
Gibran,Dewa,Sinta Dan Andi berada di ruangan Anya dan mereka belum tau bahwa 2 anggotanya sedang terluka,Karena belum ada yg memberitahu tentang hal itu.
"entah kenapa sejak siang tadi aku punya firasat buruk."Ucap Anya Sendu.
"perasaan Lo aja."Saut Dewa.
"gue harap juga begitu."ujar Anya.
DUG..DUG..DUG
Saat mereka sibuk mengobrol ada suara ketukan keras dari jendela yg berada tepat di samping Anya,Semua saling pandang saat mendengar hal itu.
"Gk mungkin ada cleaning service yg bersihin jendela."pelan Gibran.
"Kita di lantai dua,mustahil juga kalau cleaning service."Saut Sinta.
"menjauh dari sana Dewa."Pinta Anya.
"bukan penunggu rumah sakit."ujar Andi.
Anya menggelengkan kepala tiba-tiba benda yg berada di kamar Anya berjatuhan,Spontan semuanya berdiri menghindari Barang yg beterbangan.
"Apa-Apaan ini,Woy."Teriak Anya marah.
"apa makhluk itu sampai mengikuti ke sini?."Tanya Sinta.
"AWAS."Teriak Anya segera mendorong badan Andi.
Prang...
"Anya!."Panggil semuanya mendekat ke arah Anya.
sebuah Vas bunga berukuran sedang yg ada di samping tempat tidur Anya melayang ke arah Andi,Anya yg menolong mengalami luka pada bagian belakang kepalanya.
"Kamu,gk apa-apa?."Tanya Anya memastikan kondisi Andi.
"harusnya aku yg nanya kayak gitu,kamu gk apa-apa?."Ucap Andi.
Anya memegang kepalanya dan terasa basah kemudian Anya melihat ke telapak tangannya,terlihat ada cairan merah.
"Darah,Kamu terluka!."khawatir Andi.
"aku gak apa-apa,ini dikit doang."Jawab Anya santai.
"Panggil dokter,cepat."Suruh Andi.
"Biar gue ada,kalian jaga Anya."jawab Sinta.
__ADS_1
Sinta berlari ke arah pintu tapi tiba-tiba seseorang membukanya terlebih dahulu dari luar,Hal itu membuat semuanya menoleh.
"Alaska,Fahmi,kalian berdua di sini?."Tanya Anya.
"ini kenapa berantakan banget,kalian berantem?."Tanya Fahmi.
"nanyanya nanti aja,Cepat panggil dokter."Suruh Andi.
"bukannya kalian bertugas malam ini? tapi kenapa ada di sini?."Tanya Anya duduk di Sofa.
"dua Anggota terluka,kami membawanya ke sini."Saut Alaska.
Mendengar hal itu membuat Anya membulatkan mata dan bangun dari duduknya,Fahmi dan Alaska tau kalau Anya akan sangat Khawatir.
"bagaimana bisa? Siapa?."Tanya Anya mendekat.
"Syam sama Tion."Jawab Fahmi.
"Ada di kamar berapa?."tanya Anya.
"tenang dulu,keadaan kamu juga belum sembuh."Ujar Andi
"Diam,aku gk nanya sama kamu!."Saut Anya menatap tajam Andi.
"Cepat jawab,ada di kamar berapa?."Tanya Anya sekali lagi.
Setelah mendapat jawaban Anya berlari ke luar kamarnya untuk memeriksa keadaan kedua temannya,Walaupun yg lainya sudah memanggil namanya Anya tdk memperdulikan.
Anya berlari menahan sakit pada bagian perutnya sembari mencari kamar nomer 207,setelah ketemu Anya segera masuk dan pelan-pelan berjalan mendekati kedua temannya yg terbaring.
"Anya,kamu ngapain ke sini?."Tanya Rangga.
"Mbak tdk bisa ke sini,kondisinya juga belum membaik."ucap Seorang suster.
Rangga membantu Anya yg terlihat terpukul,Anya lebih dulu berjalan ke arah Tion yg sedang menerima perawatan dokter.
"Apa lukanya cukup parah? Dia baik-baik saja kan?."Tanya Anya.
