
Diluar club X...
"Kau memang pantas mendapatkannya Zhuan Jia!, kini semua apa yang kau miliki.....sekarang berada ditanganku!." ujar Xiaoqi lalu melihat keatas memperhatikan langit malam yang penuh bintang.
"Wah...ada bintang jatuh, sepertinya ini memang sudah takdirku menerima ini." ujar Xiaoqi lalu pergi meninggalkan club X tanpa rasa bersalah.
Namun ada yang tidak beres dengan bintang jatuh tersebut. Cahaya bintang itu mengarah ke club X tepatnya di suatu ruangan.
Ditempat Zhuan Jia....
'Zhuan Jia...aku memberimu 1 kesempatan untuk hidup kembali, menyelesaikan tugas yang aku berikan. Takdir berada ditanganmu dan kau tidak boleh mundur!.' ujar seseorang namun tak berwujud. Entah apa yang terjadi namun Zhuan Jia merasa dirinya mendengar perkataan itu lalu ia membuka matanya secara perlahan.
Cahaya menyilaukan membuat mata Zhuan Jia sedikit redup namun tetap berusaha membuka matanya.
"Uugghh....dimana ini?." ujar Zhuan Jia yang mulai sadarkan diri.
Zhuan Jia memperhatikan setiap inci ruangan tersebut. 'Aneh' itulah yang dipikirkan Zhuan Jia.
"Dimana ini? aahhkk...kepalaku sakit sekali.." rintih Zhuan Jia.
"Apa ini dirumah pengobatan China? kenapa sangat kuno sekali bangunan ini?." pikir Zhuan Jia. Ia pun mencoba bangun dan ingin berjalan keluar, namun sebelum berdiri.....
'GUBRAKKG'
"Aw....sshhhtt...kepalaku sakit sekali!." rintih Zhuan Jia sambil memegang kepalanya dan melihat pakaiannya yang juga menurut nya aneh.
__ADS_1
Lalu Zhuan Jia mendengar derap langkah dari luar ruangan. Ia pun mencoba berdiri namun karena kepalanya merasa sangat sakit, ia pun terjatuh kembali.
'Krieeet'
Pintu ruangan tersebut terbuka dan nampaklah beberapa orang dengan baju tradisional China.
'Mereka siapa? kenapa aku merasa aneh? sebernarnya ini dimana?' batin Zhuan Jia.
"No..nona...?..an..anda hidup kembali?..." tanya seseorang dengan nada gemetar ketakutan.
"Ka..kalian siapa?...dimana..ini?" tanya balik Zhuan Jia.
"Nona...nona, benar-benar hidup kembali...hiks...hamba sangat takut tadi..hiks.." ujar orang tadi.
"Benar...ini mungkin berkah yang diberikan Tuhan untuk nona.." ujar orang tadi.
"Tunggu dulu, biarkan aku duduk ditempat tidur...." ujar Zhuan Jia.
Orang tadi pun membantu Zhuan Jia untuk naik ke atas ranjang.
"Kalian siapa? aku tidak mengenal kalian...dan kenapa aku dipanggil nona...?" tanya Zhuan Jia.
"No..nona lupa dengan kami?....apakah nona juga lupa semua yang telah terjadi? nona...hiks...kenapa kau menjadi seperti ini...hiks...pelayan ini menjadi sedih.." ujar orang tersebut yang menyebut dirinya sebagai pelayan.
"Tunggu! pelayan?..tolong jelaskan! aku tak tahu apa-apa....aahhkk....kepalaku sakit!." ujar Zhuan Jia.
__ADS_1
"No..nona akan aku panggilkan tabib, nona tunggu sebentar!." ujar pelayan tersebut.
"Hei kalian! cepat panggil tabib untuk mengobati nona ku!.." ujar pelayan tadi.
"Maaf...tapi kami tidak boleh memanggil tabib karena perintah perdana mentri!." ujar seseorang dan sepertinya ia menjabat sebagai pengawal.
"Kau!...heh..."kesal pelayan itu lalu kembali ke tempat Zhuan Jia.
"Nona...aku tak bisa berbuat apa-apa...jika aku memanggil tabib tanpa persetujuan perdana mentri, nona pasti akan terkena hukuman..." ujar pelayan itu sedih.
"Tidak apa-apa...tapi siapa namamu?" tanya Zhuan Jia.
"Nona benar-benar lupa dengan hamba?." tanya pelayan tersebut.
"Maaf, kepalaku sakit..mungkin sebagian ingatanku hilang.." ujar Zhuan Jia.
"Baiklah, nama hamba adalah Jiaohua, dan anda sering memanggil nama saya dengan sebutan Hua, hamba adalah pelayan anda sejak 7 tahun terakhir."ujar pelayan yang bernama Jiaohua.
"Baiklah Hua, sekarang siapa namaku?" tanya Zhuan Jia.
"Nona juga melupakan nama nona sendiri? hiks nona...kenapa anda menjadi seperti ini? hiks..." tangis Jiaohua.
"Tidak apa-apa...tolong jelaskan siapa aku dan kenapa aku bisa mati?" ujar Zhuan Jia.
"Jadi...sebenarnya...ya..yang mencelakai no..nona adalah......"
__ADS_1