HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.30


__ADS_3

Kini Anya berlari dengan beberapa Anggota menelusuri jalanan pagi di desa kenongo,Anya yg memang sudah tau seluk beluk jalanan desa itu membuat para Anggota heran.


"Bos,tungguin.ngubut banget larinya."Ujar Fero yg masih mengejar Anya.


"Kalian yg lelet,udah cepat."Saut Anya tanpa menoleh ke arah Anggota.


Tiba-tiba langkah kaki Anya terhenti ketika merasakan ada seseorang yg mengikuti,Anya menoleh ke arah Anggota untuk memastikan.


"Ada apa? Kenapa berhenti?."tanya Dean.


"entahlah! Gue ngerasa ada yg aneh."Jawa Anya sembari memperhatikan sekitar.


"perasaan,Lo ada kali."ujar Riki.


"bisa jadi."Jawab Anya.


"apa kita balik aja,udah jauh ini dari penginapan."Saran Fero.


"benar,mendingan kita balik aja."Saut Fikran.


Anya mengangguk lalu memutar balik langkahnya untuk kembali ke penginapan,tapi lagi dan lagi langkah Anya terhenti ketika melihat ada seseorang yg berdiri di tengah lapangan.


"Lo liat apa?."Tanya Fahmi.


"itu orang kan? Atau hanya pohon aja?."Tanya Anya sambil menunjuk ke tengah lapangan.


"Yang mana? Gak keliatan?."Ujar Dean.


"Yg di tengah lapangan,ketutupan kabut."Ujar Anya.


"balik Aja yuk,perasaan gue gak enak."Ujar Fikran.


"Ayo cepat."Ajak Anya.


Mereka semua berlari hingga sampai ke penginapan dan sesampainya di sana sudah ada Anggota yg ingin pergi bertugas,Anya dan Anggota lain duduk di teras menghilangkan rasa lelahnya.


"Kalian semua dari mana?."Tanya Alaska.


"lari pagi."Jawab Dean.


"kami berangkat dulu."Pamit Syam.


Semua Anggota hanya mengacungkan jempol saat Syam berpamitan,tapi tiba-tiba Anya mendengar suara teriakan dari arah pos ronda.


"Anya,Tolong."Teriak Rangga.


"Tolong apa? Yg jelas ngomongnya."Saut Anya menghampiri Rangga.


"Ada yg kesurupan,dia terus menerus memanggil nama Lo."Ujar Rangga.


"Siapa?."Tanya Anya sambil berjalan mengikuti Rangga.

__ADS_1


"gue gak tau,tiba-tiba tadi dia udah ada di pos penjagaan sambil berteriak."jelas Rangga.


Sesampainya di pos penjagaan orang tersebut sudah di pegang beberapa Anggota,Anya yg melihat itu mengisyaratkan agar melepaskannya.


"Gadis pengacau,kau harus mati."Teriak orang itu sambil menyerang Anya.


"kau salah satu makhluk yang semalam? apa lagi kemauanmu?."Tanya Anya sambil berusaha menghindari serangannya.


"kau mengacaukan ritual tuan kami,teman-temanku terluka parah karena ulahmu semalam dan kamu harus menanggung Akibatnya."Marahnya kepada Anya.


"tuan,jadi benar itu ritual penyembahan? bertobatlah makhluk terkutuk.apa yg kalian berikan kepada para tuan kalian? harta? Kekayaan? Atau yg lainnya?."Tanya Anya secara terus menerus.


"Bukan urusanmu,sekarang rasakan ini."ucapnya sambil menyerang Anya.


Anya terpental sangat jauh dari tempatnya berdiri tadi,Tapi hal itu tdk membuat Anya takut justru lebih berani lagi untuk melawannya.


Tapi tiba-tiba Rian melayang ke arah lebatnya hutan,hanya suara teriakan minta tolong yg terdengar oleh beberapa Anggota.


"Rian."Panggil Anya sembari berusaha untuk mengejar.


"Rian."Teriak Semua Anggota.


"kalian semua tetap disini,gue gak mau ada korban lagi.biar gue yg nyari Rian ke dalam hutan itu sendirian,ingat tetap baca doa untuk menghindari serangan sosok lain yg mengincar kalian."Jelas Anya dengan Nafas terengah-engah.


"Tapi Anya,itu sangat bahaya."ujar Andi.


