
"Enak banget cuma Fero yg di peluk,saya juga mau Bu bos."Protes Dean.
"Sini semua kita pelukan bareng."Ajak Anya sambil tersenyum.
"Asik."Jawab mereka kompak.
mereka semua berpelukan dengan Anya dengan penuh kasih sayang layaknya keluarga,Anya bersyukur di kelilingi oleh orang-orang baik seperti anggota.
Di penginapan Tion sedang mengobati dan mengganti perban di tangannya yg di bantu oleh Askara,Luka di tangan Tion semakin membaik tapi untuk menghindari terkena debu dan kotoran Tion tetap memperban nya.
"Udah ada jahitannya yg terlepas."ucap Askara.
"iya,dokter bilang kalau lukanya sudah mulai mengering benang jahitnya akan terputus sendiri."jawab Tion memperhatikan luka di tangannya.
"masih sakit?."Tanya Alaska.
"tapi sudah gk kayak kemarin,udah gak nyut-nyutan juga."ujar Tion.
"ini gimana? Di kasih obat dulu?."tanya Alaska yg tdk tau.
"iya,Lo lap dulu lukanya dengan cairan itu,terus oleskan obatnya di lukanya."jelas Tion menunjuk cairan bening di botol kecil dan obatnya.
"gue jadi ngeri deh,liat lukanya aja gue meriang gimana caranya gue pegang lukanya."ucap Askara yg takut sekaligus merinding.
"gk apa-apa,Lo olesnya pelan-pelan aja."ujar Tion meyakinkan Askara.
Askara mengobati luka Tion tapi tangan Askara gemetar saat ingin mengolesi obat di lukanya,Melihat hal itu membuat Tion tertawa ngakak.
"hahaha,tangan Lo sampai gemetar gitu."ucap Tion sambil memegang perutnya.
"diam Tion,Lo malah ngetawain gue."protes Alaska.
"aduh,perut gue sakit."seru Tion yg masih tertawa.
"diam."tegur Askara menarik pelan tangan Tion.
Susah payah Alaska mengobatinya dengan tangan yg gemetar,tapi Tion masih tertawa sehingga terdengar oleh Rian dan Andi.
"kalian ngapain?."Tanya Rian.
"ini gue ketawa karena Alaska,liat tuh tangannya sampai gemetaran karena takut mau ngolesin obat di Luka gue."Jawab Tion sambil menahan tawa.
"Astaga,Lo juga sampai pucat gitu,Askara."tegur Andi.
__ADS_1
"hah,dah selesai,cepat gue udah tahan nafas dari tadi saking takutnya,mana perban nya?."ujar Alaska.
"itu di samping Lo apa? ikan buntal?."Jawab Tion.
"o iya,gue gk liat."Saut Alaska.
"Kita mau cari makan,Lo mau makan apa?."Tanya Andi.
"Emang gk ada bahan masakan di dapur?."Tanya Alaska.
"udah habis,besok deh kayaknya Anya sama Syam baru beli ke pasar."Jawab Andi.
"terserah deh,nasi goreng atau apapun deh yg penting kenyang,bisa di makan dan gk ada racunnya."Jawab Alaska.
"kayaknya tadi yg tugas pagi ini juga belum sarapan,beliin aja sekalian."Ujar Rangga dari pintu.
Rangga mengeluarkan mobil dan pergi bersama Andi juga Rian untuk mencari sarapan,Sesampainya di depan pos penjagaan Rangga memberhentikan mobil untuk bertanya kepada yg bertugas.
"Mau kemana?."Tanya Fikran.
"cari makan,kalian mau makan apa?."ujar Rangga.
"Apa aja deh."jawab Dean.
"bilang suruh beli mie Sama telur."Bisik Anya kepada Fero.
"ok."Jawab Singkat Rian.
Anya sengaja mengalihkan pandangannya karena Andi terus menatapnya,Andi merasa kecewa karena Anya terus saja menghindari dirinya.
"Lo masih belum baikan sama Anya?."Tanya Rangga.
"entahlah,gue bingung."Saut Andi.
