HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.29


__ADS_3

sosok itu masuk ke dalam hutan setelah mendengar Anya melantunkan ayat suci Al Quran,Tanpa pikir panjang Anya mengikuti makhluk itu masuk ke dalam gelapnya hutan,di sana masih ada sekitar 10 orang yg masih melakukan ritual dan Anya segera mengambil ponselnya untuk merekamnya.


Anya bersembunyi di balik pohon dan berjarak sekitar 3 meter dari para pemuja iblis itu,setelah di rasa cukup Anya keluar dari dalam hutan tersebut,tapi sayangnya ada sesuatu yg diinjak oleh Anya sehingga terdengar oleh mereka semua.


"Mampus gue."Gumam Anya pelan.


Tanpa pikir panjang Anya berlari secepat mungkin sebelum orang-orang itu tau bahwa dirinya yg ada di sana,Anya sesekali menoleh ke belakang ternyata mereka mengejar Anya begitu juga para sosok yg mengerikan.


Tanpa henti mulut Anya meminta pertolongan tuhan dengan kembali membaca ayat suci Alquran,Anya bisa mendengar suara teriakan para pemuja dan sosok itu kepanasan sambil berteriak kencang.


"Aaakkhhhh,hentikan bacaan itu."Teriak salah satu dari mereka.


"panas,panas."Serunya.


"Hentikan,Panas."


Suara mereka semua bersautan karena kepanasan,Setelah sampai di penginapan Anya segera masuk ke dalam kamarnya.di dalam Sinta sudah sangat khawatir sejak tadi,tapi setelah melihat Anya kembali dirinya sangat bersyukur.


"Astaga,akhirnya Lo baik juga."Ucap Sinta berdiri memeluk Anya.


"jangan khawatir,gue baik-baik aja."Jawab Anya menenangkan Sinta.


"segera kabari yg lain kalau Lo sudah balik,mereka juga khawatir nungguin Lo dari tadi."ujar Sinta.


"Lo aja ya,gue capek banget mau mandi dulu."pinta Anya Mengambil handuknya.


Sinta hanya memperhatikan Anya yg sudah masuk ke dalam kamar mandi,Setelah itu Sinta segera memberitahu semua Anggota melalui pesan grup.


*****


Pagi hari sudah tiba semalam Anya tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan apa yg dilihatnya saat memasuki hutan,Sudah semalaman Anya memperhatikan Video yg di ambilnya semalam.


TOK..TOK..TOK


Pintu kamar Anya di ketuk oleh seseorang dan itu mengagetkan Anya yg sedang melamun,Anya bangun dari kasurnya dan membuka pintu.


"pagi,nak Anya."Sapa ketua kampung.


"pagi,pak."Jawab Anya tersenyum.


"bagaimana keadaan kamu? Apa semuanya baik-baik aja?."Tanya ketua kampung menatap Anya.

__ADS_1


"Alhamdulillah,saya baik-baik aja pak."Jawab Anya.


"Syukurlah."ucapnya.


"Ada yg ingin saya tunjukkan sama bapak,sebentar ya pak."ujar Anya kembali masuk ke dalam kamarnya.


Anya mengambil ponselnya ke dalam kamar,sementara ketua kampung menunggu di teras luar.Anggota yg tidak bertugas semalam akan bertugas Pagi ini.


"pagi,pak."sapa Fikran.


"pagi."Jawab ketua kampung.


"bapak tau gak jalan masuk ke hutan itu selain yg didepan jalan?."Tanya Anya duduk tepat di samping ketua kampung.


"Jalan lain?."pikir ketua kampung.


"Iya,mungkin dulu ada jalan yg sering di gunakan warga untuk masuk ke dalam hutan."ujar Anya.


"oh iya ada,tapi bukan di dekat sini."ujar ketua kampung.


"dimana pak?."Tanya Anya serius.


"di sebelah barat kampung ini,dekat dengan persawahan warga "jawab Ketua kampung.


"Apa ini? Kenapa mereka memakai jubah hitam begitu?."Tanya ketua kampung yg tidak tau.


