HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.26


__ADS_3

1 MINGGU KEMUDIAN


Anya dan Syam kembali dari rumah sakit Sedangkan Tion dan Andi sudah lebih dulu pulang,sekarang kondisi mereka semua sudah semakin membaik.


Kini waktunya kembali bertugas lagi,Anya kini berada di kamarnya sedang bersiap untuk bertugas pagi,Teman Anya bertugas pagi ini adalah Fero,Dean,Fahmi,Rudi,Gibran,Fikran dan Riki.


"Anya,sudah belum?."Teriak Fahmi.


"Jangan teriak-teriak."Jawab Anya keluar dari kamarnya.


"kelamaan Lo!."protes Fikran.


"udah ayo,cepat."ucap Anya ninggalin semua Anggota.


"la kita nungguin dia,malah kita yg di tinggalin."sewot Fero.


semua berlari kecil untuk mengejar Anya,saat berjalan di pinggir jalan tiba-tiba ada mobil yg melaju kencang dan hampir menabrak Anya.


"Anya,Awas."Teriak Rudi.


"Aaakkhhhh."Teriak Anya sambil menepi hingga jatuh terduduk.


"Woy! Hati-hati bawa mobil."Teriak Fero.


Anggota berlari kearah Anya dan Dean membantu bangun,Anya mengusap celananya yg kotor karena jatuh.


"gue gk apa-apa."Ujar Anya.


"di kira jalan punya nenek moyangnya apa? bawah mobil begajulan gitu."Kesal Fikran.


"aneh tau mobilnya,gue liat gk ada pengemudi dan plat nomernya."Ujar Anya.


"mana jalan kalau GK ada yg mengemudi."Saut Riki.


"beneran,gue liat jelas banget gk ada orangnya."Kekeh Anya.


"coba aja check CCTV,siapa tau keliatan."ucap Anya.

__ADS_1


"Ayo,mumpung belum jauh dari pos ronda."ajak Fahmi.


Anya dan Anggota berjalan balik ke pos ronda untuk memeriksa rekaman CCTV,pos memang tdk di kunci walaupun satpam yg menjaga tdk ada.


"biar gue cari."ucap Anya.


"sekarang jam 09.13,coba periksa di jam 09.12."pinta Dean.


"sebelah sini kan tadi?."tanya Anya menunjuk layar di komputer.


"iya CCTV yg itu."Saut Fikran.


Anya memutar balik rekaman CCTV di titik dirinya hampir tertabrak,saat di lihat ulang semua anggota kaget pasalnya Anya hanya jatuh dan tidak ada mobil yg melintas tadi.


"lah mobilnya mana? Kok Lo yg jatuh aja yg terekam."heran Riki.


"ini mustahil Anya? Seharusnya ada mobil yg hampir menabrak lo di rekaman CCTV ini,kok gk ada."Ucap Rudi.


"kan gue udah bilang tadi,mobilnya gk ada yg mengendarai."ujar Anya mengulangi perkataannya tadi.


"ya walaupun gk ada pengemudinya,seharusnya mobilnya berwujud di CCTV."ujar Dean.


Semua masih heran bagaimana bisa mobil itu tdk terlihat di rekaman CCTV,sedangkan Anya bersikap santai karena tau siap pelakunya.


Sesampainya di pos penjagaan Anya duduk sembari mengelap celananya yg masih kotor,Anggota lain hanya menatapnya saja


"kau sudah kembali? Sudah waktunya kau menjadi orang yg selanjutnya setelah kemarin,karena kau dan pria itu adalah orang terpilih yg akan menyempurnakan ilmu para pengikut kami."


Anya menutup matanya karena menahan emosi dengan suara yg terdengar di telinganya,Ini masih pagi tapi ancaman sosok itu sudah mulai mendekati diri Anya.


"emosi ini yg kami sukai darimu,kenapa kau menahannya keluarkan emosimu gadis sombong,sudah sering kau dan pria itu menggagalkan rencana kami semenjak kalian semua ada di desa ini."