"terus maksudnya gue harus diam aja."Sinis Anya.


Belum selesai bicara Giliran Andi,Fero dan Rangga yg tiba-tiba terseret masuk ke dalam hutan,Anya tdk berkata apapun dan segera mengejarnya.


"Anya,tolong!."Teriak Rangga.


"Lepasin,makhluk bodoh."Ujar Fero.


Anya terus mengikuti arah suara dari mereka tapi lama-kelamaan suaranya hilang bak di telan lebatnya hutan,Anya kebingungan kemana akan mencari mereka semua.


"Andi,Fero,Rangga,Rian,kalian dimana?."Teriak Anya sambil melihat sekeliling.


"Hahahaha."


"kembalikan teman-temanku."teriak Anya.


"Mereka tidak akan kembali,kami akan menjadikan mereka tumbal untuk ratu kami."ujar suara tersebut.


"tunjukkan wujud kamu,jangan hanya berani bersembunyi."pinta Anya yg masih berteriak.


HUUUSSTT


Sesuatu melintas dengan cepat di belakang Anya dan spontan Anya menoleh tapi tdk ada siapapun,Anya berusaha menelisik di balik pohon-pohon besar di sana Anya melihat banyak sosok.


karena rindangnya pohon-pohon di hutan itu membuat suasana di pagi hari masih terlihat sangat gelap,jadi itulah yg membuat para penunggu hutan itu berani menampakkan diri.Anya melihat banyak sosok seperti anak kecil,makhluk berbadan besar,mata merah,serta beberapa sosok wanita.

__ADS_1


"Anya,Tolong."


"Fero,Lo dimana?."Teriak Anya.


SREEKK


HUSSTT


Suara itu terus terdengar silih berganti di telinga Anya,terlihat para sosok itu mendekat ke arah Anya secara bersamaan.


"Ya Allah,tolong lindungi para Anggota dan mohon keajaibanmu."Gumam Anya.


BUGGH


Anya jatuh tersungkur saat ada sesuatu yg menabraknya dari belakang,Anya memalingkan kepalanya tapi tdk ada siapapun.


Tiba-tiba segerombolan seseorang berjubah hitam datang dari kiri Anya,Mereka mendekat ke arah Anya.


"berhenti di situ,atau saya musnahkan kalian semua."Ucap Anya sembari berjalan mundur.


"Kau tidak akan bisa berbuat apa-apa,karena ini daerah kekuasaan kamu dan ini dunia kamu."Ujar salah satu dari mereka.


"Kembalikan teman-temanku."Pinta Anya.


"karena keras kepalamu,mereka yg akan kami jadikan tumbal selanjutnya dan kamu sendiri akan menyaksikan hal itu."Ujar mereka.


Dua dari mereka mengangkat Anya dan entah apa yg di lakukan para orang berjubah itu,Anya kehilangan kesadarannya.


"Bawah anak ini."Pinta ketua mereka.


Anya di seret hingga salah satu goa yg berada di balik pohon besar,di sana juga mereka menahan Andi,Rangga,Fero dan Rian.


Saat bangun Anya hanya melihat cahaya lilin di beberapa batu yg ada di dalam gua itu,Mata Anya menahan Tangis saat melihat Anggota yg lemas tak berdaya.


"maafin gue."Gumam Anya.


"sudah waktunya kau melihat mereka menjadi tumbal ratu kami,dan juga lainnya akan kami jadikan tumbal untuk para pengikut wanita."Ujar seseorang dari balik batu besar.


"lepaskan mereka."Teriak Anya.


"jangan berteriak di tempat kami,simpan tenagamu untuk melihat mereka untuk yg terakhir kalinya."Ucapnya.


"Aku berjanji,akan aku pastikan kalian menerima semua akibatnya."Ucap Anya dengan tegas.


sosok berjubah itu tdk menghiraukan perkataan Anya,tapi meminta para dedemit untuk memanggil sang ratu agar penumbalan akan segera di mulai.


"Jemput ratu,katakan kalau makanannya sudah tersaji."Perintahnya.


"Kalian semua ikat semua anak mudah itu di tempat biasa."Pintanya pada teman-temannya yg berjubah.


"Baik."Jawab mereka semua kompak.

__ADS_1


Anya sudah menahan Amarahnya.


__ADS_2