HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.24


__ADS_3

Karena Rian tak kunjung paham dengan Isyarat yg di berikan oleh Rudi,Akhirnya Alaska mengirimkan pesan ke nomer Rian untuk memberitahunya.


"Jangan ke pos penjagaan,di belakang pos Ada Arhan."pesan yg di kirim Alaska.


saat mendengar ponselnya berdering Rian segera membukanya dan menunjukkannya kepada yg lainnya,Setelah itu baru Mereka Paham dan berjalan menjauh untuk bergabung dengan Alaska juga.


"Sedang apa dia di belakang sana?."Tanya Syam.


"gk tau,takut aja di bertindak yg macam-macam."ucap Rangga.


"terus gimana sekarang? Apa kita samperin aja?."Tanya Fiki.


"yakin mau di samperin?."Tanya balik Alaska.


"gk ada cara lain,gk mungkin juga kan kita terus berdiri di sini."ujar Fiki.


"boleh juga,tapi harus hati-hati."jawab Toni.


Perlahan mereka semua berjalan menuju belakang pos penjagaan untuk melihat apa yg di lakukan oleh Arhan,orang pertama yg menegurnya adalah Rangga.


"Arhan."Sapa Rangga ragu-ragu.


mendengar namanya di panggil Arhan perlahan memutar kepalanya menatap tajam ke arah Rangga,semua orang terkejut saat melihat Arhan memegang sesuatu di tangannya.


"kamu ngapain di belakang sini?.",Tanya Rangga.


"Bukan urusan kamu."jawab Arhan dengan suara besar.


"ayo sini biar kita hantar pulang,orang tua kamu nyariin."ucap Tion mengulurkan tangannya.


Melihat uluran tangan itu Arhan hanya menatapnya saja,sedangkan Tion yg mendapati tatap itu ketakutan,tiba-tiba hal yg TK terduga di lakukan Arhan kepada Tion.


SHREK..


"Aaauuu."Tion meringis kesakitan.


"Tion."kaget semua Anggota.


Arhan melukai tangan Tion dengan pisau yg di pegangnya,bukannya takut justru Arhan tertawa saat melihat darah yg mengalir di tangan Tion.


"hahahaha."tawa Arhan menggelegar.


Riki yg berada tepat di samping Tion segera memegang Tangan Tion yg berdarah,sedangkan beberapa anggota berniat menangkap Arhan tapi lagi-lagi mereka semua kaget,pasalnya Arhan melompati pagar pembatas yg tinggi hanya dengan satu lompatan saja.


"Kita bawah Tion ke penginapan dulu."Ajak Rangga.


"kayaknya Arhan sudah bukan dirinya lagi."ucap Rudi.

__ADS_1


"tubuh Arhan digunakan sebagai media untuk menyakiti banyak orang."Saut Syam.


"Kayaknya lukanya cukup besar jadi akan lebih baik kalau kita bawah ke rumah sakit saja."Saran Dean.


"cepat ambil mobil,sekalian bilang kepada pak Santo agar memberikan pengumuman supaya tdk ada warga yg keluar rumah,takutnya Arhan melukai warga."jelas Fahmi.


"biar gue yg ambil mobil,Ayo Alaska Lo ke rumah pak Santo untuk memberitahunya."Ajak Fiki kepada Alaska.


Rudi dan Alaska berlari menuju penginapan pada saat ingin mengambil kunci mobil,Pak Santo datang menemui mereka yg terlihat buru-buru.


"kalian berdua mau kemana?."Tanya pak Santo.


"Syukurlah bapak di sini!,Arhan melukai anggota kami dan kami harus membawanya ke rumah sakit,tolong bapak kasih tau ke warga untuk tdk ke luar dari rumah."jelas Alaska.


"Arhan lagi! Sudah 3 Anggota,baiklah kalian segera pergi nanti saya yg akan memberitahu warga."jawab Pak Santo.


"baik,terima kasih pak."ucap Fiki.


setelah memberitahu tentang kejadian yg berlaku Fiki dan Alaska segera masuk ke dalam mobil,sementara Pak Santo menatap kepergian mereka berdua.


"semoga anak-anak itu di lindungi dari mara bahaya."Doa pak Santo.


"Aku harus segera memberikan pengumuman kepada para Warga."Gumam PK Santo segera mengambil ponselnya di saku.


