HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.38


__ADS_3

Di dalam hutan keempat remaja itu sedang mencari kayu untuk di buat Api unggun nanti malam,Setelah mengumpulkan Kayu mereka kembali ke tenda untuk memasak makanan menggunakan gas portabel yg mereka bawah.


"keluarkan makanannya,aku sudah lapar."ujar salah satu dari mereka.


"Cukupkan makanan kita Samapi besok,Kita sekarang masak Mie sama telor aja."Jawab salah seorang dari mereka.


"Terserah yg penting kenyang.


Saat mereka ingin memasak mereka semua mendengar sesuatu yg berjalan di daun kering,Mereka semua terdiam dan memperhatikan sekitar tapi tdk ada apa-apa.


"Alah,palingan juga hewan."Ucapnya.


Tiba-tiba dari arah kiri seorang kakek tua melewati mereka dan menegurnya,mereka hanya melihat saja.


"kalian sedang apa di tengah hutan begini?."Tanya kakek tersebut.


"kami,kami sedang melakukan penelitian saja."jawabnya berbohong.


"Keluarlah dari hutan ini sebelum jam 06.00 sore,jika tdk kalian akan dalam bahaya."Pesan kakek tersebut.


"Tapi,di hutan ini tdk ada apa-apa.jadi kami akan kembali besok pagi,lebih baik kakek pergi saja dan jangan ganggu kami."ucap mereka.


"saya hanya ingin menyelamatkan kalian semua dari bahaya besar,jika kalian masih menyayangkan nyawa kalian semua maka segeralah keluar,tapi jika kalian sudah dalam belenggu para sosok di hutan ini maka sudah tdk akan ada yg bisa membantu kalian."Jelas kakek.


"sudahlah jangan coba-coba untuk menyakiti kami,pergi sana."Kesal mereka.


Kakek tersebut pergi tanpa berkata apapun dengan perkataan keempat anak itu,sementara anak itu melanjutkan aktivitasnya.


Di penginapan semua orang menikmati makanan yg di sajikan oleh warga,tapi Anya memilih untuk kembali ke kamar Anggota yg belum sadarkan diri.


"kalian kapan bangunnya?"Gumam Anya menatap keempat Anggota secara bergantian.


"Kalian tau gak? Hari ini ada remaja yg kembali masuk ke dalam hutan secara diam-diam,Anggota gagal mencari mereka."Gerutu Anya sambil menunduk.


"Sekarang aku dalam ketakutan besar,entah bagaimana aku bisa mengatasi ini semua.di satu sisi kalian berempat belum ada perkembangan,sementara di sisi lain aku harus mengurus anak-anak Itu.


Syam dan Fiki yg sejak tadi berdiri di pintu mendengar semua yg di katakan oleh Anya,Fiki dan Syam tau bagaimana lelahnya Anya untuk mengurus semua masalah ini.

__ADS_1


"Fero,apa Lo luka yg di katakan waktu bertugas beberapa hari yang lalu? Tapi kenapa sekarang Lo yg ninggalin gue,ini sudah 2 hari Lo gak capek baring di sini terus?."Ucap Anya yg mengingat bagaimana waktu itu Fero memeluknya.


Anya kembali menangis karena kesedihan dan rasa lelahnya,Syam dan Fiki yg melihat hal itu memutuskan untuk memberikan waktu kepada Anya untuk sendiri.


"Dia pasti capek banget,ini pertama kalinya gue liat dia bicara sepanjang itu."Ujar Fiki kepada Syam.


"mempunyai kemampuan seperti Anya dan Andi itu memang sangat mudah,apalagi sekarang Anya Harus ekstra menjaga keselamatan kita,bahkan kadang lupa sama keselamatannya sendiri dari saking takutnya kehilangan orang-orang yg di sekitarnya."Jawab Syam.


"Gue dan Anggota lainnya sangat berterima kasih sama Anya,entah dengan apa kita akan membalas semua kerja keras di selama ini."ucap Fiki.


Langkah Fiki dan Syam berhenti di sebuah bangku yg berada di samping penginapan,sementara Anggota lain sudah ada yg tidur siang.


