HEART THE DEVIL

HEART THE DEVIL
Episode 4


__ADS_3

Malam harinya, Zhuan Jia merasa lapar dan memanggil Jiaohua untuk membawakan sedikit makanan untuknya.


"Maaf nona, hanya makanan ini yang bisa saya berikan." ujar Jiaohua dengan raut wajah sedih.


'Sayur hambar dan nasi putih? oh my god untung saja aku suka salad sayur....tapi...ini rasanya hambar....' batin Zhuan Jia.


"Sudah lah, tak apa...aku akan memakannya." ujar Zhuan Jia akhirnya memilih memakan makanan tersebut.


"Oh ya nona, besok pagi keluarga nyonya Youhua akan kemari untuk mengunjungi nona." ujar Jiaohua.


"Keluarga ibuku?....siapa saja mereka?"tanya Zhuan Jia.


"Mulai dari kakek nona yaitu tuan besar Xiao Hao, lalu nenek nona bernama nyonya besar Yanxin, serta kakak dan adik-adik nyonya Youhua yaitu Hao Yan, Xin Wei dan Hua Long. Mereka semua sangat menyayangi nona sehingga setiap terjadi sesuatu pada nona, keluarga nyonya Youhua pasti akan datang kemari. Meskipun jarak nya jauh namun mereka akan tetap datang." ujar Jiaohua.


'Masih ada banyak yang begitu menyayanginya, namun kenapa darah dagingnya sendiri malah dibenci....aku sungguh tak mengerti' pikir Zhuan Jia.


"Hm...baiklah, aku sudah selesai makan...aku ingin membersihkan diri dan dimana tempatnya?." tanya Zhuan Jia.


"Jika nona ingin mandi, nona harus ke sungai atau telaga terlebih dahulu. Karena perdana mentri tidak memperbolehkan anda memakai ruang pemandian disini." ujar Jiaohua.


"W*F.....".......'aku sudah tak bisa berpikir lagi' pikir Zhuan Jia sambil memijat-mijat keningnya.


"Hah..baiklah, bawa aku ke sana saja...aku sudah tidak tahan dengan badanku yang kotor." ujar Zhuan Jia mengambil keputusan.


"Baik nona, akan hamba persiapkan." ujar Jiaohua.

__ADS_1


Diperjalanan.....


"Hua...apa jalannya seperti ini?" tanya Zhuan Jia.


"Benar nona, tidak ada jalan lain selain ini. Dan telaga sudah ada didepan." ujar Jiaohua.


'Tapi ini hutan...' batin Zhuan Jia.


"Nona kita sudah sampai...." ujar Jiaohua.


"Wah...tempat ini sangat indah..." ujar Zhuan Jia terpukau melihat telaga yang mempunyai air yang jernih ditambah pemandangan malam serta bintang dan bulan yang menyinari telaga tersebut menambah kesan gelap yang luar biasa.


"Silahkan nona membersihkan diri, hamba akan membantu nona." ujar Jiaohua.


"Iya, hamba akan membantu anda membersihkan badan."ujar Jiaohua sambil tersenyum manis.


"Ha?!...tidak! tidak usah!...aku bisa melakukan sendiri...saat aku butuh bantuanmu akan kupanggil nanti." ujar Zhuan Jia menolak.


"Tapi nona...telaga itu cukup dalam, hamba akan menjaga nona...percayalah..." ujar Jiaohua cemas.


"Aku bilang aku tidak mau dibantu....lebih baik kau disana saja...aku akan membersihkan tubuhku sendiri." ujar Zhuan Jia tegas.


"Ba..baik nona..." ujar Jiaohua.


'Percaya? aku sudah tidak ada cara untuk mempercayai seseorang lagi.' batin Zhuan Jia yang teringat sahabatnya yang kini mengkhianatinya.

__ADS_1


"Hah..lebih baik aku berendam.." ujar Zhuan Jia.


Zhuan Jia pun mulai menanggalkan pakaian luarnya dan tetap memakai pakaian dalam karena dia sedang berada diluar rumah, bukan didalam rumah.


"Hm...cukup nyaman.." ujar Zhuan Jia merasa tenang saat berendam air telaga.


"Tubuh ini masih kecil, sepertinya masih berumur belasan tahun." ujar Zhuan Jia.


Ia pun menutup mata sejenak untuk menenangkan pikirannya dan merasakan air dingin ditubuhnya.


'Hm? kenapa aku tak merasakan tanah dikakiku? apa aku mengambang?" pikir Zhuan Jia. Ia pun membuka matanya perlahan dan alangkah terkejutnya melihat ia sudah ditengah-tengah telaga yang cukup dalam.


Parahnya lagi, karena merasa panik Zhuan Jia tenggelam dan tidak bisa berenang.


'Aku tak boleh mati!..tapi ini..sangat menyesakkan! aku tak bisa bernapas!' siapapun tolong aku...' batin Zhuan Jia.


Tiba-tiba ada bayangan hitam mengarah ke Zhuan Jia dengan kecepatan tinggi.


Sepertinya seseorang telah menyelamatkan Zhuan Jia yang hampir pingsan. Lalu orang berbaju hitam tersebut meletakkan tubuh Zhuan Jia dibawah pohon lalu membisikkan sesuatu sebelum Zhuan Jia sepenuhnya pingsan lalu orang tersebut pergi dan menghilang.


Jiaohua yang baru saja kembali dari dalam hutan untuk mencari buah dibuat terkejut melihat nona nya terbaring dibawah pohon dengan baju masih basah, ia pun menghampiri Zhuan Jia dan berusaha membangunkan nona nya itu. Namun sepertinya Zhuan Jia sudah pingsan.


Jiaohua pun mengganti pakaian Zhuan Jia yang basah dan membawa kembali ke rumah perdana mentri dengan rasa takut, cemas, dan khawatir dengan kondisi nona nya.


'Nona...jangan tinggalkan Hua lagi....'

__ADS_1


__ADS_2