HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.32


__ADS_3

"Khodam?."Tanya Anya.


"bukan saatnya kamu menanyakan hal itu,pergilah nak."Ucapnya.


"Tidak bisa,saya tidak akan meninggalkan mereka di sini,mereka harus kembali bersama denganku."ujar Anya sembari menangis.


"pergi dan cari bantuan,saya yg akan menjaga mereka di sini dan saya juga akan menghadapi para makhluk terkutuk ini."pintanya mengusap lembut rambut Anya.


"tapi..."


"percayalah,tapi sebelum kamu mencari bantuan.Ambilkan daun dari pohon yg paling cantik di sebelah barat dari goa ini,nanti jika ada yg mencegahnya katakan saja bahwa Mbah Misroh yg menyuruhnya."Jelasnya.


"baik,tolong jaga teman-teman saya."pinta Anya.


Mbah Misroh hanya tersenyum kepada Anya Sambil menganggukkan kepala,Dengan tergesa-gesa Anya berlari keluar Goa mengikuti perintah dari Mbah Misroh.


Dengan wajah kebingungan Anya terus berlari ke arah barat dari Goa itu untuk mengambil daun yg di minta oleh Mbah Misroh,Sampai Akhirnya Anya menemukan pohon yg di maksud.


"Subhanallah,pohon ini cantik banget."Ucap Anya mengaguminya.


"Tapi seberapa banyak ya?."Gumam Anya kebingungan.


Karena tdk tau mau berapa Banyak Anya mulai mengira-ngira saja,tapi baru saja menyentuh daun itu seseorang menegur Anya dari Belakang.


"Apa yg sedang kau lakukan?."Tanya seorang wanita.


"Maaf,apa boleh saya mengambil daun dari pohon ini? Teman saya sedang dalam bahaya."Jelas Anya dengan Wajah sendu.


"Siapa namamu,nak?."Tanya wanita tersebut.


"Anya."Singkat Anya menjawab.


"Nama ya bagus,siapa yg memintamu mengambil daun ini?."Tanyanya lagi.


"Mbah,Mbah Misroh."Jawab Anya.


"Panggil saya Nyai Sekar."Ujarnya.


"Nyai,saya minta izin untuk mengambil daun ini."Ucap Anya.


"Ambillah nak,memangnya kenapa teman kamu? Dan bagaimana bisa kamu sampai masuk ke dalam hutan ini?."Tanyanya Sambil membantu Anya.


"di Goa yang ada di balik pohon besar,mereka di bawah oleh para makhluk mengerikan untuk tumbal."Jelas Anya menghentikan Aktivitasnya.

__ADS_1


"biarkan saya yg mengantarkan daun ini,kamu pergilah mencari bantuan untuk membawa temanmu keluar dari hutan ini."Ujar Nyai Sekar.


"Terima kasih,saya akan memanggil bantuan di desa."Jawab Anya.


"Iya,segera kembali kalau tdk kamu juga akan dalam bahaya."Nasehat Nyai Sekar.


Anya mengangguk kemudian segera berjalan keluar hutan untuk meminta bantuan,Kondisi Anya sangat pucat tapi masih mampu untuk berjalan.


Sepanjang perjalanan keluar dari hutan Anya tdk lepas dari zikirnya karena takut ada sosok yg mengikuti dirinya,Dengan susah paya Anya mengatur Nafas agar tidak kehilangan kesadaran karena kelelahan,pada Akhirnya sampai juga di desa.


"Anya."Panggil Syam yg pertama kali melihat Anya keluar dari dalam Hutan.


"Astagfirullah,nak Anya."Ucap ketua kampung.


Anya berhenti sejenak sambil menunduk dan bersandar di pagar pembatas,Syam segera memeluk Anya dengan Sangat erat.


"Lo gk apa-apa?."Tanya Syam.


"Ayo ikut aku,bantu aku mengangkat mereka."Ujar Anya yg masih mengatur nafas.


"tapi kondisi kamu? Apa tdk sebaiknya istirahat dulu."Ujar Warga.


"tidak punya waktu banyak,saya harus segera membawa mereka keluar dari hutan."Jelas Anya.


"Ikuti Aku,tapi ingat selalu berhati-hati karena jaraknya lumayan jauh di dalam hutan."Ucap Anya.


