HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.36


__ADS_3

Di penginapan hanya ada Anya,Sinta,Tion,Syam,Riki,Toni,Dewa Sedang ada di penginapan.sementara yang lainnya sedang bertugas,Anya menatap keempat temannya yg masih belum sadarkan diri,Begitu juga dengan Sinta yg berada di samping Anya.


"Kalian gk mau bangun?."Gumam Anya menatap mereka.


"Kita berdoa ya,semoga mereka secepatnya kembali bersama dengan kita."Ucap Sinta menenangkan Anya.


"Gue ngerasa gagal karena gk bisa nolong mereka berempat,padahal hal itu terjadi tepat di hadapan gue."ujar Anya yg merasa sedih.


Sinta tau kalau Anya memang akan merasa sedih jika tdk bisa membantu orang di sekitarnya,tapi sebagai sahabat Sinta sering menemani Anya dan memberikan semangat.


"ini sudah takdir mereka,kita hanya bisa berdoa."Ujar Sinta.


"Gue takut."gumam Anya pelan.


Ponsel Andi berdering Anya melirik sekilas di layarnya tertera nama MAMA,Anya mengambil ponselnya dan menyerahkannya kepada Syam yg sedang berada di teras.


"Siapa?."Tanya Syam mengambil ponsel di tangan Anya.


"Mamanya Andi."Jawab Anya.


Syam segera mengangkatnya agar Orang tua Andi tdk khawatir,Anya memberikan Isyarat agar Syam tdk memberitahu kondisi Andi sekarang.


"Assalamualaikum."Ucap Syam.


"WaalaikumSalam."


"iya Tante,ada apa?."Tanya Syam dengan sopan.


"Ini temannya Andi? Andi kemana?."


"hpnya ketinggalan,Andi lagi nungas."jawab Syam berbohong.


"owh gitu,gini aja deh nanti minta dia hubungi Tante,karena Tante ingin dia pulang sebentar untuk pertunangannya."


"pertunangan? kapan rencana pernikahannya Tante?."Tanya Syam.


"apa Andi belum bilang sama kalian? kemarin Tante sudah bicara sama Andi,rencananya 1 bulan lagi."


"ooo,ya sudah biar nanti saya bilang sama Andi kalau Tante nelpon."ucap Syam.


"baiklah,terima kasih."


"sama-sama."jawab Syam.


setelah selesai Syam memberikan kembali ponselnya kepada Anya,Syam melihat Anya yg khawatir saat orang tua Andi menelpon,Anya menyimpan kembali ponsel Andi di meja kecil yg berada di samping Fero.


Karena pikirannya yg sedang kacau Anya memutuskan untuk menenangkan diri,Anya Pergi tanpa memikirkan suara Sinta yg memanggilnya.


"Lo mau kemana?."Tanya Sinta yg melihat Anya keluar.


"Anya,Tunggu."Panggil Sinta.

__ADS_1


Anya terus berjalan walaupun Suara Sinta terus memanggilnya,Syam yg baru saja dari kamarnya keluar saat mendengar suara Sinta.


"Ada apa?."Tanya Syam.


"Anya pergi,gue gk tau dia mau kemana!."jawab Sinta khawatir.


"Lo jaga mereka,biar gue yg nyusul dia."ucap Syam sambil memasang sandalnya.


"Jagain dia,Syam."Teriak Sinta.


Syam mengacungkan jempolnya tanpa menoleh ke arah Sinta,tapi sampai di jalanan Syam sudah tdk melihat Anya.


"Dia ke arah mana,ya?."Gumam Syam melihat kiri kanan.


"mending gue tanya yg bertugas,Siapa tau mereka melihat Anya."


Bergegas Syam menuju pos penjagaan untuk mencari Anya,sesampainya di sana Syam tdk melihat keberadaan Anya.Hanya Ada Anggota yg sedang bertugas mengawasi area hutan dan sekitarnya,Syam menghampiri mereka.


"Lo kenapa?."Tanya Toni.


"Ada yg liat Anya?."Tanya Syam sambil mengatur Nafas.


"enggak,Anya gk kesini."Jawab Rudi.


"Anya Hilang?."Tanya Gibran khawatir.


"enggak,tadi kata Sinta Anya pergi.udah Sinta panggil tapi Anya gak nyaut sama sekali."jelas Syam.


