hua akan selalu membela nona." ujar Hua lalu menggendong Mingyue yang sedang menangis karena sedang kesakitan akibat tertusuk kerikil yang tajam.


Dikamar Mingyue....


"Nona....maafkan Hua karena tidak bisa menolong nona...hamba pantas dihukum..." ujar Hua.


"Ini salah Mingyue, ternyata disini Mingyue hanya beban ya?." tanya Mingyue kecil dengan wajah polosnya dengan hati yang sedih.

__ADS_1


"Tentu saja tidak nona...anda tidak boleh berkata seperti itu...semua orang sayang kepada nona...semua orang ingin nona Mingyue tertawa." ujar Hua berusaha menghibur nonanya.


"Benarkah?..." ujar Mingyue kecil dengan wajah yang penuh harap.


"Tentu saja...anda harus bahagia.."ujar Hua sambil tersenyum dan membuat Mingyue kecil ikut tersenyum.


"Benar...seperti itu nonaku...." ujar Hua yang akhirnya mereka tertawa ringan dengan alasan yang sederhana.


Sambil membersihkan luka pada tubuh Mingyue kecil, Hua sesekali bercanda dengan Mingyue kecil agar suasana hati nona kecilnya kembali membaik.


"Nona..."ujar Hua.


"Ya?..."jawab Mingyue kecil.


"Saat kakek dan nenek nona kesini...apakah nona ingin ikut bersama mereka?."tanya Hua.


"Tidak." jawab Mingyue kecil.


"Kenapa nona selalu menolaknya...bukankah disini nona hanya akan disakiti?."heran Hua.


"Aku ingin ayah tersenyum dulu kepadaku..."


......FLASHBACK OFF......

__ADS_1


__ADS_2