"Ini adalah orang-orang yg mengikuti Aliran sesat,lebih tepatnya penyembah iblis dan mungkin semalam waktunya mereka memberi makan makhluk yg mereka sembah."Jelas Anya.


"Lo udah gila,ngapain masuk ke dalam hutan malam-malam Anya?."Tanya Riki.


"Gue terpaksa."saut Anya.


"apa mereka kembali? Itu sebabnya beberapa tahun ini kembali ada korban."Gumam ketua kampung.


"Maksud bapak?."Tanya Riki.


Saat mendapat pertanyaan dari Riki spontan ketua kampung memutar kepalanya,Anya,Riki,Rian dan Fero mengikuti apa yg di lakukan oleh ketua kampung.


Ketua kampung bangun dan memberikan Isyarat kepada mereka semua untuk mengikutinya,Mereka semua menuju arah dapur.


"jadi sejak dulu ajaran sesat ini sudah ada bahkan ada beberapa warga yg memang mengikuti ajaran sesat itu,setiap hari-hari tertentu para makhluk yg mereka sembah akan keluar untuk mencari makan,jadi dulu setiap makhluk itu sudah waktunya keluar dari jam 06.00 sampai jam 05.00 pagi tdk ada warga yg berani keluar rumah,terutama Anak gadis umur 17 tahun atau perjaka umur 20 tahun,biasanya jika waktu itu sudah tiba setiap warga akan menyalakan semua lampu rumah mereka supaya makhluk itu tdk datang mengetuk rumah Warga."jelas ketua kampung dengan nada pelan tapi masih bisa di dengar oleh Anya dan Anggota lain.

__ADS_1


"kenapa bapak membiarkannya?"Tanya Dean.


"Sudah ada beberapa warga yg pernah membubarkan ritual itu,tapi keesokan harinya para warga itu meninggal dengan cara yg tdk layak,itu sebabnya tdk ada yg berani mengganggu mereka yg melakukan ritual."Saut ketua kampung.


"bapak tau siapa aja orangnya? Bisa saya minta foto mereka yg mengikuti ajaran sesat itu?."Tanya Anya.


"ada nak,tapi saya tdk tau apa mereka masih mengikuti ritual itu atau tdk."ujar Ketua kampung.


"Saya tau bagaimana cara mengetahuinya,jadi saya mau fotonya dengan segera ya,pak."ucap Anya.


"Iya-iya nanti saya akan kasih,apa ada lagi yg ingin kalian tanyakan?."Tanya ketua kampung.


"Tidak ada,pak,itu saja dulu."Saut Anya.


"Kalian semua berhati-hati saat bertugas,terutama kamu nak Anya.saya sudah menganggap kamu seperti anak sendiri,karena saya tidak punya anak."ujar Ketua kampung.


"Iya,terima kasih sudah menerima baik kami semua."Ucap Anya.


Setelah selesai ketua kampung pergi meninggalkan Anya dan Anggota lainnya,Sementara Anya berniat untuk berolahraga walaupun sudah Jam 06.45.Saat Melihat Anya memakai sepatu olahraganya Syam yg baru saja keluar dari kamarnya bertanya.


"Mau kemana? Ini masih pagi."Tanya Syam menatap Anya.


"olahraga."Singkat Anya.


"Gue ikut,dong."Saut Fero.


"Boleh,ayo cepat."jawab Anya sambil tersenyum.


"Fero aja ni yg di ajak,kita enggak."Sindir Fahmi menyenggol Tion.


"Kalau ada yg mau ikut cepat bersiap,sebelum gue berubah pikiran."Ucap Anya mengikat sepatunya.


"Hore,baik banget sih bos cantik."Goda Riki.


Sementara Syam hanya menatap Anya sambil menunggu Anggota Rangga,Anya sadar kalau Syam menatapnya sejak tadi sehingga Anya memalingkan wajahnya.


"kenapa?."Singkat Anya bertanya.


"Cantik."Jawab Syam pelan.


"gimana,udah benar-benar yakin melepas Andi?."Tanya Syam dengan nada pelan.

__ADS_1


"tentu saja."Jawab Anya sambil tersenyum.


__ADS_2