"sebenarnya yg buat bingung diri Lo sendiri,padahal jelas Lo cinta sama Anya tapi masih aja belum memberikan penolakan pada perjodohan itu."Jelas Rangga melirik Andi.
"Lo kok bisa tau?."Tanya Andi heran.
"gue sering liat Anya nangis,karena penasaran gue paksa dia buat cerita semua."ujar Rangga.
"kalau Lo mau meneruskan perjodohan itu ya Lo harus lepasin Anya,begitu juga sebaliknya.lo gk bisa egois hanya karena takut wanita itu sakit hati,padahal di sisi lain Lo masih punya Anya."saut Rian.
"jangan sakiti Anya dengan memberikan harapan seolah Lo akan terus bersama dengannya,padahal kenyataannya Lo masih di ambang keraguan untuk menolak perjodohan itu,seperti yg Anya katakan sama gue kalau dia gk mau meneruskan hubungannya dengan laki-laki yg tdk memiliki komitmen."Jelas Rangga kepada Andi.
__ADS_1
Perkataan Rian dan Rangga mampu membuat Andi membisu,entah apa yg di pikirkan hanya Andi sendiri yang tau.sedangkan Rangga dan Rian hanya memberikan saran Andi sebagai teman dan tidak mau melihat Anya terus bersedih.
"jangan menyesal kalau suatu hari nanti Ada orang yg menyatakan perasaannya kepada Anya,Anya berhak bahagia dengan siapapun."Ucap Rangga.
"Maksud Lo?."Tanya Andi.
"Mustahil diantara kita tdk ada yg jatuh cinta dengan kecantikan dan kebaikan Anya,cuma mungkin selama ini orang itu menjaga hubungan kita sebagai sesama anggota dan juga menghargai kamu sebagai pasangan Anya."Jelas Rangga.
"benar apa yg di katakan Rangga,Lo haru pilih salah satu dari mereka."saut Rian.
Setelah 5 menit mereka sampai di warung yg untuk membeli nasi,Rangga,Rian dan Andi turun dari mobil.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 Anggota yg bertugas siang hari kita sudah pulang ke penginapan,Anya merenung sepanjang perjalanan pulang entah apa yg di pikirkan.
tapi baru saja sampai di pos Ronda telinga Anya mendengar suara seseorang dari arah hutan,Anya memberhentikan langkahnya dan menoleh ke arah hutan.
"kalian dengar?."Tanya Anya.
"Dengar apa."Jawab Fero.
"Gue dengar suara teriakan seseorang dari dalam hutan,ini sudah jam 06.07."Ujar Anya melihat jam di ponselnya.
"Kita gak dengar apa-apa,mungkin Lo salah dengar."Ujar Fahmi.
Tiba-Tiba Anya menarik Tangan Fero dan Riki untuk bersembunyi di balik pos ronda,Anggota yg bersama mengikuti arah pandang Anya.
"Astaga! Gue lupa kalau ini waktunya mereka keluar untuk mencari makan."Gumam Anya.
"Apa maksud kamu Anya? Makan apa?."Tanya Fikran.
"Hust,diam.kalian ada yg punya nomer ketua kampung? Tolong hubungi."Ujar Anya.
"Rangga deh kayaknya yg punya,gue coba hubungi dia dan ngasih tau buat gak keluar dari kamar."Ujar Rudi.
Rudi segera mengambil ponselnya dan Anya masih memperhatikan orang-orang yg ada di dalam hutan,untuk keamanan Anggota yg bersamanya Anya mengajak mereka ke dalam pos Ronda.
"Sini ikut gue,sedikit nunduk."Ajak Anya.
"Gak sebaiknya kita kembali ke penginapan aja."Saran Fero.
"Gak bisa,mereka akan mengejar kalian semua,akan lebih baik kita di sini sampai mereka benar-benar masuk ke dalam hutan."Jelas Anya.
__ADS_1
"Rangga yg akan menghubungi ketua kampung."Ujar Rian memberitahu mereka semua.
"kunci pintunya,jangan ada yg bersuara,mereka bisa dengar walaupun sejauh ini."jelas Anya.