Kini Fiki dan Alaska membawa Tion ke rumah sakit sementara yg lain tetap bertugas,Anggota tetap waspada Karena takut ada penyerangan secara tiba-tiba.


"Kalian dengar?."Tanya Fahmi.


"iya,kayak suara kaca pecah sama sesuatu yg di tarik."Jawab Toni.


"Huuusstt,diam dulu."ucap Rudi.


Semua Anggota Terdiam membisu sembari mendengar dari mana suara itu berasal,Tiba-tiba tepat di atas pos penjagaan ada sesuatu yg jatuh.


BUGH..


"Astagfirullah."ucap Syam.


"apa itu?."Tanya Dean.


sebuah kepala tiba-tiba muncul dari atas dan tertawa menyeringai ke arah semua Anggota,Cepat-Cepat semua Anggota mengucap istighfar dan menutup mata tapi berbeda dengan Syam yg masih menatap lekat makhluk mengerikan itu.


"Astagfirullah."ucap Anggota secara bersamaan.


"pergilah makhluk terkutuk,tempat kamu bukan di sini."ucap Syam dengan berani.


"kalian sudah membuang makanan kami,sekarang terimalah akibatnya."Marah sosok mengerikan itu.

__ADS_1


Makhluk menyerupai manusia tapi berwajah menyeramkan itu melompat ke bawah,kini posisinya tepat berhadapan dengan Syam dan Fahmi.


makhluk itu merangkak layaknya binatang tapi tetap menyeringai,tiba-tiba saja makhluk itu melompat ke arah Syam dan menyerangnya.


"Syam,hati-hati."Teriak Anggota.


"Gimana ini? Tdk mungkin diam saja."Khawatir Rudi.


ternyata makhluk itu tdk datang sendirian,Dari arah belakang pos terdengar Seperti suara Auman hewan buas.mendadak semua lampu mati secara bersamaan,Dean dengan Sigap menyalakan Ayat Al-Qur'an di ponselnya dan semua anggota mengikuti alunan Surah dari Al-Qur'an tersebut dengan keras.


"AAAAKKKHHHH,terus baca sosok-sosok ini mulai kepanasan."Teriak Syam sembari menghindari serangan dari makhluk itu.


"Derajat kami jauh lebih tinggi dari makhluk terkutuk sepertimu,Selagi kami berpegang pada keimanan tuhan maka selama itu juga kami tdk takut dengan makhluk seperti mu."Ucap Syam menunjuk Makhluk itu.


"Aaaaggggrrrrrkkkk,Hentikan."Teriak sosok-sosok itu karena kepanasan.


"kalian makhluk terkutuk akan kesakitan dan gelisah saat mendengar kami melantunkan ayat suci Allah."Teriak Fahmi.


semua Makhluk itu berlari masuk ke dalam hutan dan semua lampu kembali menyala,Anggota menghampiri Syam yg terduduk di tanah.


"dada gue sakit."Ringis Syam memegangi dadanya.


"Astaga,Lo terkena cakaran makhluk itu,Lo tahan gue ambil mobil dulu kita ke rumah sakit."Ucap Rian.


"Gue ikut."Ujar Rangga.


Bergegas Rian mengambil mobilnya sementara yg lain mencoba membuat Syam tetap tersadar,satu persatu Anggota di serang oleh sosok-sosok dari hutan larangan itu.


"Sepertinya kita harus selalu menyalakan Ayat suci Alquran setiap penjagaan,supaya sosok itu tdk kembali menyerang Anggota."Saran Toni.


"iya setuju,sudah banyak anggota yg terkena serangan."Saut Fero.


Rian sudah datang dengan mobil dan Rangga segera membawa Syam ke dalam mobil,Syam masih menahan dadanya yg terasa sakit.


"Lo tahan,Syam."Ucap Rian khawatir.


"jangan hilang kesadaran,Gue mohon."ujar Rangga di samping Syam.


"bau apa ini?."Tanya Rian.


"ini bau banget."Saut Rangga menutup hidungnya.


Tiba-tiba sesuatu jatuh tepat di cermin depy,spontan Rian menginjak rem karena kaget.


"Jangan berhenti,ini ulah mereka."ujar Syam.


"Bismillahirrahmanirrahim,tuhan aku berlindung kepadamu dari semua mara bahaya."Ucap Rangga berdoa.

__ADS_1


__ADS_2