Anggota mengikuti Anya dari belakang dan di bantu beberapa warga,Syam selalu merangkul Anya karena Khawatir Anya akan pingsan.


Setelah perjalanan Panjang Akhirnya mereka sampai di depan Goa tersebut,Rangga,Fero,Andi dan Rian sudah berada di depan Goa dengan kondisi yg masih tdk sadarkan diri.


"Kalian bawah mereka semua keluar dari hutan ini,jangan lupa terus berdoa dan berzikir untuk menghindari hal yg tdk di inginkan."Ujar Anya.


"kenapa kondisi mereka berempat seperti ini? Kenapa badan mereka lebam-lebam? Apa yg terjadi?."Tanya Dean.


"gue akan cerita itu nanti,sekarang cepat bawah mereka semua keluar dari sini."pinta Anya sekali lagi.


Warga dan Anggota berjibaku untuk membawa Rangga,Andi,Fero dan Rian keluar dari dalam hutan.Sementara Anya harus mencari keberadaan Nyai Sekar dan Mbah Misroh.


"Ayo,Keluar dari sini."ajak Alaska.


"Tidak,Aku harus menyelesaikan sesuatu dulu."jawab Anya.


"tapi Lo sendirian."Ujar Syam.

__ADS_1


"tdk apa-apa,jangan khawatir.pulang bersama mereka dan jangan buang jika kalian melihat daun di badan mereka."jelas Anya.


"Baiklah,tapi janji Lo harus segera kembali dan berhati-hati."pesan Syam.


Anya mengangguk dan memperhatikan mereka yg sudah berjalan keluar dari hutan,setelah di rasa jauh Anya kembali masuk ke dalam Goa itu untuk memeriksa keadaan.


"Kemana para Makhluk itu?."gumam Anya melihat sekeliling.


"Mbah sama Nyai juga tdk kelihatan,apa mereka sudah kembali ke pohon itu."


Anya berjalan keluar untuk menuju pohon tempat yg di katakan oleh mbak Misroh tadi,Sesampainya di sana Anya juga tidak melihat siapapun.


"Aku belum berterima kasih."gumam Anya.


Tiba-tiba tercium bau wangi di sekitar pohon itu,Aya mencari dari mana Wangi itu berasal.sampai sebuah tangan memegang pundak Anya,spontan Anya menoleh.


"Nyai."ucap Anya.


"Kenapa kamu masih di sini?."Tanya Nyai Sekar.


"Saya belum mengucapkan terima kasih kepada Nyai dan Mbah,Jadi saya datang ke sini."jawab Anya.


"Mari ikut denganku,badanmu harus di bersihkan terlebih dahulu."Ucap Nyai Sekar.


"Di bersihkan? Maksudnya?."Tanya Anya yg tdk paham.


"Ayo ikut saya,nanti kamu akan tau."Ajak Nyai Sekar.


Nyai Sekar berjalan dan Anya mengikutinya dari belakang,Sampai tiba di sebuah Goa yg tertutup semak belukar.


Di depan Goa itu di penuhi tumbuhan dan bunga liar yg bermekaran,serta Tercium bau wangi dari bunga itu.Saat memasuki Goa itu Anya kaget karena banyak sekali orang,Tapi Anya tau bahwa itu bukanlah manusia seperti dirinya melainkan sosok Ghaib.


"Mbah Misroh tdk ada di sini,Beliau mengawasi teman-temanmu yg keluar dari hutan."Ujar Nyai Sekar.


"kapan Mbah akan kembali?."Tanya Anya.


"Sebentar lagi,beliau hanya memastikan tema-temanmu keluar dari hutan ini dengan selamat."Jelas Nyai.


"Mereka semua?."Tanya Anya menunjuk mereka.


"Jangan Khawatir,mereka semua adalah khodam baik dari orang-orang yg sudah meninggal,selama ini di sini mereka tinggal karena Mbah Misroh yg mengajaknya agar tdk di salah gunakan oleh orang yg tdk bertanggung jawab."Jelas Nyai sambil terus berjalan.


"rendam badan kamu di kolam sumber Air ini,buka baju mu dan pakai ini."pinta Nyai menyerahkan kain batik.

__ADS_1


Entah kenapa Anya tdk ragu untuk mengambil kain batik itu saat Nyai Sekar memberikannya.


__ADS_2