"Gue bantu cariin ya."Ucap Dean.


"gak usah,kayaknya memang Anya lagi nenangin diri.kalian semua tetap bertugas biar gue yg nyari Anya,kalau ada masalah cepat hubungi Gue."jelas Syam.


"Yaudah,Lo hati-hati."Ujar Fahmi.


Syam terus mencari keberadaan Anya karena takut terjadi sesuatu kepada Anya,Sampai Akhirnya Syam bertanya kepada seorang warga yg kemudian ada di depan rumahnya.


"Assalamualaikum."Ucap Syam.


"WaalaikumSalam."


"Maaf,saya mau nanya.apa Ibuk lihat Anya lewat sini?."Tanya Syam.


"oh tadi ke arah barat,mungkin di persawahan warga,karena biasanya nak Anya selalu kesana."


"terima kasih ya buk."ucap Syam.


"Iya sama-sama."


Syam segera mencari Anya ke tempat yg di maksud oleh ibu tersebut,Setelah berjalan sekitar 10 menit akhirnya Syam sampai di kawasan persawahan warga.


"pantesan aja Anya betah di sini,pemandangannya cantik banget dengan Angin sepoi-sepoi."Gumam Syam.

__ADS_1


Mata Syam menelisik persawahan tersebut mencari keberadaan Anya,Sampai Syam melihat Anya yg duduk di batu yg berada di bawah pohon rindang.


pelan-pelan Syam mendekati Anya dan berdiri di belakangnya,Syam mendengar Anya menangis.


"hei,kenapa nangis?."tegur Syam.


"ngapain kesini?."Tanya Anya yg mengetahui keberadaan Syam.


"Aku yg nanya sama kamu,kamu ngapain ke sini? Sendirian lagi."ucap Syam duduk di samping Anya.


"aku sedih aja melihat mereka yg belum sadar,aku gk guna banget jadi teman."ucap Anya sesenggukan.


"itu takdir mereka,jangan menyalahkan diri sendiri."ujar Syam.


"aku menyelamatkan mereka pari sosok-sosok itu,di tambah lagi sebentar lagi Andi harus menikah,tidak mungkin kita terus menyembunyikan hal ini dari keluarganya."jelas Anya.


"Lo sudah berusaha,sekarang percayakan semuanya pada kehendak tuhan,Lo juga harus meyakinkan diri sendiri kalau mereka pasti kembali lagi bersama kita."Ucap Syam menenangkan Anya.


Anya masih belum berhenti menangis karena rasa bersalah dalam dirinya sangat besar,Syam yg melihat Anya yg semakin menangis segera memeluknya untuk menenangkan Anya.


"jangan kayak gini,Lo harus kuat."ucap Syam.


sementara di pos penjagaan Anggota yg berjaga kebobolan karena ada 4 orang yg menerobos masuk,Gibran yg lebih dulu menyadari hal itu segera mengejar mereka hingga masuk ke dalam hutan.


"woi berhenti di situ."Teriak Gibran sambil mengejar keempat remaja tersebut.


"gawat! Kita ketahuan,cepat lari."ujar salah satu dari mereka.


"berhenti."pinta Gibran sambil berteriak.


Anggota Lain yg baru menyadari hal itu mengikuti Gibran ke dalam hutan,sementara Rudi dan Dean mengamankan kendaraan yg di pakai oleh keempat remaja tersebut.


"berpencar."perintah Fiki.


"ok,satu arah 2 orang jangan ada yg sendiri."saut Fahmi.


mereka semua mengejarnya hingga benar-benar masuk ke dalam hutan,Gibran yg sendirian kehilangan jejak keempat remaja itu.


"Hah,Si*l gue kehilangan jejak."gerutu Gibran.


mata Gibran terus menelisik setiap seluk beluk di hutan,tapi tetap saja tidak menemukan keempat remaja itu.


Untuk memberitahu Anggota lain,Gibran menghubungi mereka semua melalui alat khusus.


"kalian liat mereka?."Tanya Gibran.


"Gue sama Fikran gak menemukan mereka."jawab Alaska.


"gue juga gk nemuin mereka."Ucap Fiki.


"jangan ada yg bergerak terlalu jauh,aku harus Tanya Anya dulu takutnya kita dalam bahaya."pinta Gibran kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2