Saking lelahnya menangis Anya tertidur di samping Fero,kepala Anya berada di kasur milik Fero.tapi baru saja memejamkan mata Suara teriakan seseorang mengejutkan Anya,Mata Langsung tertuju kepada Rian yg seperti orang kejang-kejang.


"Aaaaaakkkhhhh."


"Rian."Ucap Anya Sambil berdiri.


Bahkan Anggota yg mendengar teriakan itu menghampirinya,Mereka semua menatap Anya yg mengangkat kepala Rian di pangkuannya.


"Anya,Ada apa?."Tanya Riki.


Beberapa Anggota yg melihat Anya kesusahan langsung menolong untuk memegang bada Rian,Anya mengusap dada Rian dengar Air Rendaman Daun yg di berikan Mbah Misroh.


"Rian Baskara."Panggil Anya terus menerus.


"Dia,kenapa?."Tanya Syam.


"Aku juga gk tau,Tadi aku tertidur sebentar di samping Fero tiba-Tiba dengar suara teriakan."Jelas Anya.


Cahaya Putih terang kembali muncul dan berada di samping Anya,Seperti halnya kemarin walaupun samar-samar Syam bisa melihatnya.Anya menoleh kepada Cahaya yg sudah berubah menjadi sosok Mbah Misroh,Tapi Anya juga di buat kaget karena ada cahaya yg sama terlihat di kiri ranjang Rian.


"Itu Nyai Sekar."Ucap Mbah Misroh yg melihat Anya kebingungan.


"Bagaimana ini?."Tanya Anya dalam hati.


"Ambil daunnya dan tempelkan pada kedua mata dan dadanya."Jawab Nyai Sekar.

__ADS_1


Anya mengangguk pelan sambil mengambil rendaman daun tersebut lalu di lakukan seperti perintah Nyai Sekar,Syam masih bingung dan menatap dua cahaya itu secara bergantian.


"Cahaya ini? sekarang ada dua Cahaya."Gumam Syam yg kebingungan.


Nyai Sekar dan Mbah Misroh meletakkan tangannya di dada Rian secara bersamaan,Anya menutup mata sambil berdoa agar Rian kembali dengan selamat.


"Anya pasti tau tentang cahaya ini,Gue harus nanya sama dia nanti."Batin Syam.


setelah selesai Mbah dan Nyai melepaskan tangannya dan perlahan Rian membuka matanya,Anya sangat senang dan terharu melihat Rian yg sudah sadar.


"Rian."panggil Anya dengan sendu.


"Alhamdulillah,Lo sadar juga."Ujar Riki.


"Berikan dia minum rendaman dari daun itu."Pinta Nyai.


"Air yg tadi bawah sini? Tolong ambil juga kain batik itu."pinta Anya.


Syam mengambilnya dan menyodorkan kepada Anya,Dengan Cara yg sama Anya merendam daun itu dan memberikannya kepada Rian,perlahan daun itu berubah menjadi putih dan mengeluarkan wangi.


"Minum sampai habis."Ucap Anya.


"Wangi banget."Ucap Dean.


"MasyaAllah,Kuasa tuhan."Saut Tion.


Setelah meminumnya Rian memberikan gelas itu kepada Anya,Karena benar-benar bersyukur Anya memeluk erat Rian sambil menangis.


"Lo gk apa-apa?."Tanya Anya melepas pelukannya.


"Gue baik-baik aja,gk usah Nangis."jawab Rian mengusap air mata Anya.


"Syukurlah,Lo tau gue takut banget."Tangis Anya kembali pecah.


"Maafin gue,udah bikin Lo dan Anggota yg lain kesulitan."Ucap Rian pelan.


Anya menggelengkan kepala sambil memegang tangan Rian,sementara yg lain hanya menyaksikan saja.Mbah dan Nyai tersenyum dengan ketulusan hati Anya kepada orang-orang terdekatnya.

__ADS_1


"Yg lain gimana? Mereka baik-baik aja?."Tanya Alaska.


"Mereka masih berjuang mencari jalan keluar,Sebenarnya sudah keluar dari jeratan Makhluk itu.tapi kami berempat harus mencari gumpalan cahaya di tempat dan waktu yg berbeda."Jelas Rian kepada Anggota.


__ADS_2