
Kini Anya sudah berjalan keluar dari dalam hutan di antar oleh Mbah Misroh,Suara binatang malam menemani perjalanan Anya untuk kembali ke desa.
"Maaf Mbah saya merepotkan!."Ucap Anya.
"Tdk apa-apa,nak."Jawab Mbah Misroh.
"Mbah bagaimana jika keempat teman saya kenapa-napa,mereka sudah di sentuh oleh makhluk mengerikan itu."risau Anya.
"karena mereka sudah masuk ke dunia kami,maka butuh beberapa hari untuk mengembalikan jiwanya karena jiwa mereka sudah di tahan oleh makhluk terkutuk itu."Jelas Mbah Misroh.
"Bagaimana cara mengembalikannya? Saya tdk tau mereka terluka."Ucap Anya.
"kamu usapkan rendaman dari daun itu ke dahi dan dada mereka,jangan lupa panggil namanya lalu berzikir dan berdoalah tujukan kepada mereka."Saran Mbah Misroh.
"Baik,Mbah."jawab Anya.
"Saya hanya bisa mengantarmu sampai disini,berhati-hati dan selalu waspada karena para mengikut ajaran sesat itu masih ada di sekitar kamu."Pesan Mbah Misroh.
"Terima Kasih,sudah mengantar saya Mbah."Ucap Anya.
Mbah Misroh memberikan Isyarat kepada Anya untuk segera pergi,Anya tersenyum sambil melambaikan tangan kepadanya.Saat Anya sudah sampai di depan pagar Mbah Misroh Hilang dalam sekejap mata,Anya menoleh untuk memastikan apakah Mbah Misroh sudah pergi atau belum.
"Mbah sudah pergi."Gumam Anya.
Anya bernafas lega saat sudah sampai di desa dan Anya bisa melihat semua Anggota dan warga sedang berkumpul,Anya berjalan menghampiri mereka tanpa mereka sadari kalau Anya berjalan mendekat.
"Mereka belum sadar?."Tanya Anya tiba-tiba.
"Anya."panggil Fahmi.
"Bos cantik."Ucap Alaska.
"Nak Anya."Ucap Warga.
"Syukurlah Lo kembali,kita semua khawatir karena Lo belum keluar dari hutan sampai tengah malam begini."Ujar Riki.
"Kamu gak apa-apa,nak."Tanya seorang ibu.
"Saya baik-baik saja."Jawab Anya sambil tersenyum.
"Apa yg kamu lakukan di hutan sampai tengah malam gini? Kita khawatir banget Anya."Ucap Syam.
"ada yg aku selesaikan dulu,kalian semua tau kalau dunia kita dan dunia mereka itu waktunya tidak sama."Jawab Anya.
__ADS_1
"Syukurlah kamu keluar dari tuhan itu dalam keadaan baik-baik saja."Ucap Warga.
"Sekarang pergi bersihkan badanmu,ini sudah tengah malam kamu pasti lelah."Ujar Ketua kampung.
Anya mengangguk dan kembali ke kamarnya,Sinta tdk tau kalau Anya sudah pulang karena Sinta,Dewa dan Gibran sedang mengawasi perkembangan Rangga,Andi,Fero dan Rian.
Anya masuk ke dalam Kamarnya hanya untuk berganti baju,karena pembersihan tadi badannya masih terasa sangat segar.setelah selesai berganti baju Anya berjalan menuju kamar Rian untuk mengecek kondisi mereka berempat.
"Anya."Panggil Sinta yg langsung berdiri.
"Syukurlah Lo udah balik."Ucap Gibran.
"Lo ngapain di dalam hutan? Kenapa lama banget?."tanya Dewa dengan Wajah Khawatirnya.
"ceritanya panjang,nanti gue jelasin."Jawab Anya.
"Ya sudah,setidaknya Lo gk kenapa-napa."Ujar Sinta.
"bagaimana keadaan mereka?."Tanya Anya.
"Masih sama,bahkan sejak keluar dari hutan tadi siang mereka belum ada yg sadar."Jawab Sinta.
"butuh Waktu beberapa hari untuk mereka sadar,kita hanya bisa berdoa semoga saja keadaan mereka baik-baik saja."Ucap Anya sedih.
"Biar aku yg menjaga mereka,kalian kembalilah ke kamar masing-masing."Ucap Anya.