"Jangan Khawatir lukanya sudah kami jahit,pasien menerima 10 jahitan di telapak tangannya."jelas Dokter.
Setelah mendengar itu Anya merasa terpukul karena tdk bisa menjaga Anggota,kini berjalan mendekati Syam yg tdk sadarkan diri dan ada 1 dokter yg memeriksa luka di dadanya.
"Cakaran? Ini.."ucap Anya menatap Rangga.
"Iya."Singkat Rangga.
"Dokter dia tdk bisa di obati secara medis,darahnya tdk akan berhenti."ucap Anya kepada dokter.
__ADS_1
"apa maksud kamu?."Jawab dokter bingung.
"boleh dokter minggir sebentar,nanti kalau saya sudah selesai anda bisa mengobati lukanya."ujar Anya.
Dokter menepi setelah mendengar perkataan Anya,Tangan Anya berada di atas luka cakaran itu.semua orang di kamar itu memperhatikan saja dengan apa yg di lakukan Anya.
"Apa yg pasien ini lakukan?."bisik dokter yg memeriksa Tion.
"dokter lihat saja."Jawab Fahmi.
"Apa dia dukun?."Tanya dokternya lagi.
"kami semua seorang polisi yg di tugaskan menjaga di hutan terlarang agar tdk ada orang yg memasuki hutan itu,teman saya satu ini memang punya kemampuan yg tdk di miliki banyak orang,laki-laki itu juga bisa tapi tidak sehebat dia dan mereka berempat di serang oleh makhluk penunggu hutan itu."Jelas Rangga kepada Dokter.
"kerja keras kalian untuk menjaga hutan itu dan melindungi warga di sana akan sangat di kenang,bahkan kalian semua tdk takut walaupun sudah tau kapanpun bisa saja nyawa kalian yg akan jadi taruhannya."Saut seorang suster.
"kadang kami semua juga ketakutan saat ada anggota yg di serang seperti ini,apalagi semenjak teman saya ini terluka jadi tdk ada yg menjaga kami dari ancaman sosok itu "Saut Rangga.
"semoga saja kalian semua selamat dalam bertugas,jangan lupa pada tuhan karena apapun yg terjadi juga kehendaknya,tuhan tdk akan memberikan cobaan berat melainkan tuhan tau hambanya mampu melewatinya."ujar dokter.
BOOMM..
dentuman teras terdengar di dekat jendela yg ada di kamar itu,Alaska yg berdiri di dekat jendela segera menjauh dan dokter serta suster mengusap dadanya karena kaget.
"Bunyi apa itu?."Tanya suster.
"akan lebih baik kalau kita berdoa."Ajak dokter.
"aaaaaakkkhhhh."teriak Syam dengan keras.
"Huuukkkkk."Anya batuk dan memuntahkan cairan merah pekat.
Dokter yg melihat Anya muntah segera menuntunnya ke kamar mandi,Sebenarnya ada yg dokter itu ingin katakan kepada Anya.sedangkan luka cakaran di dada Syam mengeluarkan cairan merah pekat dan berbau,Suster dan dokter memakai master double untuk membersikan darah dan mengobati lukanya.
"kamu menyelamatkan teman-temanmu,tapi kamu lupa bahwa makhluk di hutan itu mengincar nyawamu."jelas dokter di samping Anya.
"bagaimana dokter tau?."heran Anya.
"saya juga bisa seperti kamu,tapi saya memilih untuk mengabaikannya."Saut dokter memberikan tisu kepada Anya.
"Saya hanya tdk ingin melihat mereka terluka seperti ini,walau saya tdk tau apakah saya akan kembali bisa bersama mereka atau tdk."ujar Anya sendu.
"perbanyaklah berdoa,yakinlah bahwa kamu bisa melindungi banyak orang termasuk dirimu sendiri,saya juga akan mendoakan kalian semua dan semoga sosok di hutan itu lenyap atas kehendak yg di atas."jelas Dokter.
"Terima kasih dokter."ucap Anya.
"sama-sama,nak."jawab Dokter tersenyum.
__ADS_1
Anya dan dokter keluar dari kamar mandi dan menuju ke arah Syam yg sudah mulai sadar,Anya senang dan tersenyum senang saat melihat Syam.