"Dasar kau gadis bodoh,kau selalu melindungi orang-orang lemah ini tapi kau lupa bahwa kaulah yg sebenarnya kami inginkan,menyerahlah sebelum kami membuatmu melihat bagaimana para mengikut kami mengambil pria itu di hadapanmu."


"Keterlaluan,kalian mengambil nyawa banyak orang untuk penyembahan."Tariak Anya tiba-tiba.


"tidak akan aku biarkan kalian mengambil nyawa seseorang lagi termasuk Andi,Lihat saja jika aku menemukan barang yg para pengikutmu sembah,akan aku pastikan kalian akan semua akan lenyap bersama dengan itu."Marah Anya.

__ADS_1


Anggota menatap Anya yg berdiri menghadap ke arah hutan itu,terlihat di mata Anya ada sekelebat bayangan yg berdiri di semak belukar.


"kenapa kau bersembunyi di situ,keluarlah."Tantang Anya.


"Ada apa Anya?."Tanya Fikran.


"Berhati-hatilah kalau kalian bertugas atau melakukan kegiatan apapun,terutama jangan biarkan Andi sendirian."Pesan Anya menatap Anggota satu persatu.


"Tapi kenapa?."Tanya Fikran.


"sosok itu membisikkan sesuatu di telingaku barusan,Dia bilang bahwa yg akan menjadi tumbal mereka selanjutnya adalah gue dan Andi,karena memang sejak awal sebelum ke desa ini para makhluk itu memang sudah menginginkan gue."Jelas Anya.


"terus gimana sekarang?maksudnya tumbal?."Tanya Fero.


"Gue harus bisa menemukan barang yg di sembah oleh para pengikutnya,Mungkin ada beberapa warga yg melakukan ritual untuk kepentingan mereka dan tumbalnya adalah darah seorang gadis."Jelas Anya.


"Lo juga harus berhati-hati,atau Lo kembali aja ke kota mungkin itu jalan terbaiknya."saran Riki.


"aku gk bisa kembali ke kota,karena mereka akan mengawasi kemanapun aku pergi,sebelum aku menuntaskan barang itu selama itu juga hal itu tdk akan berakhir."Ujar Anya Sendu.


Wajah Anya menjadi murung karena tau bahwa Andi ikut terseret dalam penumbalan sosok itu,Anggota melihat ketakutan di wajah Anya untuk yg pertama kalinya.


"Sekarang yg harus gue cari tau adalah siapa saja warga yg terlibat dalam ritual ini,juga mencari tau jalan yg mereka lalui saat masuk ke dalam hutan tanpa pengetahuan kita."ujar Anya sembari menunduk.


"nanti kita tanya aja secara diam-diam sama ketua kampung,mungkin dulu ada pintu masuk lain sebelum ada pintu masuk yg ini."Ujar Rudi.


"Ide bagus,nanti kita alasan saja ingin mengajak ketua kampung makan bersama kita,minta siapapun yg bertugas beli makanan untuk membeli lebih."Saran Anya.


"kamu baru saja sembuh Anya,bahkan perban di lehermu saja masih belum di lepas,jadi berhati-hatilah karena kami semua sudah sangat menyayangi kamu sebagai Adik dan kakak kami."Ujar Fikran mengingatkan Anya.


"Terima kasih banyak,tapi tolong jangan bersedih jika gue kalah dalam pertarungan ini,kalian semua harus janji untuk jagain ketiga sahabat gue dan juga Andi."Jawab Anya sembari tersenyum .


Tiba-tiba Fero berdiri dan memeluk Anya tanpa rasa takut,Anya Tau kalau Fero khawatir ya walaupun Fero anggota baru sudah banyak yg di laluinya bersama Anya selama bertugas di desa ini.


"Bu bos,jangan bicara seperti itu,kami yakin kita akan bersama seterusnya."Ucap Fero mengeratkan pelukannya.


"Lo nangis,dengerin gue baik-baik.gue juga mau selamanya bersama kalian tapi gue juga gk bisa merubah nasib buruk yg akan menimpah gue,jadi Adikku Fero jangan pernah berhenti berjuang dan membanggakan orang tua."pesan Anya.

__ADS_1


Anya membalas pelukan Fero yg sejak tadi.


__ADS_2