
Hari sudah sore Syam dan Rangga pamit untuk bertugas malam ini,dan sekarang di rumah sakit Andi dan Anya di temani oleh Gibran,Dewa dan Sinta.
"kita pami pulang dulu,Lo di sini sudah ada teman-temanya karena kita harus bertugas."Pamit Syam kepada Andi dan Anya.
"Ya sudah sana,terima kasih ya sudah bawah gue ke rumah sakit dan maaf gue selalu merepotkan kalian semua."Jawab Anya menatap mereka semua bergantian.
"santai aja kali,kita pamit.kalau ada apa-apa cepat kabarin kita."pinta Rangga sekalian pamitan.
"iya-iya! Dasar ngeselin."saut Anya sinis.
"cepat sembuh ya Bu Bos."Ucap Dean dan Alaska.
"kompak banget,terima kasih sudah datang."jawab Anya tersenyum.
"papay Bu bos."pamit Alaska melambaikan tangan.
Semua keluar dari kamar Anya untuk menunju ke kamar Andi yg bersebelahan dengan kamar Milik Anya,Di dalam kamar Anya tersisa Gibran dan Dewa.
"kita pamit dulu,ya."ucap Rian.
"iya,terima kasih sudah datang ke sini."jawab Andi.
"ok,bye."pamit Rangga.
Di kamar Anya mereka berdua bercerita banyak hal tentang tugas sampai hubungan Anya dan Andi,sementara Sinta masih di luar untuk membelikan mereka makanan.
"Gimana tugas kalian? Sudah selesai?."Tanya Anya.
"sudah,niat kita mau ngasih kejutan sama Lo tapi malah Lo yg ngasi kita kejutan,gue kaget pas liat keadaan Lo sama Andi."ujar Gibran.
"gue sengaja gk ngasih tau kalian bertiga."jawab Anya dengan Santai.
"bahkan Anggota yg lain juga tdk memberitahu kita,padahal saat kita mau balik si tengil Rangga orang pertama yg kisah kasih tau."jelas Dewa.
"terus hubungan Lo sama Andi?."Tanya Gibran.
"udah gue putusin."santai Anya.
"kenapa?."Tanya Dewa.
"karena dia mau di jodohkan dengan sahabat masa kecilnya,yg bikin gue sakit hati Andi bukannya menolak justru meminta waktu untuk menjawab perjodohan itu."Jelas Anya lirih.
__ADS_1
Sinta sudah kembali ke rumah sakit dengan makanan di kedua tangannya,dia juga langsung masuk dan memberikan makanan kepada Gibran dan Dewa.
"ini makanannya,Lo juga udah gue beliin makanan sehat."ucap Sinta menaruh makanannya.
"lama banget."ujar Gibran.
"ribet Lo,dah makan dulu sana."saut Sinta.
"buat Andi gk ada?."Tanya Dewa.
"Ada juga di situ,mending lo berdua ke kamar Andi aja deh,kasian dia sendirian di kamarnya dan Di sini biar gue yg nemenin Anya."jelas Sinta.
"ok."Singkat Gibran.
Gibran Dan Dewa membawa makanannya ke kamar Andi untuk sekalian menemani Andi,Sinta menyuapi makanan kepada Anya karena tangan kanan Anya masih belum bisa di gerakkan.
"pelan-pelan bangunnya."ucap Sinta.
"iya,terima kasih ya."ujar Anya.
"udah santai aja,sekarang biar gue suap dan Lo harus cepat sembuh biar bisa bertugas lagi."jelas Sinta.
Anya tersenyum melihat perhatian Sinta kepadanya karena semenjak kedua orang tua Anya meninggal,Sinta,Gibran dan Dewa yg selalu menemani Anya bahkan sampai saat ini.
Di sebuah rumah sakit Anya sedang duduk sendirian menunggu dokter memeriksa keadaan kedua orang tuanya,Anya yg merupakan Anak tunggal sangatlah terpukul saat mengetahui kalau orang tuanya terlibat kecelakaan tunggal.
