Heh, Sebenarnya Apa Yang Terjadi???

Heh, Sebenarnya Apa Yang Terjadi???
15


__ADS_3

Vie berbincang dengan Miu, seperti halnya Li, Miu juga menanyakan hal yang sama. Gadis itu penasaran apa penyebab mereka berakhir seperti ini, tentu saja Vie menjawab tak tahu. Bukan dia yang melakukan itu dan dia tak mungkin melakukan hal gila seperti lari dari kenyataan dan memilih hidup enak di sini. Meski hidup di sini lebih mudah, tapi dia tetap menyukai kehidupannya yang sebenarnya. Ada ayah dan ibunya, ada kawan-kawannya, dia bisa berekspresi dengan bebas, bukan hanya terkenal sebagai pembuat keonaran yang jahat.


Miu juga mempertanyakan apa Vie sudah bertemu Lili, karena sejak tadi gadis itu selalu menyebut nama kawan mereka yang satu itu. Vie membenarkan dan Miu bisa membayangkan keributan apa yang terjadi pada saat itu. Sungguh, dia ingin melihat secara langsung kalau bisa.


...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...


"Aku akan langsung pulang," kata Vie tanpa peduli. Dia bisa membuat berbagai alasan, bahkan alasan tak masuk akal pun akan menjadi masuk akal kalau dia yang menggunakannya.


"Apa itu keuntungan yang didapat dari wanita jahat?" cibir Miu kesal karena hanya dirinya yang akan terjebak di lingkungan para pencari rumor ini.


"Kamu juga bisa balik, kok," kata Vie santai. "Gunakan aku sebagai alasannya," kata gadis itu lagi seraya menyeringai tipis.


"Ah, karena aku ketakutan dan syok setelah berbicara dengan antagonis yang super jahat, aku jadi butuh istirahat karenanya!" kata Miu menyimpulkan.


"Yah, akan aku anggap itu sebagai pujian," kata Vie tak ambil pusing. Perannya memang jadi penjahat yang paling bermasalah, jadi tak ada salahnya menyebut pemilik tubuh ini dengan sebutan penjahat super jahat. "Pergi sana duluan, kalau aku yang pergi duluan, kamu tak akan bisa menghindari serbuan pencari rumor saat aku tak ada," kata Vie menyuruh kawannya pulang lebih dulu, biar dia yang balik belakangan. Siapa yang berani bertanya pada dirinya, semua ingin terlihat baik dan selalu menarik garis batas agar dirinya tak tersinggung serta menjadi marah.


"Baiklah, kabari aku kalau semua sudah siap," kata Miu sebelum kembali ke kediamannya.


Benar saja, tak ada yang berani bertanya. Vie dengan bebas pulang tanpa alasan apa pun. Tentu saja tatapan mata semua orang berubah menjadi tatapan ingin tahu, tapi tak ada yang berani maju untuk menjadi perwakilan atau menanyakan apa pun. Vie juga tak peduli, yang penting misinya terlah tercapai.


...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...

__ADS_1


Di sisi lain, Lili mengunjungi kediaman Diaz atau rumah Indi saat di sini. Dia harus bertemu dan memastikan semuanya. Rupanya memang benar, mereka berempat terdampar di novel yang dibuat oleh kawan mereka. Dan tak ada yang tahu mengapa semua itu terjadi.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk bertemu besok dan sarapan bersama, tentu saja Vie yang menentukan tempatnya. Kerahasiaan adalah syarat mutlak, mereka tak mau merusak cerita hanya karena


campur tangan mereka.


Keesokkan harinya, Vie menyewa satu toko dan mengganti meliburkan semua pekerjaannya. Dia mengganti pekerja di sana dengan para pelayan di kediamannya. "Ingat, ini adalah sebuah rahasia. Jika bocor, kalian semua yang ada di sini, bersiap lah menerima konsekuensinya!" kata Vie dengan nada mengancam.


"Baik, my lady!" kata mereka serempak.


Vie bertepuk tangan sebentar. "Baik, kerjakan tugas kalian. Buat sarapan untuk empat orang, dan kunci rapat mulut kalian!" ucap gadis itu memberi perintah. "Anggap saja kalian bisu dan tuli saat ini, dan jangan sampai hal ini tersebar ke luar!" ancam Vie terlihat menakutkan.


"Sebenarnya ada apa, sih?" tanya salah satu pelayan yang menyiapkan makanan dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.


"Apa nona kita memiliki pertemuan rahasia dengan tiga pria tampan yang berbeda?" timpal yang lain berimajinasi cukup liar.


Pelayan lain mulai memikirkan kemungkinan itu terjadi, tak mustahil kalau itu nona mereka. Segala masalah dan kejahatan sudah pernah beliau lakukan. Jadi, pasti bertemu dengan tiga pria sekaligus bukan hal yang sulit baginya.


"Ingat, hari ini kita buta dan tuli! Mari bekerja dan jangan mencari tahu!" kata pelayan lain mengingatkan.


"Benar, jangan sampai ditandai oleh nona!" kata yang lain menimpali.

__ADS_1


"Bisa-bisa kita dikirim untuk bertemu dengan raja neraka!" tambah yang lain mengompori, semakin membuat takut kalau-kalau mereka membuat kesalahan.


Mereka semua hanya ingin bekerja dan mendapatkan gaji yang tinggi, mereka tak akan mengharapkan kemalangan hanya karena menyinggung sang nona majikan. Jadi, untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Mereka harus bekerja dengan baik dan tak melanggar ucapan nona mereka.


"Mari tutup mata dan jangan bicarakan hal ini di kemudian hari!" semua mengangguk setuju. Ancaman nona mereka terlalu menakutkan, bisa saja mereka menghilang saat di perjalanan pulang. Atau cara termudah, mereka akan dikurung di ruang bawah tanah tanpa diberi makan dan minum. Membayangkannya saja sudah cukup menakutkan.


"Terima kasih sudah mengundang saya," kata Miu seraya menunduk pelan.


"Saya merasa terhormat bisa mendapat undangan anda, nona," timpal Lili.


"Saya senang dapat bergabung bersama anda di sini," ucap Indi yang ikut bergabung.


"Justru saya yang merasa senang kalian bersedia meluangkan waktu untuk memenuhi undangan dadakan dari saya," kata Vie.


Para pelayan menatap kosong, tak percaya dengan pemandangan di depan mereka ini. Nona yang mereka layani bisa berbasa-basi seperti ini. Dan bukannya bertemu dengan para pria tampan, nona mereka malah mengundang tiga musuh besarnya untuk sarapan bersama. Dunia sebentar lagi pasti akan kiamat, ini salah satu tanda-tanda akhir zaman. Atau nona mereka merencanakan hal licik lain untuk mencelakai ketiga nona muda itu, tapi apa. Yang memasak adalah mereka, jadi apa nonanya bisa menambahkan racun. Kapan dan bagaimana. Berbagai pemikiran buruk berseliweran, mereka berharap hari ini bisa terlewati dengan damai. Jangan sampai terjadi perang di antara empat keluarga


"Kalian semua bisa pergi, nanti akan aku panggil saat aku memerlukan sesuatu!" titah Vie yang meminta ruang agar bebas berbicara dengan ketiga sahabatnya.


...°°°°°...


...══════❖•ೋ° °ೋ•❖══════...

__ADS_1


__ADS_2