"Apa Lo gak lelah? Lo tidur aja biar kita yg jaga mereka."Saut Fikran.
"Enggak,gue harus benar-benar memastikan keadaan mereka berempat jadi kalian istirahatlah karena besok kalian harus kembali bertugas."Jelas Anya.
"ya sudah kalau begitu,kita istirahat dulu."Jawab Toni.
Anya mengangguk kemudian semua Anggota kembali ke kamarnya untuk istirahat,Anya duduk di samping Fero dan memegang tangan Fero.
"Hei anak nakal,kamu gak mau bangun?."Gumam Anya pelan.
"Ayo cepat bangun,tugas kamu masih banyak."lanjut Anya.
Tdk ada pergerakan apapun dari Fero saat Anya mengatakan hal itu,Anya sedih karena Fero dan yg lainnya masih tdk sadarkan diri.
"Gue nyalain bacaan Alquran di ponsel aja deh,Siapa tau itu sangat membantu sementara aku juga harus istirahat."Gumam Anya mengambil ponselnya.
"Semoga ayat Alquran ini memberikan cahaya untuk kalian dan menuntun jiwa kalian berempat kembali ke tubuhnya."Gumam Anya meletakkan ponselnya dengan nada sedikit keras.
__ADS_1
Anya meletakkan kepalanya di meja yg ada di samping Fero,kemudian tertidur lelap karena memang Anya sangat lelah tapi baru saja terlelap terdengar suara ketukan pintu.
"Anya,buka pintunya."Ujar seseorang dari luar.
"Siapa?."Tanya Anya yg masih mengusap dadanya karena kaget.
"Ini gue,Syam."Sautnya.
"Syam,tapi kok suaranya beda."Ucap Anya ragu.
Dengan ragu-ragu Anya mengintipnya dari jendela dan ternyata bukanlah Syam,Bergegas Anya menjauh dari jendela dan mengambil 1 ponselnya di saku untuk memberitahu Anggota di grup.
"jangan Ada yg keluar dari kamar,seseorang sedang berdiri di depan pintu kamar Fero."
"dan jangan buka jendela juga,kalau bisa nyalakan bacaan Alquran di ponsel masing-masing dan simpan di dekat pintu suara suaranya terdengar keluar."
setelah mengirimkan pesan tapi belum ada yg membalasnya,Anya mengambil ponsel yg di simpan di meja tadi untuk menambah volumenya.Anya meletakkannya di tembok lantai tepat di samping pintu,lalu Anya kembali menjauh dari pintu dan menuju kamar mandi.
"Aish,mereka pasti sudah tidur."Gerutu Anya.
"Lebih baik aku telpon saja mereka."Ucap Anya.
Anya merasa beruntung karena punya dua ponsel,Anya menghubungi Sinta terlebih dahulu karena Sinta tidur sendirian di kamar.
"Iya,Ada Apa?."Ucap Sinta.
"Lo udah tidur?."Tanya Anya dengan suara pelan.
"Iya,kaget karena suara telpon."Jawab Sinta.
"Dengerin gue baik-baik,sekarang di depan kamar Fero ada orang yg ngaku-ngaku Syam.lo kunci pintu dan pastiin jendela juga terkunci rapat,jangan matiin lampu dan biarkan saja kalau ada yg mengetuk pintu."jelas Anya.
"Astaga gue sendirian di kamar,gimana ini?."khawatir Sinta.
"Lo jangan khawatir,sekarang Lo hubungi Gibran,Fikran,Alaska.biar gue sisanya.setelah selesai jangan lupa nyalain bacaan Alquran Dengan Volume sedikit keras."pinta Anya.
"Ok."Singkat Sinta.
Setelah selesai menghubungi Sinta kemudian Anya menghubungi Anggota yg lain untuk memberitahu,setelah itu Anya keluar dari kamar mandi dan kembali mengintip di jendela.
"Syukurlah sudah pergi."ucap Anya.
Tiba-tiba saat ingin menutup langsir mata Anya tertuju pada seseorang yg berdiri tdk jauh dari penginapan,Anya terus memperhatikannya tiba-tiba Orang itu melesat kehadapan Anya,Anya kaget orang itu tiba-tiba berada di hadapannya.
__ADS_1