Setelah hampir 1 jam dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan menatap Anya penuh rasa kasihan,Anya takut untuk mendengar hal buruk tentang keadaan orang tuanya.
"maaf nak,saya gagal menyelamatkan kedua orang tua kamu."ucap dokter kepada Anya.
"maksud dokter,orang tua saya meninggal?."Tanya Anya dengan suara gemetar.
"iya,ibu kamu mengalami benturan yg cukup keras di kepalanya sehingga mengalami pendarahan hebat,sementara Ayah kamu mengalami serangan jantung dan karena kecelakaan ini membuatnya meninggal dunia."Jelas dokter.
Anya terduduk lemas di lantai rumah sakit,Dunia hancur saat kehilangan kedua orang tuanya secara bersamaan.Gibran,Dewa dan Sinta yg saat itu mendengar kabar tersebut langsung menemui Anya di rumah sakit,Sesampainya mereka di rumah sakit sudah melihat Anya menangis.
"Anya."Panggil mereka bertiga.
Mendengar namanya di panggil Anya hanya menoleh,dengan cepat Sinta memeluknya untuk menenangkan Anya sedangkan Gibran dan Dewa duduk di samping Anya.
"Lo yg sabar."ucap Gibran.
__ADS_1
"mereka sudah gk ada,sekarang gue sendirian."ujar Anya sesenggukan.
"Lo punya kita,sekarang Lo harus kuat menerima semua ini,gue tau ini gk mudah buat Lo tapi orang tua Lo juga pasti sedih kalau lihat anak kesayangannya seperti ini."jelas Sinta mengusap punggung Anya.
******
Di desa kenongo malam ini semua Anggota bertugas karena kejadian tadi siang,Hal itu di lakukan agar tdk ada lagi yg mencoba masuk ke dalam hutan larangan itu.
Di pos penjagaan Rangga dan Tion sedang bermain catur untuk menghilangkan rasa bosannya,sementara yg lain sedang melakukan pemeriksaan.
"apa anak-anak yg tadi siang sudah kembali ke desanya?."Tanya Rian.
"kita gak tau pasti mereka kembali ke desa atau enggak,tapi yg kita lihat tadi mereka sudah keluar dari desa ini."Saut Toni.
"gue khawatir aja mereka kembali di malam hari."ujar Fahmi.
"nah itu yg gue takuti,mangkanya barusan nanya sama kalian."ujar Rian.
Setelah di rasa cukup Aman mereka kembali ke pos penjagaan,tapi di sisi lain Alaska sedang melihat sesuatu di balik pos penjagaan.
"heh,kalian liat bayangan di balik pos gak?."Tanya Alaska menghentikan langkah temannya.
"bayangan Apaan?."Tanya Riki juga.
"itu ada bayangan orang berdiri di belakang pos penjagaan,kalian liat baik-baik deh."ucap Alaska menunjuk ke arah pos penjagaan.
"apa itu Arhan?."Tanya Fero.
"kasih tau yg di pos untuk segera menjauh,takut Arhan akan menyakiti mereka tanpa mereka sadar."Ucap Dean.
tanpa basa basi Rudi memberitahu mereka yg ada di pos ronda melalui ponselnya,Alaska dan Dean masih Fokus melihat bayangan tersebut.
"Rangga,Lo jangan berisik dan dengerin gue baik-baik,sekarang Lo keluar dari pos secepatnya karena Arhan ada di belakang pos penjagaan."jelas Rudi.
"ok."Singkat Rangga menarik pelan tangan Tion.
"gue berada gk jauh dari pos penjagaan Lo jalan kesini."ucap Rudi.
Pelan-pelan Rangga menarik tangan Tion dan berlari ke arah Rudi,sementara Dari arah lain Syam sedang menuju pos penjagaan setelah selesai melakukan pengecekan.
Dari kejauhan Dean memberikan Isyarat lambaian tangan ke arah Syam dan orang yg pertama kali menyadarinya adalah Rian,Rian memberhentikan langkahnya untuk memahami isyarat dari Rian.
__ADS_1
"apa sih maksudnya."ucap Rian kebingungan.
Rian mengikuti arah yg di tunjuk Rudi.